Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Kesaktian Kyai Brojohanilo, Tokoh Sakral Klaten, Jawa Tengah yang Makamnya Tak Pernah Sepi Peziarah

Kesaktian Kyai Brojohanilo, Tokoh Sakral Klaten, Jawa Tengah yang Makamnya Tak Pernah Sepi Peziarah

Tradisi Wayang Kulit yang Sakral

Ilustrasi pagelaran wayang kulit dalam rangka tradisi Suroan di makam Kyai Brojohanilo, Trucuk, Klaten

Ilustrasi pagelaran wayang kulit dalam rangka tradisi Suroan di makam Kyai Brojohanilo, Trucuk, Klaten.

Salah satu tradisi unik yang masih dijaga adalah pagelaran wayang kulit sehari semalam di makam Kyai Brojo Anila.

Tradisi ini digelar setiap tahun, tepatnya pada minggu kedua Bulan Suro menurut penanggalan Jawa. Konon, jika tradisi ini absen digelar, desa diyakini akan mengalami musibah atau pagebluk.

Keyakinan tersebut bukan tanpa dasar. Pada tahun 1990-an, selama tiga tahun berturut-turut, pagelaran wayang kulit sempat tidak digelar. Awalnya, tidak ada firasat apa pun. Namun, setelah tiga tahun absen, mulai muncul kematian mendadak warga satu per satu, tanpa tanda-tanda sakit.

Total sekitar puluhan orang meninggal secara misterius, bahkan ada yang jatuh saat berjalan atau tidak bangun lagi saat tidur.

Kejadian tersebut membuat warga resah dan mencari bantuan paranormal, namun tidak ada yang mampu menjelaskan penyebabnya.
Akhirnya, juru kunci makam Mbah Sastro bersama para sesepuh desa bersepakat untuk kembali menggelar wayang kulit secara sederhana.

“Setelah wayang kembali digelar, kejadian aneh itu berhenti. Sejak saat itu, tradisi ini tidak pernah ditinggalkan lagi,” ujar Mbah Sastro, sebagai bentuk penghormatan kepada Kyai Brojo Anila.

Dalang yang mementaskan wayang kulit di makam ini pun percaya, siapa pun yang ikut pentas akan mendapatkan keberuntungan dan kemampuan, bahkan dipercaya dapat menjadi dalang yang dikenal luas.

Batu Megantoro (Jaran Toleh) yang Sakral

Batu Megantoro atau Jaran Toleh yang berada di kompleks makam Kyai Brojohanilo dan dipercaya memiliki nilai kesakralan tersendiri.

Batu Megantoro atau Jaran Toleh yang berada di kompleks makam Kyai Brojohanilo dan dipercaya memiliki nilai kesakralan tersendiri.

Kepercayaan terhadap kesaktian Kyai Brojohanilo juga tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Batu Megantoro, atau yang dikenal masyarakat sebagai Jaran Toleh.

Selain makam, terdapat Batu Megantoro yang dianggap sakral. Batu ini diyakini jatuh dari langit dan menyerupai kepala kuda yang berpaling ke samping. Dalam penafsiran masyarakat setempat, nama Megantoro dimaknai sebagai benda yang berasal dari angkasa.

Legenda setempat menyebutkan, Kyai Brojo Anila bersama istrinya pernah melakukan semedi atau topo broto, hingga menyaksikan sebuah benda jatuh dari langit dengan bentuk menyerupai jaran toleh.

Batu inilah yang kemudian dipercaya sebagai peliharaan rohani Kyai Brojohanilo dan menjadi bagian penting dari kesakralan makam.

Fisik Batu Megantoro yang keras dan menyerupai logam yang biasa digunakan untuk membuat keris kuno semakin menambah keyakinan masyarakat akan kekuatan spiritual yang dikandungnya.

Dalam cerita yang berkembang, kekuatan spiritual Jaran Toleh diyakini dapat menampakkan tanda-tanda tertentu, terutama pada malam-malam khusus, sebagai isyarat akan terjadinya peristiwa besar di desa.

