Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

NusaSpirit.com – Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Sidoarjo.

Di desa ini terdapat sebuah pesarean yang sejak lama dikenal menyimpan kisah spiritual dan menjadi bagian penting dari tradisi lokal masyarakat setempat, sebagaimana sejumlah situs wisata religi di Sidoarjo yang juga menyimpan jejak sejarah dan nilai budaya.

Makam tersebut dikenal dengan sebutan Makam “Mumbul”, istilah yang merujuk pada keyakinan bahwa bagian dari pusara di tempat ini tidak dapat terkubur sepenuhnya ke dalam tanah sebagaimana pemakaman pada umumnya.

Dalam cerita yang berkembang secara turun-temurun, makam ini disebut memiliki fenomena berbeda. Beberapa versi menyebutkan bahwa bagian dari pusara, seperti kain kafan atau penutup makam, kerap kembali muncul ke permukaan setelah ditimbun. Karena kejadian itu terjadi berulang, warga akhirnya memutuskan untuk membiarkan bagian tersebut tetap berada di atas tanah.

Untuk menjaga kehormatan dan kesakralannya, pesarean ini kemudian dilindungi dengan cungkup dan pagar, yang hingga kini masih dapat disaksikan oleh para peziarah.

Bagi sebagian orang, kisah Makam Mumbul mungkin terdengar seperti legenda. Namun bagi masyarakat Klagen, keberadaan makam ini dipandang sebagai simbol penghormatan terhadap seorang ulama yang berjasa dalam dakwah Islam dan pembukaan wilayah di masa lalu.

Sosok di Balik Makam Mumbul

Tokoh yang dimakamkan di Makam Mumbul dikenal dengan nama Kyai Sayyid Ali Usman, atau oleh warga setempat lebih akrab disebut Mbah Sayyid.

Dalam tradisi lisan masyarakat, Mbah Sayyid dikenal sebagai seorang ulama yang berasal dari Baghdad, Irak, dan diyakini memiliki garis keturunan yang bersambung hingga ke Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Ia disebut datang ke Nusantara sekitar dua abad silam untuk menyebarkan ajaran Islam.

Meski data tertulis mengenai riwayat hidupnya sangat terbatas, peran Mbah Sayyid diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah awal masyarakat Klagen.

Berdasarkan keterangan juru kunci makam yang tercatat dalam arsip, Mbah Sayyid datang dari wilayah Semarang, Jawa Tengah, bersama beberapa santri.

Ia kemudian membuka hutan belantara untuk dijadikan pemukiman sekaligus menyebarkan ajaran Islam. Pada masa itu, kawasan Klagen masih berupa rimba lebat yang dikenal angker dan jarang didatangi penduduk.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Gambar

    7 Weton yang Diyakini Didampingi Khodam Macan Sakti Menurut Primbon Jawa, Aura Wibawanya Disebut Sangat Kuat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Sebagian besar masyarakat Jawa tentu sudah sangat familiar dengan istilah weton. Konsep ini tidak hanya dimaknai sebagai penanda hari kelahiran, melainkan juga menyimpan unsur spiritual yang melekat dalam jati diri seseorang. Para budayawan, khususnya penganut ajaran Kejawen, meyakini bahwa weton dapat digunakan untuk meramal nasib sekaligus melihat aura seseorang, yang dalam konteks modern […]

  • Ilustrasi seseorang sedang berkhalwat

    Amalan Bulan Suro: Gus Mukhlason Rosyid Ajak Masyarakat untuk Khalwat 10 Hari demi Bersihkan Hati

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

      NusaSpirit.com – Ajakan menjalani khalwat selama 10 hari yang disampaikan Gus Mukhlason Rosyid saat menyambut momen Suroan atau Bulan Suro dinilai memiliki arti khusus. Bulan Suro sendiri bertepatan dengan 1 Muharram dalam penanggalan Hijriah, yaitu hari istimewa ketika seluruh umat Muslim dianjurkan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta meningkatkan amal saleh. Sementara itu, khalwat […]

  • Gambar Ilustrasi

    Rahasia Weton Sabtu Pon: Watak Tenang, Rezeki Lancar, dan Jodoh Harmonis

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tampak tenang, sabar, dan jarang marah, tetapi menyimpan tekad kuat untuk meraih keberhasilan? Merujuk dalam kitab Primbon Jawa Betaljemur Adammakna, gambaran tersebut kerap dikaitkan dengan pemilik weton Sabtu Pon. Weton ini merupakan perpaduan antara hari Sabtu dan pasaran Pon dengan jumlah neptu 16. Angka tersebut tergolong besar dan […]

  • Ayam Cemani dengan bulu hitam legam yang menjadi ciri khas ras langka asal Indonesia.

    Misteri Ayam Cemani: Fakta Ilmiah, Legenda Ki Ageng Makukuhan, dan Mitos Tolak Bala

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Ayam cemani adalah jenis ras langka Indonesia yang memiliki gen unik yang membuat warna seluruh tubuhnya, mulai dari bulu, kuku, paruh hingga daging, menjadi hitam pekat. Secara genetika, ayam ini muncul karena adanya mutasi genetik yang disebut fibromelanosis, yaitu adanya duplikasi gen Endothelin-3 (EDN3) yang menyebabkan produksi pigmen melanin meningkat lebih banyak daripada […]

  • Ilustrasi foto keris melambangkan pusaka gaib.

    Sering Alami Peristiwa Mistis dan Sulit Jodoh? Kenali 6 Tanda Pusaka Gaib Menyatu dalam Raga

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Konsep pusaka dalam pandangan budayawan Jawa tidak selalu merujuk pada objek fisik, seperti keris, tombak, atau mustika yang dapat dilihat dan disentuh. Di kalangan penganut Kejawen, khususnya mereka yang menekuni bidang spiritual, terdapat kepercayaan mengenai adanya pusaka gaib yang dapat melebur dengan raga seseorang tanpa tampak secara kasat mata. Banyak orang tidak menyadari […]

  • Ilustrasi suasana sungai sakral dalam tradisi kungkum masyarakat Jawa

    Ritual Kungkum di Sungai Complang Jejak Dewi Kilisuci dan Tradisi Sewindu Warga Kediri

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mandi kungkum merupakan sebuah ritual tradisional dalam budaya Jawa yang dipercaya memiliki manfaat spiritual. Biasanya, ritual ini dilakukan sebagai bentuk doa untuk mewujudkan keinginan atau harapan tertentu. Namun, proses mandi kungkum tidaklah semudah yang dibayangkan. Dalam keyakinan Jawa, mandi kungkum harus dilakukan di lokasi-lokasi khusus, salah satunya di Sungai Tempuran, tempat bertemunya empat […]

expand_less