Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Primbon Jawa » Solusi Mengatasi Usaha yang Diduga Terkena Santet, dari Tanda-Tanda hingga Cara Penanganan

Solusi Mengatasi Usaha yang Diduga Terkena Santet, dari Tanda-Tanda hingga Cara Penanganan

NusaSpirit.com – Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, banyak pelaku bisnis yang mengaku pernah mengalami kondisi yang terasa janggal. Mulai dari omzet yang tiba-tiba turun drastis, suasana tempat usaha yang mendadak tidak nyaman, sampai munculnya konflik tanpa sebab yang jelas.

Di masyarakat Indonesia, kejadian seperti ini sering dikaitkan dengan hal-hal non-fisik, seperti santet, teluh, atau guna-guna. Percaya atau tidak, anggapan ini masih cukup kuat dan sering dibicarakan, terutama di kalangan masyarakat tertentu.

Dari cerita turun-temurun, ada beberapa cara yang dipercaya bisa membantu mengatasi hal tersebut. Cara-cara ini biasanya menggabungkan metode tradisional dengan pendekatan spiritual, khususnya bagi umat Muslim.

Berikut rangkuman penjelasannya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Tanda-Tanda Usaha Diduga Terkena Santet

Salah satu tanda yang paling sering disebut adalah perubahan kondisi usaha yang terjadi secara tiba-tiba. Misalnya, toko yang sebelumnya ramai pembeli mendadak sepi, padahal tidak ada perubahan pada produk atau pelayanan.

Selain itu, ada juga beberapa hal lain yang sering dikaitkan, seperti:

  1. Munculnya tanah asing di sekitar tempat usaha
  2. Suasana terasa panas, tidak nyaman, dan bikin emosi mudah terpancing
  3. Sering terjadi cekcok kecil yang tiba-tiba membesar
  4. Ada kejadian aneh yang sulit dijelaskan

Hal-hal ini memang tidak selalu bisa dipastikan penyebabnya, tapi dalam kepercayaan tertentu sering dianggap sebagai tanda adanya gangguan.

Cara Tradisional: Membersihkan Energi Negatif

Salah satu cara yang sering dibagikan adalah metode orang-orang dulu atau sering disebut “cara simbah”. Cara ini cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri.

Langkah-langkahnya:

Pertama, siapkan sapu lidi lama atau sapu kawak. Semakin lama usia sapu tersebut, dipercaya semakin kuat untuk membantu membersihkan hal-hal negatif.

Kedua, lakukan menyapu saat waktu magrib. Waktu ini dipercaya sebagai momen yang pas untuk membersihkan hal-hal yang tidak terlihat.

Ketiga, saat menyapu, ucapkan niat dalam hati atau lisan. Tujuannya memohon kepada Tuhan agar tempat usaha dibersihkan dari hal-hal buruk.

Keempat, lakukan selama 7 hari berturut-turut tanpa putus.

Menurut cerita yang beredar, biasanya di hari ketiga akan muncul tanda tertentu, seperti suara di sekitar tempat usaha. Hal ini dipercaya sebagai tanda bahwa gangguan mulai berkurang.

Penanganan Lanjutan dengan Air dan Doa

Jika muncul tanda tersebut, langkah berikutnya adalah menyiram area yang dicurigai dengan campuran sederhana, yaitu:

  • Air bersih
  • Daun kelor
  • Garam kasar

Campuran ini kemudian didoakan sesuai keyakinan masing-masing, lalu disiramkan ke titik yang dianggap bermasalah. Dalam kepercayaan masyarakat, daun kelor sering digunakan untuk menolak hal negatif, sementara garam dipercaya bisa menetralisir.

Pendekatan Spiritual untuk Umat Muslim

Selain cara umum, ada juga cara khusus bagi umat Muslim yang lebih menekankan pada doa dan ibadah.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Puasa sunah selama 3 hari (Selasa sampai Kamis)
  2. Salat hajat di malam hari, terutama setelah tengah malam
  3. Membaca dzikir “Hasbunallah wa ni’mal wakil” sebanyak 1.000 kali setelah salat

Amalan ini dilakukan selama tiga malam berturut-turut. Tujuannya untuk memohon perlindungan dan pertolongan dari Tuhan agar dijauhkan dari segala gangguan.

