Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Misteri Jembatan Kembar Cangar Kembali Jadi Sorotan, Praktisi Spiritual Ungkap Dugaan “Perjanjian Lama” di Lokasi Ini

Misteri Jembatan Kembar Cangar Kembali Jadi Sorotan, Praktisi Spiritual Ungkap Dugaan “Perjanjian Lama” di Lokasi Ini

NusaSpirit.com – Kawasan Jembatan Kembar Cangar di jalur penghubung Kota Batu dan Mojokerto kembali ramai dibicarakan publik. Bukan karena keindahan alamnya, melainkan deretan cerita mistis yang terus muncul dari lokasi itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah berkabut di lereng pegunungan yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, tepatnya di kaki Gunung Arjuno dan Welirang, memang kerap dikaitkan dengan berbagai kisah horor. Mulai dari penampakan misterius hingga tragedi yang disebut-sebut sulit dijelaskan secara logika.

Belakangan ini, sebuah video eksplorasi yang beredar di media sosial dan dilakukan sejumlah kreator konten bersama seorang praktisi spiritual kembali menarik perhatian publik.

Mereka mencoba mengulas sisi lain Jembatan Kembar Cangar dari sudut pandang spiritual. Mulai dari keberadaan makam misterius di dekat jembatan, cerita tentang makhluk gaib, hingga dugaan adanya “perjanjian lama” yang dipercaya sebagian orang masih berkaitan dengan lokasi itu.

Meski menuai pro dan kontra mengenai kebenaran kisah yang beredar, suasana Jembatan Cangar yang dingin, berkabut, dan dikelilingi jurang memang membuat tempat ini terasa mencekam. Apalagi jalur itu juga dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di kawasan pegunungan Jawa Timur.

Dalam penelusurannya, praktisi spiritual yang diperkenalkan dengan nama samaran “Ki Jatmiko” mengaku merasakan aura berbeda di sekitar kawasan jembatan. Ia bahkan menyebut makam kembar di dekat lokasi bukan makam asli, melainkan petilasan yang dibuat agar terlihat angker.

Makam Kembar Disebut Hanya Petilasan

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keberadaan makam kembar yang terletak tidak jauh dari jembatan. Menurut penuturan Ki Jatmiko, lokasi itu tidak memiliki jasad di dalamnya.

Ia mengklaim tempat tersebut hanya dibuat menyerupai makam agar terkesan mistis. Menurutnya, bangunan itu lebih mengarah pada simbol atau petilasan ketimbang tempat pemakaman sungguhan.

“Saya melihat tempat ini lebih seperti petilasan daripada makam sebenarnya. Nuansa mistisnya terasa kuat karena suasana alam di kawasan ini juga mendukung,” ujar Ki Jatmiko, Sabtu (9/5/2026)

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi maupun bukti sejarah dari pihak terkait yang dapat memastikan asal-usul dua makam dengan nisan berbalut kain putih itu.

Cerita Tentang “Perkampungan Gaib” di Sekitar Jurang

Dalam eksplorasinya, Ki Jatmiko juga mengungkap penglihatannya mengenai kawasan jurang di bawah Jembatan Kembar Cangar. Ia mengaku melihat adanya semacam “perkampungan gaib” dengan tingkatan berbeda.

Ia menggambarkan kawasan itu seperti memiliki beberapa lapisan tempat tinggal makhluk tak kasat mata. Bahkan disebut ada sosok tertentu yang dipercaya sering menampakkan diri kepada pengendara ketika kondisi mental mereka sedang tidak stabil.

Tak hanya itu, ia juga mengaku melihat entitas astral seperti genderuwo, kepala buntung, hingga siluman ular besar yang dipercaya menjadi penguasa kawasan itu.

Menurut penuturannya, makhluk-makhluk tersebut diyakini kerap memengaruhi orang yang sedang mengalami tekanan batin atau pikiran kosong.

