Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Berita Budaya » Dialog Mongol Stres dan Ustaz Faisar, Mengulas Ruqyah Syariah dan Fenomena Gangguan Nonmedis

Dialog Mongol Stres dan Ustaz Faisar, Mengulas Ruqyah Syariah dan Fenomena Gangguan Nonmedis

NusaSpirit.com – Fenomena gangguan nonmedis yang kerap dikaitkan dengan aspek spiritual kembali menjadi perbincangan menarik dalam dialog antara komedian Rony Imanuel, yang dikenal luas dengan nama panggung Mongol Stres, dan praktisi ruqyah Ustaz Muhammad Faisar.

Dialog tersebut tersaji dalam kanal YouTube Meja Mongol dan langsung menyedot perhatian warganet karena mengungkap sejumlah pengalaman ekstrem yang jarang dibicarakan secara terbuka.

Berbagai isu diulas dalam perbincangan itu, mulai dari praktik ruqyah syar’i hingga tanda-tanda yang kerap dialami pasien sebagai indikasi adanya gangguan nonmedis.

Tak hanya itu, Ustaz Faisar juga membagikan pengalamannya menangani beragam kasus ruqyah, mulai dari gangguan metafisik hingga kejadian yang sulit dijelaskan secara medis.

Salah satu kisah yang paling mengejutkan adalah seorang anak sekolah dasar yang mengalami muntah paku dan jarum disertai keluarnya darah, tanpa adanya luka fisik atau diagnosis klinis yang jelas.

Ruqyah Syariah dalam Perspektif Islam

Menurut Ustaz Faisar, ruqyah secara bahasa berarti bacaan atau jampi. Namun dalam Islam, ruqyah harus berada dalam koridor syariat, yang dikenal sebagai ar-ruqyah asy-syariyyah. Ruqyah ini hanya menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, tanpa unsur kesyirikan, mantra mistik, maupun praktik klenik.

Ia menegaskan bahwa ruqyah bukan sekadar ritual pengusiran makhluk halus, melainkan metode penyembuhan holistik yang menyentuh aspek fisik, mental, dan spiritual.

Karena itu, sebelum ruqyah dilakukan, proses konseling atau anamnesis menjadi tahap penting untuk memahami kondisi pasien secara menyeluruh.

“Banyak orang merasa terkena santet atau sihir, padahal setelah diverifikasi dengan ayat-ayat ruqyah tertentu, tidak muncul reaksi apa pun. Biasanya itu gangguan psikologis atau self-diagnosis,” ujar Ustaz Faisar mengutip kanal Youtube Meja Mongol, (12/5/2026).

Penyakit Batin dan Gangguan Spiritual

Dalam praktiknya, mayoritas pasien yang datang bukan karena praktik pesugihan atau persekutuan, melainkan akibat gangguan batin yang menumpuk.

Trauma, kesedihan mendalam, dendam, dan kekecewaan disebut sebagai “penyakit hati” yang dapat membuka celah gangguan spiritual.

Ustaz Faisar mengibaratkan hubungan antara penyakit hati dan gangguan setan seperti “ular yang saling melilit”. Ketika batin seseorang rapuh, kondisi spiritualnya menjadi tidak stabil sehingga lebih mudah terganggu.

Menariknya, pasien ruqyah justru didominasi perempuan. Menurutnya, perempuan cenderung memendam emosi lebih lama, berbeda dengan laki-laki yang lebih ekspresif dalam meluapkan perasaan.

Pengalaman Kasus Ekstrem

Selain kasus anak yang muntah paku, Ustaz Faisar juga menceritakan pengalamannya menangani seorang gadis yang mengeluarkan darah dari pori-pori kulit tanpa luka. Kasus tersebut bahkan ditangani bersama tim medis dan diobservasi selama sebulan di rumah sakit, namun tidak ditemukan penyakit apa pun.

Kasus lain yang tak kalah mengejutkan adalah seorang perempuan yang kehilangan kesadaran selama bertahun-tahun dan mampu berbicara bahasa Arab dengan aksen Mesir, padahal tidak pernah mempelajarinya. Menurut Ustaz Faisar, fenomena tersebut bukan gangguan disosiatif, melainkan indikasi adanya entitas lain yang memengaruhi kesadaran.

“Kasus itu membutuhkan waktu hampir sepuluh tahun hingga Allah memberi kesembuhan. Tidak instan, tetapi melalui proses panjang,” ungkapnya.

Ruqyah untuk Semua Kalangan

Dalam dialog tersebut juga terungkap bahwa ruqyah syariah tidak hanya ditujukan bagi umat Islam. Ustaz Faisar mengaku kerap menangani pasien nonmuslim, dengan catatan mereka memahami bahwa proses penyembuhan dilakukan menggunakan bacaan Al-Qur’an.

