Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

Wilayah Angker yang Tak Berani Dijamah

Sebelum kedatangan Mbah Sayyid, Klagen dikenal sebagai kawasan yang jarang didatangi manusia. Hutan lebat dengan pepohonan besar menjadi habitat binatang buas, sementara kepercayaan lokal menyebut tempat tersebut sebagai pusat berkumpulnya makhluk halus. Banyak orang meyakini bahwa siapa pun yang nekat masuk ke wilayah itu tak akan pernah kembali.

Namun kehadiran Mbah Sayyid mengubah segalanya. Dengan keyakinan dan ilmu agama yang dimilikinya, ia bersama para santri mulai membuka lahan, menetap, dan perlahan mengikis ketakutan masyarakat. Seiring waktu, penduduk dari berbagai daerah mulai berdatangan dan menetap, hingga terbentuklah sebuah kampung yang kemudian berkembang menjadi Dusun Klagen.

Di tengah proses itulah, Mbah Sayyid menjalankan perannya sebagai pendakwah. Ia mengenalkan ajaran Islam kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengenal agama tersebut. Dakwah dilakukan secara perlahan, menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga, hingga akhirnya Islam diterima dan dianut oleh sebagian besar penduduk.

Wafatnya Sang Ulama dan Keanehan yang Terjadi

Setelah bertahun-tahun menetap dan berdakwah, Mbah Sayyid wafat di wilayah Klagen. Prosesi pemakaman dilakukan sesuai ajaran Islam seperti dimandikan, dishalatkan, dan dikafani. Tidak ada yang janggal hingga jasad dimakamkan ke dalam liang lahat. Namun keesokan harinya, warga dikejutkan oleh pemandangan yang sulit dijelaskan nalar.

Bagian dari pusara, seperti kain kafan atau penutup makam, terlihat kembali berada di atas gundukan tanah makamnya. Mengira ada tangan jahil, warga kembali menimbunnya. Anehnya, kejadian serupa kembali terulang. Setiap kali ditimbun, bagian tersebut selalu muncul ke permukaan.

Peristiwa itu terjadi berulang kali hingga akhirnya para santri dan tokoh masyarakat memutuskan untuk bermunajat memohon petunjuk. Dari hasil doa dan perenungan, mereka meyakini bahwa bagian pusara tersebut memang tidak berkehendak untuk terkubur sepenuhnya ke dalam tanah. Keyakinan itu pun diterima dengan lapang dada.

Kain kafan dan penutup makam kemudian hanya ditata kembali dan dibiarkan berada di atas permukaan tanah, dilindungi keranda bambu sederhana. Sejak saat itu, pusara ini dikenal dengan sebutan Makam Mumbul, istilah dalam bahasa Jawa yang berarti “muncul”.

Kisah-Kisah Aneh di Sekitar Makam

Seiring waktu, Makam Mumbul tidak hanya dikenal karena keunikan bagian pusaranya, tetapi juga berbagai peristiwa ganjil yang dipercaya berkaitan dengan karomah Mbah Sayyid. Beberapa kejadian dialami oleh orang-orang yang bersikap tidak hormat terhadap lokasi ini.

Salah satu kisah yang paling sering diceritakan adalah tentang seseorang yang nekat mengambil tali kafan dari pusara Mbah Sayyid untuk dijadikan jimat. Tak lama setelah itu, orang tersebut mengalami gangguan kejiwaan hingga akhir hayatnya.

Selain itu, pada masa penjajahan Belanda, makam ini sempat hendak dipindahkan karena rencana pembangunan pabrik. Namun upaya tersebut urung dilakukan setelah para pekerja yang ditugaskan mengalami sakit misterius.

Ada pula cerita tentang sekelompok orang yang pernah menggunakan area sekitar makam untuk pesta minuman keras. Tak lama berselang, satu per satu dari mereka jatuh sakit dan meninggal dunia. Peristiwa-peristiwa inilah yang membuat warga semakin menjaga kesakralan Makam Mumbul.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prosesi adat dalam rangkaian tradisi Bulan Suro.