Keanehan Batu Megantoro juga dipercaya terbukti dari beberapa kejadian. Salah satunya, seorang remaja yang meremehkan batu ini mengalami pembengkakan parah pada alat kelaminnya, menyerupai lengan orang dewasa, dan baru sembuh setelah keluarganya memohon di makam Kyai Brojo Anila.

Akibat seringnya orang mengambil batu tersebut, masyarakat akhirnya memagarinya dengan tembok dan pintu besi agar tetap dihormati dan tidak disalahgunakan.

Latest comments (1)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patung Bung Karno setinggi lima meter yang menjadi ikon baru kawasan Istana Gebang, Kota Blitar.

    Renovasi Istana Gebang Rampung, Megawati Resmikan Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Blitar

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Renovasi Istana Gebang, tempat kediaman Presiden Soekarno yang berada di Jalan Sultan Agung, Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, kini telah rampung. Bangunan yang didirikan pada tahun 1884 pada masa kolonial Belanda tersebut diresmikan secara langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada Senin (15/6/2026). Sebelumnya, proses restorasi bangunan telah berlangsung selama enam […]

  • Suasana sebuah tempat usaha yang terlihat lengang dan sepi secara tiba-tiba.

    Solusi Mengatasi Usaha yang Diduga Terkena Santet, dari Tanda-Tanda hingga Cara Penanganan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, banyak pelaku bisnis yang mengaku pernah mengalami kondisi yang terasa janggal. Mulai dari omzet yang tiba-tiba turun drastis, suasana tempat usaha yang mendadak tidak nyaman, sampai munculnya konflik tanpa sebab yang jelas. Di masyarakat Indonesia, kejadian seperti ini sering dikaitkan dengan hal-hal non-fisik, seperti santet, teluh, […]

  • Penampakan jalur baru menuju Goa Tetes Lumajang yang kini mempermudah akses wisatawan.

    Info Rute, Harga Tiket, dan Jalur Baru Goa Tetes Lumajang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Goa Tetes yang berada di kawasan Tumpak Sewu kini semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan. Penyebabnya sederhana, akses menuju lokasi utama sekarang jauh lebih cepat setelah dibukanya jalur baru berupa tangga besi dan lintasan pejalan kaki yang lebih aman. Kalau dulu pengunjung harus menghabiskan waktu sekitar 15 hingga 25 menit untuk turun dan kembali […]

  • Ciri- ciri orang terkena pelet

    Kenali Ciri-Ciri Orang Terkena Pelet: Rindu Tak Wajar, Emosi Tidak Stabil, hingga Perilaku Aneh

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Hasrat untuk mencintai seseorang adalah hal yang wajar dan manusiawi. Setiap orang tentu pernah merasakan rasa sayang, kangen, dan keinginan untuk selalu dekat dengan orang yang dicintai. Namun, dalam beberapa kondisi, ada orang yang merasakan rindu secara berlebihan. Mereka terus terbayang-bayang sosok tertentu, sulit melupakannya, dan merasa gelisah jika tidak bertemu, meskipun baru […]

  • Kawanan lele memenuhi aliran sungai dangkal di lereng Gunung Cumbri, Dusun Jatisari, Wonogiri, yang dipercaya warga sebagai habitat ikan sakral.

    Lele Sakral di Lereng Gunung Cumbri, Mitos yang Membuat Warga Tak Berani Menangkapnya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di sebuah aliran sungai dangkal di Dusun Jatisari, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terdapat pemandangan yang tidak biasa. Ratusan hingga ribuan ikan lele terlihat hidup bebas di sela-sela bebatuan sungai kecil yang berada di kaki Gunung Cumbri, kawasan perbatasan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Airnya tidak terlalu deras, bahkan pada […]

  • Jembatan Cangar di kawasan hutan pegunungan antara Kota Batu dan Mojokerto, Jawa Timur.

    Jejak Sejarah dan Kisah Mistis Jembatan Cangar di Jalur Pegunungan Batu- Mojokerto Jawa Timur

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di Jawa Timur, berdasarkan data statistik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga tahun 2026, tercatat sekitar 79 jembatan yang masih berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah. Salah satunya adalah Jembatan Cangar, yang berada di kawasan pegunungan pada jalur penghubung antara Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Jembatan ini terletak di kawasan Taman Hutan […]

expand_less