Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Misteri Punden Joko Selining: Situs Keramat Tanpa Tumbal di Tengah Kebun Tebu Mojokerto

Misteri Punden Joko Selining: Situs Keramat Tanpa Tumbal di Tengah Kebun Tebu Mojokerto

NusaSpirit.com – Di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tepatnya di tengah hamparan perkebunan tebu terdapat sebuah situs yang dikeramatkan oleh warga setempat.

Situs tersebut berupa sebuah batu yang dibalut kain poleng hitam-putih dan dikenal dengan nama Punden Joko Selining.

Batu yang berada di bawah cungkup sederhana ini tidak hanya dianggap sebagai benda bersejarah biasa, tetapi juga sarat dengan kisah tradisional dan aura mistis yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tak sedikit warga, baik dari wilayah sekitar maupun luar daerah, datang berkunjung ke lokasi ini untuk tujuan ngalap berkah dengan harapan memperoleh jalan keluar atas berbagai persoalan hidup, mulai dari masalah ekonomi, kemunduran usaha, hingga persoalan utang piutang.

Seorang sesepuh Dusun Bendo yang akrab disapa Mbah Min mengaku telah puluhan tahun mengenal dan menjaga lokasi tersebut. Ia menceritakan bahwa banyak orang datang ke Punden Joko Selining dengan berbagai keluhan.

“Rata-rata orang yang datang ke sini karena masalah finansial dan mengaku berhasil mendapatkan solusi. Meskipun hasil akhirnya tidak dapat dijamin karena kehendak Tuhan, banyak dari mereka yang kembali membawa kabar baik,” jelasnya.

Menurut Mbah Min, sebagian pengunjung bahkan rela datang untuk bermalam di kawasan punden, terutama pada malam Jumat Kliwon.

Mereka biasanya membawa beberapa perlengkapan ubo rampe, termasuk kembang telon, minyak Jafaron, rokok klobot, kemenyan, hingga dupa. Benda-benda ini dipercaya sebagai sarana pendukung untuk kelancaran prosesi doa.

Di sekitar bagian bawah batu juga tampak sejumlah peralatan sajen, seperti kendi dan wadah kecil, yang tertata rapi, mengisyaratkan bahwa lokasi ini masih aktif digunakan hingga kini.

Dalam masyarakat Jawa, sarana-sarana seperti kendi yang berisi air, bunga tabur, dan lain-lain tetap dipakai karena telah menjadi bagian dari uri-uri budaya nenek moyang dan diyakini sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur serta danyang atau penunggu yang menjaga lokasi tersebut.

Jejak Batu Kuno di Tengah Perkebunan Tebu

Perjalanan menuju lokasi Punden Joko Selining tidaklah mudah. Pengunjung harus melewati area perkebunan tebu dan jalan setapak di tengah lahan pertanian. Letaknya yang relatif tersembunyi justru menambah kesan sakral di mata masyarakat.

Di kawasan tersebut terdapat sebuah batu yang diyakini merupakan arca kuno, meski bentuknya tidak lagi utuh akibat kerusakan di masa lalu. Mbah Min mengaku pernah terlibat dalam upaya konservasi arca yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) daerah agar arca tidak hilang atau rusak lebih parah.

Menurut penuturannya, nama Joko Selining bukanlah nama asli arca tersebut. Istilah itu muncul dari penyebutan masyarakat terhadap bentuk arca yang tidak utuh atau hanya menyerupai sebagian tubuh manusia.

“Kalau dilihat dari struktur batunya hanya separuh atau tidak sempurna. Orang Jawa sering mengaitkan nama dengan bentuk benda, akhirnya disebut Joko Selining,” katanya.

Selain Punden Joko Selining, kawasan Dusun Bendo juga memiliki sejumlah titik yang dianggap bersejarah, seperti Situs Kumitir, Punden Mbah Saguh, hingga batu berbentuk kursi yang keberadaannya telah dikenal warga sejak lama.

Cerita Mistis dan Legenda yang Masih Hidup

Selain nilai sejarah, kawasan ini lekat dengan cerita mistis yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu kisah paling dikenal adalah suara derap kaki kuda yang konon sering terdengar pada malam-malam tertentu.

Menurut Mbah Min, fenomena itu dahulu kerap didengar warga sebelum listrik masuk desa. Suara kuda berlari disertai bunyi kerincingan disebut melintasi permukiman, terutama pada malam Jumat Legi dan Jumat Kliwon.

“Pada zaman dulu, suara seperti itu masih wajar dan sering terdengar hampir seluruh warga kampung. Ada yang percaya itu adalah penghuni gaib penjaga desa yang sedang berkeliling,” ungkapnya.

Di sekitar area situs juga tumbuh pohon-pohon besar yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun, seperti randu dan kepuh.

Warga meyakini pohon-pohon tersebut tidak boleh ditebang sembarangan. Menurut penuturan Mbah Min, dahulu pernah ada tiga orang remaja yang melakukan pembakaran terhadap pohon kepuh. Namun, nahas, usai kejadian itu, mereka tiba-tiba dinyatakan meninggal.

