Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Jejak Petilasan Raden Wijaya di Trowulan, Kisah Pusaka Keris dan Tombak yang Diyakini Muncul Misterius

Jejak Petilasan Raden Wijaya di Trowulan, Kisah Pusaka Keris dan Tombak yang Diyakini Muncul Misterius

NusaSpirit.com – Di tengah kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sebuah situs yang dikenal sebagai Siti Inggil tidak hanya meninggalkan cerita sejarah.

Di balik itu, kawasan kompleks ini juga menyimpan kisah yang berkaitan erat dengan Kerajaan Majapahit pada masa lampau.

Lokasi ini diyakini sebagai petilasan Raden Wijaya, tokoh penting Kerajaan Majapahit yang sempat memimpin sebagai raja pada era 1293–1309 M.

Pada hari – hari tertentu, areal ini tidak hanya ramai dikunjungi oleh para peziarah, tetapi juga menjadikannya sebagai salah satu tempat destinasi religi yang sarat akan nilai akulturasi budaya.

Situs ini berada di jantung wilayah Trowulan, yang secara geografis dikenal sebagai pusat Kerajaan Majapahit di wilayah barat Kabupaten Mojokerto, berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Surabaya.

Riwayat Raden Wijaya

Petilasan Raja Wijaya sebagai Raja sekaligus Pendiri Kerajaan Majapahit

Petilasan Raja Wijaya sebagai Raja sekaligus Pendiri Kerajaan Majapahit.

Raden Wijaya dikenal sebagai pendiri sekaligus raja pertama Majapahit. Dalam berbagai sumber sejarah, namanya berbeda-beda diantaranya adalah:

1. Kitab sastra Pararaton: Raden Wijaya / Raden Harsawijaya

2. Kitab sastra Negarakertagama: Dyah Wijaya

3. Prasasti Kudadu: Nararya Sanggramawijaya

Gelar resminya sebagai raja adalah Kertarajasa Jayawardhana.

Raden Wijaya masih terkait erat dengan Kerajaan Singosari. Ia dibesarkan di lingkungan Singosari dan merupakan keturunan Wangsa Rajasa yang dikenal sebagai cucu dari Mahisa Campaka (Narasinghamurti).

Namun, terdapat perbedaan sumber sejarah mengenai silsilah ayah Raden Wijaya. Menurut Kitab Pararaton, ia adalah anak dari Mahisa Campaka. Sementara itu, menurut Naskah Wangsakerta, ia merupakan putra dari Rakyan Jayadarma (pangeran dari Kerajaan Sunda-Galuh) dan Dyah Lembu Tal.

Karena itu muncul pendapat bahwa Raden Wijaya memiliki darah Sunda. Berdasarkan Naskah Wangsakerta dan Amanat Galunggung, Ayah Raden Wijaya adalah calon raja Sunda yang meninggal akibat diracun kemudian Ibunya membawa Wijaya ke Singosari. Adapun dari versi ini, Raden Wijaya dianggap sebagai keturunan keluarga kerajaan Sunda-Galuh.

Untuk pernikahanya Raden Wijaya disebut meminang putri-putri Raja Kertanegara dari Singosari, antara lain Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi, Gayatri. Ia juga disebut menikahi Dara Petak dari Melayu/Dharmasraya.

Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan besar oleh Jayakatwang raja kerajaan Kadiri (Daha) terhadap Singosari hingga runtuhnya dan tewasnya Raja Kertanegara.

Raden Wijaya melarikan diri dan mendapat bantuan dari Arya Wiraraja seorang ahli strategi politik ulung yang menjabat juga sebagai Bupati Sumenep Madura.

Dengan tipu muslihat, Raden Wijaya mendapat izin membuka Hutan Tarik. Di sana dibangun permukiman bernama Majapahit, berasal dari buah maja yang rasanya pahit.

Tahun 1293 pasukan Mongol utusan Kublai Khan datang ke Jawa untuk menghukum Kertanegara yang belum diketahui bahwa dirinya telah gugur pasca peperangan terhadap Jayakatwang. Raden Wijaya memanfaatkan mereka untuk mengalahkan Jayakatwang.

Setelah Jayakatwang kalah, Wijaya justru menyerang balik pasukan Mongol hingga mereka mundur dari Jawa. Setelah berhasil mengusir Mongol, Raden Wijaya menobatkan diri sebagai raja pertama Majapahit. Penobatan itu terjadi pada 12 November 1293.

