Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Misteri Goa Ngerong Rengel: Habitat Ikan Keramat dan Mitos Truno Bader dan Lele di Tuban

Misteri Goa Ngerong Rengel: Habitat Ikan Keramat dan Mitos Truno Bader dan Lele di Tuban

NusaSpirit.com – Di tengah padatnya rumah-rumah warga di wilayah selatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada sebuah tempat yang diam-diam menyimpan cerita unik sekaligus bikin penasaran namanya Goa Ngerong.

Sekilas memang terlihat biasa saja. Hanya aliran sungai kecil yang masuk ke rongga goa di sekitar permukiman warga. Tapi siapa sangka, di lokasi itu dipercaya sebagai habitat ikan keramat yang sudah dijaga turun-temurun sejak zaman nenek moyang.

Bagi saya pribadi merasa tempat-tempat seperti ini punya daya tarik tersendiri. Bukan cuma karena cerita mistisnya, tapi juga karena bagaimana masyarakat sekitar masih menjaga tradisi dan kepercayaan lokal di tengah kehidupan modern sekarang.

Lokasinya berada di kawasan Kecamatan Rengel, tak jauh dari perbatasan Kabupaten Bojonegoro. Di sana, ribuan ikan bader atau lebih dikenal sebagai ikan tawes hidup bebas di mulut goa Ngerong dengan air yang cukup jernih.

Anehnya, tidak ada warga yang berani menangkap atau membawa pulang ikan-ikan tersebut. Bagi masyarakat setempat, ikan itu dipercaya bukan hanya penghuni sungai biasa.

Goa Kecil di Tengah Kampung yang Menyimpan Cerita Lama

Kalau datang ke lokasi, suasananya memang terasa berbeda. Jalan kampung terlihat normal seperti permukiman pada umumnya. Anak-anak bermain, warga ngobrol santai di teras rumah, dan suara motor sesekali melintas.

Tapi begitu mendekati area goa, nuansanya berubah pelan-pelan.

Di areal rumah warga terdapat rongga goa batu kapur yang dialiri sungai kecil. Airnya mengalir masuk ke dalam lorong gelap yang ujungnya belum diketahui secara pasti.

Goa Ngerong

Goa Ngerong

Sebagian warga percaya aliran bawah tanah itu terhubung hingga ke Bengawan Solo Hilir, walaupun belum pernah ada penelitian resmi yang membuktikannya.

Hal yang paling dianggap aneh namun menarik tentu keberadaan ribuan ikan bader di sekitar mulut goa. Jumlahnya sangat banyak. Mereka berenang bebas tanpa takut manusia.

Biasanya kalau ada ikan sebanyak itu di sungai kampung, pasti sudah ada yang iseng mancing atau menjala. Tapi di tempat ini justru sebaliknya. Warga memilih membiarkan ikan-ikan tersebut tetap hidup alami.

Bahkan banyak orang datang hanya untuk melihat atau memberi makan ikan dari atas jembatan kecil di dekat aliran sungai.

Cerita soal ikan keramat di Rengel sudah hidup sejak lama. Warga percaya siapa pun yang nekat mengambil ikan dari area goa bisa mengalami hal buruk.

Ada yang menyebut pelakunya pernah jatuh sakit. Ada pula cerita lama tentang orang yang meninggal dunia setelah membawa pulang ikan dari lokasi tersebut. Meski kisah seperti ini sulit dibuktikan secara ilmiah, masyarakat tetap menghormati pantangan yang sudah diwariskan turun-temurun.

Buat sebagian orang luar, cerita semacam ini mungkin terdengar seperti mitos biasa. Tapi kalau sudah datang langsung ke lokasi dan melihat bagaimana warga benar-benar menjaga tempat itu, suasananya memang terasa berbeda.

Saya justru menganggapnya sebagai bentuk kearifan lokal. Kadang kepercayaan seperti ini tanpa sadar ikut menjaga ekosistem alam agar tetap lestari.

Bayangkan kalau semua ikan di sana bebas ditangkap. Mungkin habitatnya sudah lama punah karena ulah manusia yang sering merusak, seperti penggunaan setrum listrik atau racun ikan.

Kemunculan Ikan Aneh Truno Bader dan Truno Lele

Cerita yang terkesan horor dari kawasan goa ini adalah soal kemunculan ikan tak lazim yang dipercaya masih sesekali hadir.

Warga setempat menyebutnya “truno bader” untuk jenis ikan bader dan “truno lele” jika bentuknya menyerupai ikan lele.

Konon, ikan tersebut terlihat hanya memiliki kepala, duri, dan ekor tanpa daging utuh, tetapi tetap bisa berenang hidup di dalam air.

Sekilas terdengar seperti cerita urban legend khas kampung Jawa yang sering dibahas saat nongkrong malam. Tapi beberapa warga tua mengaku pernah melihat langsung kemunculan ikan itu, terutama di area sekitar mulut goa.

Cerita seperti ini justru yang membuat tempat tersebut terus menarik perhatian orang luar. Apalagi masyarakat sekitar percaya kemunculan ikan aneh itu bisa menjadi pertanda tertentu bagi orang yang melihatnya.

Meski begitu, warga tetap menyikapinya secara wajar. Tidak ada ritual berlebihan atau aktivitas yang mengarah ke hal mistis ekstrem. Kebanyakan warga hanya memilih menghormati keberadaan habitat di kawasan goa tersebut.

