Misteri Goa Ngerong Rengel: Habitat Ikan Keramat dan Mitos Truno Bader dan Lele di Tuban
- Jejak Spiritual
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026

NusaSpirit.com – Di tengah padatnya rumah-rumah warga di wilayah selatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada sebuah tempat yang diam-diam menyimpan cerita unik sekaligus bikin penasaran namanya Goa Ngerong.
Sekilas memang terlihat biasa saja. Hanya aliran sungai kecil yang masuk ke rongga goa di sekitar permukiman warga. Tapi siapa sangka, di lokasi itu dipercaya sebagai habitat ikan keramat yang sudah dijaga turun-temurun sejak zaman nenek moyang.
Bagi saya pribadi merasa tempat-tempat seperti ini punya daya tarik tersendiri. Bukan cuma karena cerita mistisnya, tapi juga karena bagaimana masyarakat sekitar masih menjaga tradisi dan kepercayaan lokal di tengah kehidupan modern sekarang.
Lokasinya berada di kawasan Kecamatan Rengel, tak jauh dari perbatasan Kabupaten Bojonegoro. Di sana, ribuan ikan bader atau lebih dikenal sebagai ikan tawes hidup bebas di mulut goa Ngerong dengan air yang cukup jernih.
Anehnya, tidak ada warga yang berani menangkap atau membawa pulang ikan-ikan tersebut. Bagi masyarakat setempat, ikan itu dipercaya bukan hanya penghuni sungai biasa.
Goa Kecil di Tengah Kampung yang Menyimpan Cerita Lama
Kalau datang ke lokasi, suasananya memang terasa berbeda. Jalan kampung terlihat normal seperti permukiman pada umumnya. Anak-anak bermain, warga ngobrol santai di teras rumah, dan suara motor sesekali melintas.
Tapi begitu mendekati area goa, nuansanya berubah pelan-pelan.
Di areal rumah warga terdapat rongga goa batu kapur yang dialiri sungai kecil. Airnya mengalir masuk ke dalam lorong gelap yang ujungnya belum diketahui secara pasti.

Goa Ngerong
Sebagian warga percaya aliran bawah tanah itu terhubung hingga ke Bengawan Solo Hilir, walaupun belum pernah ada penelitian resmi yang membuktikannya.
Hal yang paling dianggap aneh namun menarik tentu keberadaan ribuan ikan bader di sekitar mulut goa. Jumlahnya sangat banyak. Mereka berenang bebas tanpa takut manusia.
Biasanya kalau ada ikan sebanyak itu di sungai kampung, pasti sudah ada yang iseng mancing atau menjala. Tapi di tempat ini justru sebaliknya. Warga memilih membiarkan ikan-ikan tersebut tetap hidup alami.
Bahkan banyak orang datang hanya untuk melihat atau memberi makan ikan dari atas jembatan kecil di dekat aliran sungai.
Cerita soal ikan keramat di Rengel sudah hidup sejak lama. Warga percaya siapa pun yang nekat mengambil ikan dari area goa bisa mengalami hal buruk.
Ada yang menyebut pelakunya pernah jatuh sakit. Ada pula cerita lama tentang orang yang meninggal dunia setelah membawa pulang ikan dari lokasi tersebut. Meski kisah seperti ini sulit dibuktikan secara ilmiah, masyarakat tetap menghormati pantangan yang sudah diwariskan turun-temurun.
Buat sebagian orang luar, cerita semacam ini mungkin terdengar seperti mitos biasa. Tapi kalau sudah datang langsung ke lokasi dan melihat bagaimana warga benar-benar menjaga tempat itu, suasananya memang terasa berbeda.
Saya justru menganggapnya sebagai bentuk kearifan lokal. Kadang kepercayaan seperti ini tanpa sadar ikut menjaga ekosistem alam agar tetap lestari.
Bayangkan kalau semua ikan di sana bebas ditangkap. Mungkin habitatnya sudah lama punah karena ulah manusia yang sering merusak, seperti penggunaan setrum listrik atau racun ikan.
Kemunculan Ikan Aneh Truno Bader dan Truno Lele
Cerita yang terkesan horor dari kawasan goa ini adalah soal kemunculan ikan tak lazim yang dipercaya masih sesekali hadir.
Warga setempat menyebutnya “truno bader” untuk jenis ikan bader dan “truno lele” jika bentuknya menyerupai ikan lele.
Konon, ikan tersebut terlihat hanya memiliki kepala, duri, dan ekor tanpa daging utuh, tetapi tetap bisa berenang hidup di dalam air.
Sekilas terdengar seperti cerita urban legend khas kampung Jawa yang sering dibahas saat nongkrong malam. Tapi beberapa warga tua mengaku pernah melihat langsung kemunculan ikan itu, terutama di area sekitar mulut goa.
Cerita seperti ini justru yang membuat tempat tersebut terus menarik perhatian orang luar. Apalagi masyarakat sekitar percaya kemunculan ikan aneh itu bisa menjadi pertanda tertentu bagi orang yang melihatnya.
Meski begitu, warga tetap menyikapinya secara wajar. Tidak ada ritual berlebihan atau aktivitas yang mengarah ke hal mistis ekstrem. Kebanyakan warga hanya memilih menghormati keberadaan habitat di kawasan goa tersebut.
Habitat Ribuan Kelelawar yang Masih Alami
Bukan cuma ikan bader yang hidup di sana. Area goa juga menjadi habitat ribuan kelelawar atau lowo dalam bahasa Jawa.
Saat sore menjelang malam, kelelawar biasanya mulai keluar dari rongga goa secara berkelompok. Pemandangan itu cukup menghibur sekaligus sedikit menyeramkan kalau dilihat pertama kali.
Bisa dibayangkan suasana sore di lokasi itu pasti punya nuansa yang khas. Di satu sisi terlihat tenang karena berada di tengah kampung. Tapi di sisi lain, ada rongga goa gelap dengan suara air dan kelelawar beterbangan keluar saat matahari mulai tenggelam.
Mungkin itu juga yang membuat cerita mistis di tempat ini terus hidup sampai sekarang.
Tak hanya itu, warga juga tidak pernah mengganggu keberadaan kelelawar maupun ikan di area tersebut. Semuanya dibiarkan hidup alami.
Sebagian pengunjung bahkan sengaja datang untuk merekam suasana mistis di sekitar goa menggunakan ponsel mereka.
Cerita tentang ikan keramat sebenarnya bukan hal baru di Jawa Timur. Beberapa daerah lain juga memiliki kisah serupa tentang hewan yang dipercaya tidak boleh diganggu.
Di sejumlah wilayah, kepercayaan seperti ini justru menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.
Bagi saya, hal paling penting bukan soal benar atau tidaknya cerita mistis tersebut. Yang lebih berarti adalah bagaimana tradisi lisan seperti ini masih terus dijaga dan diceritakan dari generasi ke generasi.
Di era sekarang ketika banyak orang sibuk dengan gadget dan media sosial, kisah-kisah lokal seperti ini justru terasa unik dan punya nilai tersendiri. Apalagi tempatnya benar-benar ada dan masih bisa dikunjungi secara langsung.
- Penulis: Ferdi Diningrat
- Editor: M. Ilman Arif

Add your first comment to this post