Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Lainnya » Amalan Bulan Suro: Gus Mukhlason Rosyid Ajak Masyarakat untuk Khalwat 10 Hari demi Bersihkan Hati

Amalan Bulan Suro: Gus Mukhlason Rosyid Ajak Masyarakat untuk Khalwat 10 Hari demi Bersihkan Hati

 

NusaSpirit.com – Ajakan menjalani khalwat selama 10 hari yang disampaikan Gus Mukhlason Rosyid saat menyambut momen Suroan atau Bulan Suro dinilai memiliki arti khusus.

Bulan Suro sendiri bertepatan dengan 1 Muharram dalam penanggalan Hijriah, yaitu hari istimewa ketika seluruh umat Muslim dianjurkan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta meningkatkan amal saleh.

Sementara itu, khalwat yang bermakna menyepi untuk mendekatkan diri kepada Allah dipandang sebagai cara yang mustajab untuk mengembalikan orientasi hidup sepenuhnya kepada Sang Pencipta.

Menurut Gus Mukhlason, banyak orang menganggap semua pencapaian dan bentuk kesuksesan dalam hidup berasal dari usaha mereka sendiri.

Pandangan semacam ini yang justru sering kali membuat seseorang tidak mampu mencapai kedekatan spiritual atau menemukan jalan menuju pintu Makrifat.

Ia mengajak para jamaahnya untuk mengisi waktu khalwat dengan memperbanyak amalan zikir, baik secara lisan maupun zikir qalbi, sambil mengarahkan hati agar meyakini bahwa segala yang terjadi di kehidupan sudah menjadi sebuah ketentuan dalam kehendak Allah.

“Setelah Magrib, bagusnya dimulailah khalwat. Saya minta dalam 10 hari ke depan anda harus menyibukkan rohaniah ini. Hati anda hanya berzikir sirul asrar,” ujar Gus Mukhlason.

Seruan ini tidak hanya ditujukan kepada para santrinya yang tinggal di pondok, melainkan juga kepada masyarakat saat menjalankan aktivitas di keseharian mereka. Ia berujar bahwa khalwat dapat dilakukan di mana saja selama seseorang menjaga fokus batinnya kepada Allah.

Fenomena pencarian hakikat seperti khalwat sendiri bukan hal baru di Indonesia. Dalam ilmu tasawuf, khalwat dikenal sebagai metode penyucian jiwa dengan mengurangi interaksi yang tidak perlu serta memperbanyak ibadah dan zikir.

Namun, Gus Mukhlason dalam hal ini memberikan wejangan yang lebih spesifik, yakni menghilangkan rasa “aku” atau keyakinan bahwa manusia adalah pelaku tunggal dari segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan.

Ia sering mengingatkan para jamaah untuk tidak terjerat dalam kebanggaan memiliki kendali sepenuhnya atas diri mereka sendiri. Menurutnya, kesadaran semacam itu malah dapat menghalangi seseorang untuk mencapai pengalaman batin yang lebih dalam.

“Anda harus menafikan bahwa segala sesuatu yang terjadi itu dikarenakan dari makhluk, kecuali iman itu sendiri yang dianugerahkan oleh Allah,” katanya.

Dalam ceramah itu, Gus Mukhlason, yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Jaya Baru Mojokerto, Jawa Timur, mengaitkan pesannya dengan kisah Nabi Yunus. Ia menganalogikan bahwa pengalaman Nabi Yunus berada dalam perut ikan menjadi pelajaran penting tentang proses pertobatan dan larangan bersandar pada siapapun terkecuali hanya Allah.

Meski demikian, konsep Makrifat dalam tradisi Islam umumnya dipahami sebagai pengalaman spiritual yang bersifat personal. Karenanya, individu yang tengah mencari jalan tersebut, lanjut Gus Mukhlason, harus mengikuti berbagai proses pembelajaran yang berkesinambungan.

Tahapan ini dimulai dari memperdalam pengetahuan agama, memperbaiki karakter, serta menjaga keseimbangan antara hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia) serta meningkatkan kualitas iman dalam diri.