Sanggar Pamujan, Titik Spiritual yang Dikaitkan dengan Raden Wijaya

 

Sanggar pamujan yang digunakan sebagai tempat berdoa dan berbagai macam bentuk ritual

Sanggar pamujan yang digunakan sebagai tempat berdoa dan berbagai macam bentuk ritual.

Abdul Gofur, juru kunci (kuncen) setempat, menuturkan bahwa kawasan Siti Inggil yang terletak di Desa Bejijong ini berdiri di atas struktur bata kuno bertingkat setinggi sekitar empat meter.

Struktur purbakala inilah yang diyakini masyarakat sebagai tempat ritual dan berdoa bagi para raja Majapahit serta para leluhur terdahulu. Di tempat itu, pengunjung masih bisa menemukan area yang disakralkan, termasuk Sanggar Pamujan.

Salah satu bagian penting dari kompleks Siti Inggil adalah Sanggar Pamujan, yang menurut Abdul Gofur merupakan tempat Raden Wijaya melakukan semedi dan pertapaan. Di lokasi ini, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki sebelum memasuki area yang dianggap sakral itu.

“Ini Sanggar Pamujan, tempat berdoanya Raden Wijaya. Jadi dulu beliau berdoa di sini,” ujar Abdul Gofur, Sabtu (16/5/2026).

Siti Inggil Trowulan dan Jejak Kepercayaan Majapahit

Kompleks Siti Inggil sendiri berada di kawasan yang sangat dekat dengan situs-situs penting peninggalan Majapahit di Trowulan.

Wilayah ini selama bertahun-tahun menjadi pusat penelitian arkeologi karena banyak ditemukan struktur bata kuno, candi, hingga artefak yang mengindikasikan kejayaan kerajaan besar di Nusantara tersebut.

Petilasan Sapu Angin dan Sapu Jagad dikenal sebagai Ajudan dari Raja Wijaya

Petilasan Sapu Angin dan Sapu Jagad dikenal sebagai Ajudan dari Raja Wijaya.

Di lokasi ini juga terdapat makam yang oleh masyarakat setempat diyakini sebagai bagian dari tokoh-tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Raden Wijaya. Beberapa di antaranya disebut sebagai ajudan sang raja, dengan nama unik seperti Sapu Jagat dan Sapu Angin.

Menurut Abdul Gofur, kedua tokoh tersebut diyakini memiliki peran penting dalam struktur spiritual dan keprajuritan pada masa Majapahit.

“Yang Sapu Angin itu kalau tiba biasanya ditandai dengan datangnya angin besar. Sedangkan Sapu Jagat itu yang menguasai kekuatan alam,” ujarnya.

Kisah Pusaka dan Pengalaman Mistis di Area Petilasan

Selain nilai sejarah dan spiritual, kawasan Siti Inggil juga menyimpan berbagai cerita yang dianggap sebagai pengalaman mistis oleh sebagian penjaga situs.

Abdul Gofur mengaku beberapa kali menyaksikan kejadian yang sulit dijelaskan secara rasional di area tersebut.

“Saya pernah lihat seperti pusaka keluar dari tembok, seperti ular kecil jatuh lalu berbunyi seperti kelonteng. Itu terjadi siang hari,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan pernah melihat penampakan benda yang disebut sebagai pusaka, seperti keris atau tombak, yang tampak muncul dan menghilang di area tertentu. Menurutnya, benda tersebut tidak dapat diambil oleh siapa pun yang mencoba melakukannya.

“Pernah ada orang yang mencoba mengambil, tapi tidak bisa dibawa. Biasanya kembali sendiri,” katanya.

Fungsi Situs dan Pelestarian oleh Pemerintah Desa

Secara administratif, situs Siti Inggil berada di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), namun pengelolaan harian dilakukan oleh pemerintah desa setempat. Struktur bangunan asli disebut masih dipertahankan, termasuk penggunaan bata kuno yang diyakini berasal dari masa Majapahit.

Di beberapa bagian, struktur bangunan ditutupi atau dilindungi menggunakan kain putih sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sakral yang diyakini masyarakat. Beberapa area juga hanya dibuka pada waktu tertentu, terutama saat ritual tahunan atau kegiatan adat.

