Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Berita Budaya » Makna Kebersamaan di Balik Perayaan Idul Adha 1447 H di Blitar

Makna Kebersamaan di Balik Perayaan Idul Adha 1447 H di Blitar

NusaSpirit.com – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang bertepatan pada 27 Mei 2026 dalam kalender nasional, menjadi momen tepat untuk terus menebar kebaikan.

Pada saat yang suci ini, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan menjalankan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

Kegiatan ini merupakan peristiwa besar untuk mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, demi menaati perintah Allah, yang kemudian digantikan dengan sembelihan seekor domba besar. Peristiwa sakral ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah Ash-Shaffat ayat 102.

Di Blitar, peristiwa akbar ini tidak hanya dijadikan momentum ibadah semata, melainkan juga menjadi sarana memperkuat tradisi gotong royong dalam hubungan sosial masyarakat dan partai politik di tingkat akar rumput yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Seperti yang terjadi di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, suasana sejak pagi hari tampak ramai dipadati warga sekitar yang menyaksikan sekaligus membantu saat prosesi penyembelihan hewan kurban berlangsung.

Tidak hanya itu, para kader partai dan pengurus organisasi juga terlihat sangat antusias bekerja sama. Dengan mengenakan baju khas merah berlogo banteng moncong putih serta busana muslim sederhana, mereka saling bahu-membahu mempersiapkan pembagian daging kepada masyarakat sekitar.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan bagian dari program kurban serentak yang diinstruksikan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Di bawah arahan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, pihak partai menyalurkan ratusan sapi kurban ke berbagai daerah di Jawa Timur melalui struktur DPC, panti asuhan, pondok pesantren, musala, hingga masjid.

Doc. Foto

Doc. Foto

Berdasarkan data internal PDI Perjuangan, tahun ini terjadi peningkatan alokasi sapi kurban yang disalurkan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur hingga mencapai 485 ekor, dimana pada tahun sebelumnya hanya tercatat sebanyak 403 ekor.

Di Blitar Raya sendiri, DPC PDI Perjuangan menerima 10 ekor sapi untuk didistribusikan kepada masyarakat, kantor partai, pengurus PAC, badan sayap, hingga kader tingkat bawah.

Sementara itu, DPC Kabupaten Blitar menerima total tiga ekor sapi, terdiri dari dua ekor sapi bantuan partai dan satu ekor sapi sumbangan Bendahara DPC, Basori.

Mewakili Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono, Endik Susilo mengatakan bahwa tahun ini terjadi peningkatan jumlah sapi yang disembelih dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, ada penambahan sapi tahun ini. Semoga ke depan kita tetap dapat membantu warga sekitar dan semangat gotong royong tetap terjaga,” kata Endik.

Endik Susilo saat memberikan keterangan terkait kegiatan kurban.

Endik Susilo saat memberikan keterangan terkait kegiatan kurban.

Endik juga berharap kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun ini dapat menjadi bentuk kepedulian sosial agar PDI Perjuangan ke depan semakin baik, tidak hanya bagi struktur partai, tetapi juga mampu memberikan kesejahteraan dan manfaat secara nyata bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Blitar.

“Semoga pelaksanaan kegiatan kurban setiap tahun ini dapat memberikan dampak positif, baik untuk memperkuat persatuan partai maupun untuk membantu serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar secara menyeluruh” tandasnya.

Di sisi lain, terlihat di lokasi pemotongan hewan kurban, para warga rela antre dengan tertib untuk mendapatkan daging, sementara kader muda membantu proses pengemasan dan pembagian.

Pada saat yang sama, ibu-ibu warga sekitar juga ikut andil membantu memasak konsumsi sederhana untuk panitia.

Bagi banyak warga, pembagian daging kurban di tengah dinamika harga kebutuhan pokok saat ini menjadi momen yang sangat disyukuri dan ditunggu-tunggu bersama keluarga.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga, Rahmawati. Ia mengaku pemberian daging kurban tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya dan akan diolah menjadi hidangan istimewa untuk disantap bersama.