Gus Mukhlason menilai, kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah tidak boleh ditunda. Sebab, menurutnya, tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan datang.

“Jangan meninggal sebelum ketemu Gusti Allah. Lekas kembali kepada Allah sebelum datang kematianmu,” paparnya.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayam Cemani dengan bulu hitam legam yang menjadi ciri khas ras langka asal Indonesia.

    Misteri Ayam Cemani: Fakta Ilmiah, Legenda Ki Ageng Makukuhan, dan Mitos Tolak Bala

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Ayam cemani adalah jenis ras langka Indonesia yang memiliki gen unik yang membuat warna seluruh tubuhnya, mulai dari bulu, kuku, paruh hingga daging, menjadi hitam pekat. Secara genetika, ayam ini muncul karena adanya mutasi genetik yang disebut fibromelanosis, yaitu adanya duplikasi gen Endothelin-3 (EDN3) yang menyebabkan produksi pigmen melanin meningkat lebih banyak daripada […]

  • Ubo rampe atau sesajen dalam tradisi Jawa

    Makna Ubo Rampe atau Sesajen Dalam Tradisi Jawa beserta Macam-macamnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi masyarakat Jawa, istilah ubo rampe masih sangat familiar di kalangan tradisional. Namun, di era modern seperti sekarang, tidak sedikit masyarakat yang belum memahami sepenuhnya makna dari ubo rampe. Ubo rampe, merujuk dari naskah klasik Jawa Serat Centhini yang disusun pada abad ke-19, dikenal sebagai rangkaian sesaji atau hasil sedekah bumi. Ubo rampe […]

  • Jalur utama menuju kawasan wisata Gunung Kelud di Jawa Timur

    Menapaki Wisata Gunung Kelud: Antara Keindahan Alam, Sejarah, dan Legenda Mistis Lembu Suro

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Gunung Kelud, sebuah dataran tinggi yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih menjadi salah satu primadona tujuan wisata bagi para traveler untuk melihat keindahan alam yang alami. Dengan memiliki ketinggian sekitar 1.731 meter di atas permukaan laut, gunung yang dinyatakan masih aktif hingga sekarang ini, […]

  • Ilustrasi Sumur Tiban di Bulukidul, Boyolali, yang konon dijaga oleh entitas gaib Raden Ayu Sri Raharjo

    Misteri Lima Sumur Tiban di Lereng Gunung Merapi, Konon Dijaga Raden Ayu Sri Raharjo

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Fenomena mistis terjadi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Bulukidul, Desa Surotelang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kawasan yang dikenal sarat cerita gaib ini menyimpan kisah janggal tentang kemunculan lima sumur misterius yang hingga kini sulit dijelaskan secara logika. Menurut penuturan Mbah Citro, salah satu sesepuh desa, sebelum era 1970-an masyarakat […]

  • pasangan romantis sebagai ilustrasi tanda jodoh menurut primbon Jawa

    7 Tanda Segera Menemukan Jodoh Menurut Ilmu Titen dan Primbon Jawa

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    Nusaspirit.com – Menikahi seseorang yang dicintai merupakan impian banyak orang. Namun, bagi mereka yang masih sendiri, menantikan kehadiran sosok yang kelak dianggap sebagai jodoh bukanlah hal yang mudah dan sering kali sulit ditebak. Meski demikian, dalam tradisi Jawa dikenal salah satu warisan pengetahuan leluhur yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, yaitu ilmu titen. […]

  • Truno Lele

    Misteri Goa Ngerong Rengel: Habitat Ikan Keramat dan Mitos Truno Bader dan Lele di Tuban

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah padatnya rumah-rumah warga di wilayah selatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada sebuah tempat yang diam-diam menyimpan cerita unik sekaligus bikin penasaran namanya Goa Ngerong. Sekilas memang terlihat biasa saja. Hanya aliran sungai kecil yang masuk ke rongga goa di sekitar permukiman warga. Tapi siapa sangka, di lokasi itu dipercaya sebagai habitat […]

expand_less