Respons pasien pun beragam. Ada yang cukup sekali menjalani ruqyah, ada pula yang kembali untuk terapi lanjutan.

Sementara itu, Mongol Stres meski beragama Kristen mengaku mengagumi nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, seperti bakti kepada orang tua, keikhlasan, dan empati terhadap sesama.

Ia menegaskan bahwa tujuan hidupnya tidak semata mengejar popularitas, melainkan menjadi pribadi yang lebih baik. Menurut Ustaz Faisar, kondisi Mongol tidak menunjukkan adanya gangguan spiritual, melainkan kesadaran batin yang sehat dan reflektif.

Ustaz Faisar juga menjelaskan bahwa tidak semua teriakan, histeria, atau luapan emosi pada seseorang yang diduga terkena sihir disebabkan oleh jin. Banyak di antaranya merupakan bentuk katarsis atau pelepasan emosi yang terpendam.

Karena itu, ruqyah syariah yang sehat justru menggabungkan pendekatan spiritual dan psikoterapi Islam, dengan tujuan akhir membersihkan jiwa dan menguatkan iman, bukan sekadar mengusir sesuatu yang tak kasatmata.

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Truno Lele

    Misteri Goa Ngerong Rengel: Habitat Ikan Keramat dan Mitos Truno Bader dan Lele di Tuban

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah padatnya rumah-rumah warga di wilayah selatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada sebuah tempat yang diam-diam menyimpan cerita unik sekaligus bikin penasaran namanya Goa Ngerong. Sekilas memang terlihat biasa saja. Hanya aliran sungai kecil yang masuk ke rongga goa di sekitar permukiman warga. Tapi siapa sangka, di lokasi itu dipercaya sebagai habitat […]

  • Gambar Ilustrasi

    7 Weton yang Diyakini Memiliki Pagar Gaib Bawaan Lahir, Disebut Sulit Terkena Santet Menurut Primbon Jawa

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dalam kepercayaan masyarakat Jawa kuno, weton bukan hanya dipakai untuk menghitung hari lahir atau menentukan kecocokan jodoh semata. Lebih dari itu, weton dipercaya menyimpan rahasia karakter, perjalanan hidup, hingga kekuatan spiritual seseorang. Tak heran jika hingga sekarang pembahasan tentang weton masih menarik perhatian banyak orang, terutama yang berkaitan dengan aura gaib dan perlindungan […]

  • Gerbang masuk Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung dari kejauhan

    Misteri Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Sidoarjo dengan Keajaiban dan Doa yang Terkabulkan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, terdapat sebuah makam keramat yang dikenal luas sebagai Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung. Tempat ini menjadi lokasi ziarah sekaligus menyimpan sejarah, misteri, dan keajaiban yang memikat banyak orang. Nama Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung sering terdengar di masyarakat setempat, tetapi kisah di […]

  • Arti didekati kucing dalam primbon Jawa

    Pertanda Kucing Mendekati Kita Menurut Primbon Jawa, Benarkah Jadi Isyarat Datangnya Rezeki?

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda duduk santai di warung, bercengkrama dengan teman, atau menikmati waktu sendiri, lalu tiba-tiba kucing datang mendekat dan memperhatikan Anda? Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin dianggap biasa. Namun, dalam kepercayaan Primbon Jawa, kedatangan kucing memiliki makna tersendiri. Banyak masyarakat Jawa meyakini bahwa hewan-hewan tertentu membawa pesan dari alam atau Tuhan Yang […]

  • Ilustrasi batu punden Joko Selining

    Misteri Punden Joko Selining: Situs Keramat Tanpa Tumbal di Tengah Kebun Tebu Mojokerto

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tepatnya di tengah hamparan perkebunan tebu terdapat sebuah situs yang dikeramatkan oleh warga setempat. Situs tersebut berupa sebuah batu yang dibalut kain poleng hitam-putih dan dikenal dengan nama Punden Joko Selining. Batu yang berada di bawah cungkup sederhana ini tidak hanya dianggap […]

  • Ilustrasi tradisi Lawadan di Tulungagung: warga mengarak sesaji dan hasil bumi dalam upacara adat

    Ritual Lawadan Tulungagung: Jejak Sejarah, Mitos Buaya Putih, dan Tradisi Bersih Desa yang Terus Dilestarikan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tidak banyak daerah di Jawa Timur yang memiliki tradisi bersih desa dengan latar sejarah, mitos, dan ritual sekompleks Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Dalam penuturan masyarakat setempat, Desa Wates dikenal memiliki sebuah upacara adat yang dahulu digelar pada awal Bulan Suro dan disebut sebagai Ritual Lawadan. Bagi warga lokal, ritual ini bukan […]

expand_less