Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Misteri Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Sidoarjo dengan Keajaiban dan Doa yang Terkabulkan

Misteri Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Sidoarjo dengan Keajaiban dan Doa yang Terkabulkan

NusaSpirit.com – Di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, terdapat sebuah makam keramat yang dikenal luas sebagai Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung. Tempat ini menjadi lokasi ziarah sekaligus menyimpan sejarah, misteri, dan keajaiban yang memikat banyak orang.

Nama Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung sering terdengar di masyarakat setempat, tetapi kisah di balik sosok putri cantik ini jarang diketahui. Ia berasal dari garis keturunan kerajaan Majapahit dan memiliki peran penting dalam sejarah awal perkembangan Kadipaten Terung.

Makam ini menjadi saksi bisu perjalanan hidup Raden Ayu, yang dikenal cantik, cerdas, dan gemar berdagang. Keajaiban yang terjadi di makamnya membuat banyak pengunjung percaya bahwa doa yang dipanjatkan di tempat ini bisa dikabulkan, mulai dari urusan jodoh, karier, hingga kesuksesan usaha.

Asal Usul Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung

Sejarah mencatat bahwa Raden Ayu adalah putri dari adipati Adipati Kusen, yang hidup pada akhir masa Kerajaan Majapahit. Wilayah ini dulunya merupakan kadipaten, yang kemudian dikenal sebagai Kadipaten Terung, karena pusat pemerintahannya berada di lokasi makam sekarang.

Nama aslinya adalah Raden Ayu Putri Sundari Cempokowati, sedangkan sebutan “Ontjat Tondo Wurung” diberikan kemudian untuk menggambarkan akhir hidupnya.

Raden Ayu dihukum mati oleh ayahnya sendiri karena dituduh berzinah, meskipun sebenarnya ia tidak bersalah. Dalam bahasa setempat, istilah Tondo Wurung berarti “belum berainah” atau belum melakukan dosa yang dituduhkan padanya.

Tuduhan ini terjadi pada masa kekuasaan Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit, yang menerima hadiah persahabatan dari Tiongkok berupa seorang perempuan cantik bernama Putri Campa.

Putri Campa menjadi istri selir Prabu Brawijaya V dan melahirkan seorang putra bernama Husen, kelak dikenal sebagai Raden Patah, pendiri Kerajaan Islam Demak. Raden Patah dan saudaranya, Hasan, dikirim ke Surabaya untuk menimba ilmu agama dan kanuragan dari Sunan Ampel, sebelum akhirnya kembali mengabdi di Majapahit.

Hasan menikah dengan putri Sunan Ampel, Nyai Wilis, dan dari pernikahan inilah lahir Raden Ayu Putri Sundari Cempokowati.

Kehidupan dan Kejayaan Raden Ayu

Raden Ayu mewarisi kecantikan dan sifat-sifat Putri Campa, termasuk kegemaran berdagang. Ia membuka usaha bunga yang berkembang pesat berkat ketekunan dan kepandaiannya. Usahanya menjadi salah satu yang paling sukses di Kadipaten Terung, menarik perhatian pejabat dan tokoh kadipaten.

Suatu hari, saat hendak memotong ranting bunga yang layu, Raden Ayu lupa membawa pangot (pisau khas). Kebetulan, datang seorang pemuda bernama Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang, yang hendak membeli bunga.

Raden Ayu meminjam pangot milik Sunan Bonang dengan syarat pangot tidak boleh diletakkan di atas paha saat digunakan. Namun, saat memotong bunga, ia secara tak sengaja meletakkan pangot di pangkuannya. Kejadian ini memunculkan keajaiban pangot lenyap begitu menyentuh pahanya, bersamaan dengan hilangnya sosok Sunan Bonang.

Beberapa bulan kemudian, Raden Ayu, yang masih perawan, mengalami kehamilan misterius. Peristiwa ini menjadi awal tuduhan tak berdasar dari ayahnya.

Tuduhan, Hukuman, dan Keajaiban

Berita tentang kehamilan Raden Ayu tersebar hingga istana, membuat Adipati Terung murka dan menuntut penjelasan. Meski Raden Ayu menjelaskan kebenarannya, Adipati tetap menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman mati.

Eksekusi dilakukan pada Hari Anggoro Kasih atau Selasa Kliwon, di hadapan seluruh petinggi istana dan rakyat. Sebelum dieksekusi, Raden Ayu berwasiat agar jasadnya dilarung di Sungai Bengawan Terung, anak sungai dari Brantas.

Keajaiban terjadi saat perutnya ditusuk dengan keris Korolawang: darah yang keluar beraroma wangi, membuktikan ia tidak bersalah. Ketika perahu yang mengangkut jasadnya dilarung, air sungai mengering dan perahu terdampar, menandai fenomena supranatural yang dipercaya sebagai tanda berkah.

Sejak itu, siapa pun yang berziarah ke makam Raden Ayu diyakini akan mendapatkan berkah. Banyak pengunjung melaporkan keinginan mereka terkabul, mulai dari urusan jodoh, karier, pangkat, hingga kesuksesan usaha.

Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di dalam ruangan, Sidoarjo

Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di dalam ruangan, tempat ribuan pengunjung datang berdoa dan memohon berkah setiap tahunnya.