Pengendara Disebut Rentan Mengalami Halusinasi

Kisah lain yang turut mencuat adalah dugaan adanya pengaruh psikologis terhadap pengendara yang melintas di jalur Cangar.

Ki Jatmiko menjelaskan bahwa seseorang yang sedang mengalami stres berat atau tekanan mental dipercaya lebih mudah mengalami sugesti.

Dalam kondisi seperti itu, seseorang disebut rentan mengalami halusinasi ataupun kehilangan fokus saat berkendara.

“Kadang seseorang merasa melihat sesuatu yang indah atau menenangkan, padahal sebenarnya dia sedang kehilangan fokus. Itu yang menurut saya bisa berbahaya ketika melintas di jalur seperti ini,” katanya.

Ia bahkan mengaitkan hal itu dengan beberapa kejadian tragis yang sempat viral di kawasan Jembatan Cangar dalam beberapa waktu terakhir.

Kisah Naga Hijau Penguasa Kawasan Cangar

Cerita lain yang paling mencuri perhatian adalah pengakuan mengenai sosok naga hijau raksasa yang dipercaya berada di sekitar air terjun dekat jembatan.

Ki Jatmiko mengaku melihat sosok ular besar melingkari area Jembatan Cangar. Bahkan ia menyebut makhluk itu sebagai “penguasa tertinggi” kawasan tersebut.

Dalam penuturannya, sosok itu dipercaya berkaitan dengan perjanjian lama yang konon sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Ia menghubungkan cerita itu dengan sejarah pembukaan jalur Cangar pada masa lampau.

Menurut versinya, kawasan tersebut dulunya merupakan hutan lebat yang dibuka pada era kerajaan sebagai jalur penghubung antarwilayah. Ia menyebut proses pembukaan kawasan dilakukan melalui ritual tertentu yang kemudian memunculkan kepercayaan soal tumbal dan sesaji.

“Cerita tentang perjanjian lama itu memang masih dipercaya sebagian warga. Benar atau tidaknya tentu sulit dibuktikan, tapi kisahnya terus diwariskan dari generasi ke generasi,” ucapnya.

Meski demikian, cerita itu belum memiliki bukti sejarah resmi dan lebih dikenal sebagai cerita tutur atau urban legend yang berkembang di masyarakat.

Jalur Cangar Memang Punya Aura Mencekam

Terlepas dari benar atau tidaknya cerita mistis yang beredar, jalur Cangar memang memiliki suasana yang cukup menyeramkan, terutama saat malam hari.

Kabut tebal, tikungan tajam, jurang dalam, serta minimnya penerangan membuat kawasan ini terasa sunyi dan menegangkan. Kondisi seperti itulah yang sering memicu imajinasi banyak orang, apalagi setelah berbagai konten horor tentang Cangar ramai di media sosial.

Tidak sedikit pengendara yang mengaku merasa merinding saat melintas di kawasan itu, khususnya ketika cuaca sedang berkabut.

Seorang pengendara yang memperkenalkan diri sebagai “Ardi” mengaku pernah mendengar cerita dari warga sekitar tentang penampakan sosok perempuan berambut panjang yang disebut sering terlihat di area atas jembatan saat malam hari.

“Katanya pernah ada yang melihat sosok seperti kuntilanak bergelantungan di atas jembatan ketika kabut sedang tebal. Saya sendiri tidak tahu benar atau tidak, tapi suasananya memang bikin merinding,” ujarnya.

Faktor alam inilah yang kemungkinan besar membuat cerita-cerita mistis di Cangar terus berkembang dari generasi ke generasi.

Hingga kini, Jembatan Kembar Cangar masih menjadi salah satu lokasi paling misterius di Jawa Timur. Di balik keindahan alamnya, kawasan ini terus menyimpan berbagai cerita yang membuat banyak orang penasaran sekaligus merinding saat melewatinya.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mbah Nardi menunjukkan sejumlah pusaka koleksinya di Pasar Burung Joyo Madiun. Tangkapan layar YouTube Pakdhe Yadi.