    Sakralnya Bulan Suro: Dari Larung Sesaji Hingga Penjamasan Benda Pusaka

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bulan Suro, atau sering disebut Suroan, dipandang sebagai momen yang identik dengan hal-hal mistis dan supranatural. Sebagian masyarakat, khususnya suku Jawa, menyambut peristiwa ini dengan menggelar berbagai ritual khusus, seperti penjamasan benda pusaka, larung sesaji, sedekah bumi, hingga bersih desa. Berbagai ritual adat tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan keselarasan hubungan antara manusia, alam, […]

  • Ilustrasi seseorang sedang berkhalwat

    Amalan Bulan Suro: Gus Mukhlason Rosyid Ajak Masyarakat untuk Khalwat 10 Hari demi Bersihkan Hati

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

      NusaSpirit.com – Ajakan menjalani khalwat selama 10 hari yang disampaikan Gus Mukhlason Rosyid saat menyambut momen Suroan atau Bulan Suro dinilai memiliki arti khusus. Bulan Suro sendiri bertepatan dengan 1 Muharram dalam penanggalan Hijriah, yaitu hari istimewa ketika seluruh umat Muslim dianjurkan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta meningkatkan amal saleh. Sementara itu, khalwat […]

  • Ilustrasi hutan Alas Roban yang menyimpan banyak cerita mistis yang melegenda.

    Misteri Alas Roban Hutan Penuh Cerita Mistis hingga Diangkat ke Film Horor Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    Namun, ketika perjalanan mulai sunyi, tiba-tiba muncul sosok samar seorang perempuan mengenakan baju putih yang dikenal sebagai kuntilanak, menjuntai hingga bawah, melayang ke udara. Keanehan tidak hanya berhenti di situ. Konon, pada tahun 1996, bertepatan pada malam Jumat Legi, muncul cerita tentang sekelompok pengendara yang melihat bus hantu melintas, serta portal gaib yang menuntun mereka […]

  • Gambar ilustratif mimpi dan simbol Primbon Jawa, referensi 100 arti mimpi. Sumber: Pexels

    100 Arti Mimpi Lengkap Menurut Kitab Primbon Jawa Kuno

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    1. Melihat pintu rumah terbuka lebar – Pertanda akan ada rezeki atau peluang baru yang datang. 2. Melihat pintu rumah tertutup rapat – Sering diartikan sebagai hambatan dalam urusan hidup atau peluang yang tertunda. 3. Melihat hujan dari langit – Jika deras kemudian reda, menunjukkan akan terlepas dari kesusahan. 4. Melihat gunung tinggi dan naik […]

  • Ilustrasi ilmu pakem tradisonal Jawa

    Hari Baik Memulai Usaha Mei 2026, Ini 7 Tanggal yang Dianggap Cocok Menurut Kalender Jawa dan Primbon

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Memulai usaha sering kali tidak hanya mempertimbangkan kesiapan modal dan strategi, tetapi juga momentum waktu. Dalam tradisi Jawa, pemilihan hari masih menjadi bagian penting karena diyakini dapat memengaruhi kelancaran rezeki dan perjalanan usaha. Menurut kalender Jawa, periode bulan Mei 2026 umumnya masuk dalam sasi Sawal. Dalam Primbon Jawa, sasi ini sering dikaitkan sebagai […]

  • Mbah Nardi menunjukkan sejumlah pusaka koleksinya di Pasar Burung Joyo Madiun. Tangkapan layar YouTube Pakdhe Yadi.

    Di Balik Riuh Pasar Burung Joyo Madiun: Kisah Mbah Nardi Menjaga Tradisi Kejawen Lewat Benda Bertuah

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah deretan penjual burung dan perlengkapan hewan peliharaan, terdapat lapak sederhana yang justru dipadati pengunjung karena menjajakan benda-benda antik, pusaka, hingga perlengkapan bernuansa mistis dan spiritual Jawa. Lapak itu milik seorang pedagang yang memperkenalkan dirinya sebagai Mbah Nardi. Ia dikenal sebagai penjual barang-barang klenik yang hanya membuka pajangan dagangnya setiap hari Minggu […]

expand_less