Habitat Ribuan Kelelawar yang Masih Alami

Bukan cuma ikan bader yang hidup di sana. Area goa juga menjadi habitat ribuan kelelawar atau lowo dalam bahasa Jawa.

Saat sore menjelang malam, kelelawar biasanya mulai keluar dari rongga goa secara berkelompok. Pemandangan itu cukup menghibur sekaligus sedikit menyeramkan kalau dilihat pertama kali.

Bisa dibayangkan suasana sore di lokasi itu pasti punya nuansa yang khas. Di satu sisi terlihat tenang karena berada di tengah kampung. Tapi di sisi lain, ada rongga goa gelap dengan suara air dan kelelawar beterbangan keluar saat matahari mulai tenggelam.

Mungkin itu juga yang membuat cerita mistis di tempat ini terus hidup sampai sekarang.

Tak hanya itu, warga juga tidak pernah mengganggu keberadaan kelelawar maupun ikan di area tersebut. Semuanya dibiarkan hidup alami.

Sebagian pengunjung bahkan sengaja datang untuk merekam suasana mistis di sekitar goa menggunakan ponsel mereka.

Cerita tentang ikan keramat sebenarnya bukan hal baru di Jawa Timur. Beberapa daerah lain juga memiliki kisah serupa tentang hewan yang dipercaya tidak boleh diganggu.

Di sejumlah wilayah, kepercayaan seperti ini justru menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

Bagi saya, hal paling penting bukan soal benar atau tidaknya cerita mistis tersebut. Yang lebih berarti adalah bagaimana tradisi lisan seperti ini masih terus dijaga dan diceritakan dari generasi ke generasi.

Di era sekarang ketika banyak orang sibuk dengan gadget dan media sosial, kisah-kisah lokal seperti ini justru terasa unik dan punya nilai tersendiri. Apalagi tempatnya benar-benar ada dan masih bisa dikunjungi secara langsung.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana gotong royong dalam perayaan Idul Adha di Blitar.

    Makna Kebersamaan di Balik Perayaan Idul Adha 1447 H di Blitar

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang bertepatan pada 27 Mei 2026 dalam kalender nasional, menjadi momen tepat untuk terus menebar kebaikan. Pada saat yang suci ini, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan menjalankan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW. Kegiatan ini […]

  • Gambar Ilustrasi

    7 Weton yang Diyakini Memiliki Pagar Gaib Bawaan Lahir, Disebut Sulit Terkena Santet Menurut Primbon Jawa

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dalam kepercayaan masyarakat Jawa kuno, weton bukan hanya dipakai untuk menghitung hari lahir atau menentukan kecocokan jodoh semata. Lebih dari itu, weton dipercaya menyimpan rahasia karakter, perjalanan hidup, hingga kekuatan spiritual seseorang. Tak heran jika hingga sekarang pembahasan tentang weton masih menarik perhatian banyak orang, terutama yang berkaitan dengan aura gaib dan perlindungan […]

  • Ilustrasi foto keris melambangkan pusaka gaib.

    Sering Alami Peristiwa Mistis dan Sulit Jodoh? Kenali 6 Tanda Pusaka Gaib Menyatu dalam Raga

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Konsep pusaka dalam pandangan budayawan Jawa tidak selalu merujuk pada objek fisik, seperti keris, tombak, atau mustika yang dapat dilihat dan disentuh. Di kalangan penganut Kejawen, khususnya mereka yang menekuni bidang spiritual, terdapat kepercayaan mengenai adanya pusaka gaib yang dapat melebur dengan raga seseorang tanpa tampak secara kasat mata. Banyak orang tidak menyadari […]

  • Ilustrasi budaya Jawa yang merefleksikan karakter dan nilai hidup dalam weton Senin Pon

    Karakter Weton Senin Pon: Sifat, Rezeki, dan Jalan Kesuksesan Menurut Primbon Jawa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dalam tradisi masyarakat Jawa, karakter seseorang dipercaya dapat diketahui melalui weton atau tanggal lahir berdasarkan kalender Jawa. Kepercayaan ini sudah mengakar sejak zaman dahulu dan terus diwariskan hingga kini. Namun, tidak banyak yang mengetahui dasar kepribadian mereka, mulai dari sifat, kelebihan, hingga potensi untuk meraih kesuksesan di masa depan. Tak hanya itu, setiap […]

  • Ilustrasi batu punden Joko Selining

    Misteri Punden Joko Selining: Situs Keramat Tanpa Tumbal di Tengah Kebun Tebu Mojokerto

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tepatnya di tengah hamparan perkebunan tebu terdapat sebuah situs yang dikeramatkan oleh warga setempat. Situs tersebut berupa sebuah batu yang dibalut kain poleng hitam-putih dan dikenal dengan nama Punden Joko Selining. Batu yang berada di bawah cungkup sederhana ini tidak hanya dianggap […]

  • Suasana jembatan menuju Gunung Kombang di kawasan Pantai Ngliyep, Malang Selatan.

    Menguak Misteri Gunung Kombang: Tempat Petilasan Sakral dan Jejak Ritual Nyi Roro Kidul di Pesisir Malang

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Siapa di sini yang tidak tahu Pantai Ngliyep? Pantai legendaris di pesisir selatan Kabupaten Malang ini memang terkenal dengan keindahan tebing-tebing karangnya yang gagah dan deburan ombak khas Samudra Hindia yang menggulung tinggi. Namun, jika Anda berjalan sedikit menyusuri area pantai ini, mata Anda akan tertuju pada sebuah bukit yang menjorok ke laut. […]

expand_less