    Di Balik Riuh Pasar Burung Joyo Madiun: Kisah Mbah Nardi Menjaga Tradisi Kejawen Lewat Benda Bertuah

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah deretan penjual burung dan perlengkapan hewan peliharaan, terdapat lapak sederhana yang justru dipadati pengunjung karena menjajakan benda-benda antik, pusaka, hingga perlengkapan bernuansa mistis dan spiritual Jawa. Lapak itu milik seorang pedagang yang memperkenalkan dirinya sebagai Mbah Nardi. Ia dikenal sebagai penjual barang-barang klenik yang hanya membuka pajangan dagangnya setiap hari Minggu […]

  • Gambar menunaikan salat Jumat

    Kajian Ilmu Fiqih tentang Meninggalkan Sholat Jumat 3 Kali dan Panduan Lengkap Niat dan Bacaanya

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi kaum muslimin, terutama laki-laki, melaksanakan ibadah salat Jumat hukumnya adalah fardu ain (wajib). Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, jika seseorang dengan sengaja meninggalkan salat Jumat secara berturut-turut hingga sebanyak tiga kali tanpa adanya uzur syar’i (sah), seperti sakit berat, musafir (bepergian), atau cuaca ekstrem, maka ia akan mendapatkan konsekuensi berupa dosa besar. […]

  • Ilustrasi

    7 Ciri Mata Batin Terbuka Sempurna, Benarkah Bisa Dirasakan? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernah nggak sih kamu merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirimu? Entah itu perasaan jadi lebih tenang, lebih peka terhadap sekitar, atau bahkan seperti “menangkap” hal-hal yang sebelumnya nggak pernah kamu sadari. Banyak orang mengaitkan pengalaman seperti ini dengan apa yang disebut sebagai terbukanya mata batin. Istilah ini memang sudah lama dikenal, terutama […]

  • Ilustrasi Sumur Tiban di Bulukidul, Boyolali, yang konon dijaga oleh entitas gaib Raden Ayu Sri Raharjo

    Misteri Lima Sumur Tiban di Lereng Gunung Merapi, Konon Dijaga Raden Ayu Sri Raharjo

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Fenomena mistis terjadi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Bulukidul, Desa Surotelang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kawasan yang dikenal sarat cerita gaib ini menyimpan kisah janggal tentang kemunculan lima sumur misterius yang hingga kini sulit dijelaskan secara logika. Menurut penuturan Mbah Citro, salah satu sesepuh desa, sebelum era 1970-an masyarakat […]

  • Ilustrasi foto keris melambangkan pusaka gaib.

    Sering Alami Peristiwa Mistis dan Sulit Jodoh? Kenali 6 Tanda Pusaka Gaib Menyatu dalam Raga

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Konsep pusaka dalam pandangan budayawan Jawa tidak selalu merujuk pada objek fisik, seperti keris, tombak, atau mustika yang dapat dilihat dan disentuh. Di kalangan penganut Kejawen, khususnya mereka yang menekuni bidang spiritual, terdapat kepercayaan mengenai adanya pusaka gaib yang dapat melebur dengan raga seseorang tanpa tampak secara kasat mata. Banyak orang tidak menyadari […]

  • Prosesi adat dalam rangkaian tradisi Bulan Suro.

    Sakralnya Bulan Suro: Dari Larung Sesaji Hingga Penjamasan Benda Pusaka

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bulan Suro, atau sering disebut Suroan, dipandang sebagai momen yang identik dengan hal-hal mistis dan supranatural. Sebagian masyarakat, khususnya suku Jawa, menyambut peristiwa ini dengan menggelar berbagai ritual khusus, seperti penjamasan benda pusaka, larung sesaji, sedekah bumi, hingga bersih desa. Berbagai ritual adat tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan keselarasan hubungan antara manusia, alam, […]

expand_less