Bukti Fisik dan Penemuan Arkeologis

Di sekitar makam terdapat bukti fisik yang memperkuat kisah Raden Ayu:

a) Tumpukan batu bata tersusun memanjang seperti tanggul → diyakini bagian tanggul kuno

b) Batu cadas bulat dengan lubang di atasnya → pemberat perahu untuk melarungkan jasad

Artefak ini menunjukkan bahwa kisah Raden Ayu bukan sekadar legenda, melainkan terkait sejarah dan tradisi lokal yang berlangsung turun-temurun.

Arca singa di halaman luar Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung, Sidoarjo

Dua arca singa di halaman luar makam seolah ‘menjaga’ Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung.

Makam Raden Ayu sebagai Tempat Ziarah dan Doa

Kini makam ini menjadi pusat kegiatan spiritual. Ribuan pengunjung datang setiap tahun untuk berdoa dan memohon berkah. Banyak yang percaya doa mereka terkabul, mulai dari urusan jodoh, karier, hingga usaha.

Tradisi ziarah ini melestarikan sejarah sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat, sama seperti yang terlihat di Makam Kyai Brojo Anila di Trucuk, Klaten

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemandangan wisata desa Wonokerso

    Menengok Desa Wonokerso, Kampung Adat Tengger yang Menjaga Tradisi Karo di Lereng Bromo

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di lereng pegunungan kawasan Bromo yang sejuk dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, terdapat sebuah kampung adat yang masih menjaga tradisi leluhur hingga kini. Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi salah satu permukiman masyarakat Tengger yang tetap mempertahankan budaya, bahasa, serta tradisi turun-temurun di tengah perkembangan zaman. Berada pada ketinggian diatas […]

  • Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa saat ini, Jakarta, situs perdagangan penting pada era kerajaan Sunda. Foto: Pexels

    Menelusuri Jejak Sejarah Jakarta: Dari Sunda Kelapa hingga Jakarta Modern

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jakarta, dengan luas wilayah sekitar 664 km², merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa pada 2025–2026. Secara geografis, Jakarta terletak di pantai utara Pulau Jawa, berbatasan langsung dengan Provinsi Banten di barat, Jawa Barat di selatan dan timur, serta Laut Jawa di utara. Populasi masyarakat Jakarta […]

  • Kawanan lele memenuhi aliran sungai dangkal di lereng Gunung Cumbri, Dusun Jatisari, Wonogiri, yang dipercaya warga sebagai habitat ikan sakral.

    Lele Sakral di Lereng Gunung Cumbri, Mitos yang Membuat Warga Tak Berani Menangkapnya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di sebuah aliran sungai dangkal di Dusun Jatisari, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terdapat pemandangan yang tidak biasa. Ratusan hingga ribuan ikan lele terlihat hidup bebas di sela-sela bebatuan sungai kecil yang berada di kaki Gunung Cumbri, kawasan perbatasan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Airnya tidak terlalu deras, bahkan pada […]

  • Penampakan jalur Jembatan Kembar Cangar yang berkabut dan dikelilingi hutan lebat, lokasi yang kerap dikaitkan dengan berbagai cerita horor di Jawa Timur.

    Misteri Jembatan Kembar Cangar Kembali Jadi Sorotan, Praktisi Spiritual Ungkap Dugaan “Perjanjian Lama” di Lokasi Ini

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kawasan Jembatan Kembar Cangar di jalur penghubung Kota Batu dan Mojokerto kembali ramai dibicarakan publik. Bukan karena keindahan alamnya, melainkan deretan cerita mistis yang terus muncul dari lokasi itu. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah berkabut di lereng pegunungan yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, tepatnya di kaki Gunung Arjuno […]

  • Ilustrasi nasi putih sebagai simbol utama puasa mutih dalam tradisi Kejawen.

    Manfaat dan Tata Cara Puasa Mutih 7 Hari 7 Malam dalam Tradisi Kejawen

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jika menelisik kebudayaan Jawa dari masa ke masa, masyarakatnya dikenal memiliki beragam praktik spiritual yang berkembang secara turun-temurun. Hal ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh tradisi leluhur yang dijalani sejak zaman nenek moyang. Salah satu laku spiritual yang hingga kini masih dijaga adalah puasa. Berbeda dengan puasa pada umumnya, tradisi Jawa menjelaskan bahwa […]

  • Dialog spiritual ruqyah syariah antara Mongol Stres dan Ustaz Faisar di kanal Youtube Meja Mongol

    Dialog Mongol Stres dan Ustaz Faisar, Mengulas Ruqyah Syariah dan Fenomena Gangguan Nonmedis

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Fenomena gangguan nonmedis yang kerap dikaitkan dengan aspek spiritual kembali menjadi perbincangan menarik dalam dialog antara komedian Rony Imanuel, yang dikenal luas dengan nama panggung Mongol Stres, dan praktisi ruqyah Ustaz Muhammad Faisar. Dialog tersebut tersaji dalam kanal YouTube Meja Mongol dan langsung menyedot perhatian warganet karena mengungkap sejumlah pengalaman ekstrem yang jarang […]

expand_less