“Iya, dulu ada tiga remaja, entah iseng atau apa, tiba-tiba mereka membakar pohonnya. Setelah pohon itu tumbang dan mereka sudah berada di rumah masing-masing, saat itu juga mereka tidak sadarkan diri dan meninggal. Entah takdir atau bukan, yang jelas peristiwa itu terjadi tepat setelah mereka membakar pohon,” kata Mbah Min.

Dalam tradisi lokal, penebangan pohon besar yang dianggap wingit biasanya didahului selamatan sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Keyakinan Sebagai Lokasi Ritual Penglarisan

Hal yang membedakan Punden Joko Selining dari sejumlah lokasi ritual lain yang kerap disalahartikan dengan kesan negatif adalah adanya keyakinan bahwa tempat ini tidak menuntut syarat-syarat yang terkesan ekstrem.

Pengunjung hanya diminta berdoa sesuai keyakinan mereka, tanpa kewajiban persembahan tertentu yang memberatkan.

“Tidak pernah ada cerita soal tumbal. Setidaknya selama saya tahu dan mendampingi orang ke sini, tidak pernah ada permintaan seperti itu,” ucap Mbah Min. Peran Mbah Min juga sebatas mengarahkan pengunjung, sementara niat dipanjatkan langsung oleh pribadi masing-masing.

Di luar kisah mistisnya, Desa Kumitir secara historis memang bukan wilayah asing dalam kajian sejarah Jawa Timur. Hal ini diperkuat dengan berbagai penemuan berupa situs purbakala yang diidentifikasi arkeolog sebagai peninggalan dari pendharmaan Mahesa Cempaka, yang merupakan salah satu tokoh penting zaman Singasari sekaligus kakek dari Raden Wijaya, pendiri Majapahit.

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerai Lion Parcel Plosoarang Raya melayani jasa kirim paket ke seluruh Indonesia dan luar negeri.

    Lion Parcel Plosoarang Raya, Solusi Jasa Ekspedisi Blitar untuk Kirim Paket Aman dan Gratis Pickup

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di era digitalisasi yang semakin berkembang, kebutuhan masyarakat terus meningkat, terutama di tengah perkembangan teknologi yang serba online. Kini, berbagai transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui platform digital tanpa harus datang langsung ke lokasi penjual. Kemudahan tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Cukup dengan beberapa sentuhan […]

  • Ciri- ciri orang terkena pelet

    Kenali Ciri-Ciri Orang Terkena Pelet: Rindu Tak Wajar, Emosi Tidak Stabil, hingga Perilaku Aneh

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Hasrat untuk mencintai seseorang adalah hal yang wajar dan manusiawi. Setiap orang tentu pernah merasakan rasa sayang, kangen, dan keinginan untuk selalu dekat dengan orang yang dicintai. Namun, dalam beberapa kondisi, ada orang yang merasakan rindu secara berlebihan. Mereka terus terbayang-bayang sosok tertentu, sulit melupakannya, dan merasa gelisah jika tidak bertemu, meskipun baru […]

  • Makam Mumbul Sidoarjo, makam Mbah Sayyid ulama penyebar Islam

    Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Sidoarjo. Di desa ini terdapat sebuah pesarean yang sejak lama dikenal menyimpan kisah spiritual dan menjadi bagian penting dari tradisi lokal masyarakat setempat, sebagaimana sejumlah situs wisata religi di Sidoarjo yang juga menyimpan jejak sejarah dan […]

  • Sudut area petilasan di kawasan Gunung Mulia yang dilengkapi atribut simbolik dan foto tokoh, sebagaimana dijaga dan dirawat oleh pengelola situs.

    Napak Tilas Gunung Mulia: Menyimpan Cerita Ulama Sepuh hingga Pesanggrahan Nyi Roro Kidul

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Kawasan Gunung Mulia di pesisir selatan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu objek wisata religi yang hingga kini masih ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Lokasi ini dikenal memiliki cerita sejarah yang panjang dan keterkaitan erat dengan sejumlah petilasan serta makam tokoh spiritual, ulama sepuh, hingga Presiden pertama Republik […]

  • Masjid Al Faqih, pusat Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Dukuh Bandung, Tlogo, Kanigoro, Blitar.

    Mengenal KH Imam Faqih, Perintis Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Tlogo, Kanigoro, Blitar

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Di balik berkembangnya ajaran Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Blitar, Jawa Timur, tersimpan sosok ulama yang namanya masih hidup dalam ingatan masyarakat setempat, yakni KH Imam Faqih. Meski jejak tertulis tentang beliau tidak banyak ditemukan, kisah hidupnya terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita keluarga dan para sesepuh desa. Dari sanalah potret perjuangan […]

  • Makam Tumenggung Aryo Tedjo Bupati Tuban VII

    Jejak Makam Tumenggung Aryo Tedjo di Parengan, Bupati Tuban yang Disebut Leluhur Sunan Kalijaga

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah kawasan perbukitan dan pedesaan yang tenang di Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terdapat sebuah kompleks makam tua yang menyimpan kisah penting dalam sejarah Islam Jawa. Makam tersebut diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Tumenggung Aryo Tedjo, sosok yang dikenal sebagai Bupati Tuban ke-7 sekaligus leluhur Sunan Kalijaga, salah satu […]

expand_less