Sikap yang Dianjurkan: Ikhlas dan Tidak Membalas

Yang tidak kalah penting adalah sikap dalam menghadapi kondisi ini. Pelaku usaha disarankan untuk tidak membalas atau berniat buruk kepada orang lain.

Sebaliknya, lebih baik tetap tenang, ikhlas, dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Sikap seperti ini dipercaya bisa membuat hati lebih kuat dan usaha kembali berjalan dengan baik.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juru kunci Gunung Kawi, Pak Narko, menjelaskan sejarah serta tradisi ziarah yang masih dijaga di kawasan Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

    Menguak Sisi Mistis Gunung Kawi, Dari Ritual Ngalap Berkah hingga Kisah Pejabat dan Pengusaha Datang Berziarah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kabut tipis mulai turun saat admin memasuki kawasan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Udara pegunungan yang dingin langsung terasa begitu melewati gerbang utama kawasan wisata religi tersebut. Aroma dupa samar mulai tercium dari kejauhan, bercampur dengan wangi bunga tabur yang dijual di sepanjang jalan menuju area pesarean. Perjalanan menuju Gunung Kawi […]

  • Masjid Al Faqih, pusat Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Dukuh Bandung, Tlogo, Kanigoro, Blitar.

    Mengenal KH Imam Faqih, Perintis Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Tlogo, Kanigoro, Blitar

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Di balik berkembangnya ajaran Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Blitar, Jawa Timur, tersimpan sosok ulama yang namanya masih hidup dalam ingatan masyarakat setempat, yakni KH Imam Faqih. Meski jejak tertulis tentang beliau tidak banyak ditemukan, kisah hidupnya terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita keluarga dan para sesepuh desa. Dari sanalah potret perjuangan […]

  • Replika uang kertas Indonesia emisi lama, Rp1.000 (1964) dan Rp1 (1960).

    Deretan Uang Kuno yang Diyakini Membawa Keberuntungan, dari Tiongkok hingga Nusantara

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi para kolektor seni, mengoleksi barang antik merupakan hobi yang mampu memenuhi minat dan kepuasan pribadi. Tak sedikit dari mereka yang rela melakukan perjalanan jauh ke berbagai daerah atau menjelajahi platform daring demi menemukan barang yang selama ini diincar. Menurut mereka, aktivitas ini menjadi kepuasan tersendiri, sekaligus dapat berfungsi sebagai investasi jangka panjang […]

  • Sudut area petilasan di kawasan Gunung Mulia yang dilengkapi atribut simbolik dan foto tokoh, sebagaimana dijaga dan dirawat oleh pengelola situs.

    Napak Tilas Gunung Mulia: Menyimpan Cerita Ulama Sepuh hingga Pesanggrahan Nyi Roro Kidul

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Kawasan Gunung Mulia di pesisir selatan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu objek wisata religi yang hingga kini masih ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Lokasi ini dikenal memiliki cerita sejarah yang panjang dan keterkaitan erat dengan sejumlah petilasan serta makam tokoh spiritual, ulama sepuh, hingga Presiden pertama Republik […]

  • Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa saat ini, Jakarta, situs perdagangan penting pada era kerajaan Sunda. Foto: Pexels

    Menelusuri Jejak Sejarah Jakarta: Dari Sunda Kelapa hingga Jakarta Modern

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jakarta, dengan luas wilayah sekitar 664 km², merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa pada 2025–2026. Secara geografis, Jakarta terletak di pantai utara Pulau Jawa, berbatasan langsung dengan Provinsi Banten di barat, Jawa Barat di selatan dan timur, serta Laut Jawa di utara. Populasi masyarakat Jakarta […]

  • Ilustrasi foto perempuan tidur saat senja

    Mengapa Orang Tua Jawa Melarang Tidur Saat Magrib? Inilah Alasannya Menurut Petuah Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tidur di siang hari pada dasarnya berfungsi untuk mengembalikan kondisi tubuh yang lelah setelah menjalani aktivitas padat. Secara medis, istirahat singkat justru dapat membantu menjaga konsentrasi dan stamina. Namun, berbeda halnya dengan tidur pada waktu menjelang malam, khususnya saat magrib. Bagi sebagian masyarakat yang masih memegang erat tradisi dan nilai budaya, terutama yang […]

expand_less