Menurut pengelola, situs ini tidak hanya menjadi objek wisata sejarah, tetapi juga ruang spiritual yang masih aktif digunakan oleh sebagian masyarakat. Aktivitas peziarahan berlangsung hampir setiap hari, bahkan pada malam hari kawasan ini disebut tetap ramai dikunjungi. Jika anda ingin menelusuri jejak- jejak peninggalan sejarah di Jawa Timur bisa melihat salah satunya seperti makam mumbul Sidoarjo

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Replika uang kertas Indonesia emisi lama, Rp1.000 (1964) dan Rp1 (1960).

    Deretan Uang Kuno yang Diyakini Membawa Keberuntungan, dari Tiongkok hingga Nusantara

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi para kolektor seni, mengoleksi barang antik merupakan hobi yang mampu memenuhi minat dan kepuasan pribadi. Tak sedikit dari mereka yang rela melakukan perjalanan jauh ke berbagai daerah atau menjelajahi platform daring demi menemukan barang yang selama ini diincar. Menurut mereka, aktivitas ini menjadi kepuasan tersendiri, sekaligus dapat berfungsi sebagai investasi jangka panjang […]

  • Ilustrasi Kalender Jawa

    Tanggal Baik Pernikahan Februari 2026 Menurut Primbon Jawa (Lengkap)

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Penentuan tanggal pernikahan menggunakan kalender Jawa masih dianggap sebagai tradisi nenek moyang yang dilestarikan oleh sebagian masyarakat, khususnya dalam adat Jawa. Tradisi ini dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sekaligus ikhtiar agar pasangan pengantin dapat meniti kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan. Berdasarkan perhitungan dalam Primbon Jawa, terdapat sejumlah tanggal dan […]

  • Area pesarean Candi Mleri, peninggalan Kerajaan Singosari yang berada di kaki Gunung Pegat, Blitar.

    Misteri Candi Mleri Blitar, Situs Kuno Singosari yang Dikeramatkan Warga dan Cerita Macan Putih

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Berjarak sekitar 15 kilometer dari Alun-Alun Kota Blitar, terdapat sebuah situs peninggalan masa lampau yang dikaitkan dengan Kerajaan Singosari. Situs ini diyakini sebagai tempat yang dikeramatkan oleh warga di sekitar kompleks tersebut. Candi yang dikenal dengan nama Candi Mleri ini memang belum terlalu familiar di kalangan masyarakat luas. Namun, di balik ketenangannya, candi […]

  • Ayam Cemani dengan bulu hitam legam yang menjadi ciri khas ras langka asal Indonesia.

    Misteri Ayam Cemani: Fakta Ilmiah, Legenda Ki Ageng Makukuhan, dan Mitos Tolak Bala

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Ayam cemani adalah jenis ras langka Indonesia yang memiliki gen unik yang membuat warna seluruh tubuhnya, mulai dari bulu, kuku, paruh hingga daging, menjadi hitam pekat. Secara genetika, ayam ini muncul karena adanya mutasi genetik yang disebut fibromelanosis, yaitu adanya duplikasi gen Endothelin-3 (EDN3) yang menyebabkan produksi pigmen melanin meningkat lebih banyak daripada […]

  • Dialog spiritual ruqyah syariah antara Mongol Stres dan Ustaz Faisar di kanal Youtube Meja Mongol

    Dialog Mongol Stres dan Ustaz Faisar, Mengulas Ruqyah Syariah dan Fenomena Gangguan Nonmedis

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Fenomena gangguan nonmedis yang kerap dikaitkan dengan aspek spiritual kembali menjadi perbincangan menarik dalam dialog antara komedian Rony Imanuel, yang dikenal luas dengan nama panggung Mongol Stres, dan praktisi ruqyah Ustaz Muhammad Faisar. Dialog tersebut tersaji dalam kanal YouTube Meja Mongol dan langsung menyedot perhatian warganet karena mengungkap sejumlah pengalaman ekstrem yang jarang […]

  • Puluhan Biksu Tudong singgah di Candi Brahu, Trowulan, dalam perjalanan spiritual menuju Borobudur.

    Menapaki 666 Km, Kisah Haru dan Toleransi Saat Biksu Tudong Singgah di Candi Brahu

    • calendar_month 47 menit yang lalu
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Suasana di sekitar Candi Brahu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, mendadak padat pengunjung pada Minggu (17/5/2026). Puluhan Biksu Tudong yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara tampak memasuki kawasan situs peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut. Kedatangan mereka langsung berhasil menyedot perhatian masyarakat setempat, bahkan hingga luar daerah. Bagaimana tidak, para biksu ini sedang menjalani […]

expand_less