“Saya sangat bersyukur menerima daging kurban ini. Selain membantu kebutuhan keluarga, dagingnya juga akan kami olah menjadi hidangan untuk dinikmati bersama,” ujar Rahmawati.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mbah Nardi menunjukkan sejumlah pusaka koleksinya di Pasar Burung Joyo Madiun. Tangkapan layar YouTube Pakdhe Yadi.

    Di Balik Riuh Pasar Burung Joyo Madiun: Kisah Mbah Nardi Menjaga Tradisi Kejawen Lewat Benda Bertuah

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah deretan penjual burung dan perlengkapan hewan peliharaan, terdapat lapak sederhana yang justru dipadati pengunjung karena menjajakan benda-benda antik, pusaka, hingga perlengkapan bernuansa mistis dan spiritual Jawa. Lapak itu milik seorang pedagang yang memperkenalkan dirinya sebagai Mbah Nardi. Ia dikenal sebagai penjual barang-barang klenik yang hanya membuka pajangan dagangnya setiap hari Minggu […]

  • Wanita memakai mahkota sebagai simbol kenaikan derajat hidup menurut primbon Jawa

    7 Tanda Seseorang Akan Dinaikkan Derajatnya Menurut Primbon Jawa, Kenali Sejak Awal

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Setiap orang tentu menginginkan kehidupan yang berkecukupan, baik dalam hal materi maupun kebahagiaan batin. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan proses panjang yang tidak selalu mudah. Ada fase-fase sulit yang harus dilalui, bisa berupa cobaan yang datang silih berganti, bahkan kegagalan yang terkadang membuat seseorang ingin menyerah. Dalam […]

  • Ilustrasi

    7 Ciri Mata Batin Terbuka Sempurna, Benarkah Bisa Dirasakan? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernah nggak sih kamu merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirimu? Entah itu perasaan jadi lebih tenang, lebih peka terhadap sekitar, atau bahkan seperti “menangkap” hal-hal yang sebelumnya nggak pernah kamu sadari. Banyak orang mengaitkan pengalaman seperti ini dengan apa yang disebut sebagai terbukanya mata batin. Istilah ini memang sudah lama dikenal, terutama […]

  • Truno Lele

    Misteri Goa Ngerong Rengel: Habitat Ikan Keramat dan Mitos Truno Bader dan Lele di Tuban

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah padatnya rumah-rumah warga di wilayah selatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada sebuah tempat yang diam-diam menyimpan cerita unik sekaligus bikin penasaran namanya Goa Ngerong. Sekilas memang terlihat biasa saja. Hanya aliran sungai kecil yang masuk ke rongga goa di sekitar permukiman warga. Tapi siapa sangka, di lokasi itu dipercaya sebagai habitat […]

  • Suasana Kamojang Hill Bridge yang dikenal warga sebagai Jembatan Kuning, jalur pegunungan yang menyimpan cerita mistis dan kecelakaan berulang.

    Jembatan Kuning Kamojang, Panorama Eksotis dengan Cerita Mistis yang Terus Melegenda

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di jalur pegunungan Kamojang yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Jawa Barat, berdiri sebuah jembatan yang dikenal luas dengan nama Jembatan Kuning. Selain menawarkan panorama alam yang memukau, lokasi ini juga menyimpan berbagai cerita mistis yang hingga kini terus menjadi perbincangan masyarakat. Jembatan yang berada di jalur Lingkar Kamojang ini kerap dilalui […]

  • Juru kunci Gunung Kawi, Pak Narko, menjelaskan sejarah serta tradisi ziarah yang masih dijaga di kawasan Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

    Menguak Sisi Mistis Gunung Kawi, Dari Ritual Ngalap Berkah hingga Kisah Pejabat dan Pengusaha Datang Berziarah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kabut tipis mulai turun saat admin memasuki kawasan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Udara pegunungan yang dingin langsung terasa begitu melewati gerbang utama kawasan wisata religi tersebut. Aroma dupa samar mulai tercium dari kejauhan, bercampur dengan wangi bunga tabur yang dijual di sepanjang jalan menuju area pesarean. Perjalanan menuju Gunung Kawi […]

expand_less