Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

Menurut pandangan orang pintar, setiap makam di Benowo-Benawi memiliki aura khusus yang membedakannya dari tempat peristirahatan biasa. Kompleks ini juga dikenal angker, namun sekaligus berfungsi sebagai sarana spiritual.

Masyarakat dari berbagai kalangan sering mengunjungi tempat ini. Mulai dari petani, pengusaha, pekerja swasta, hingga pejabat instansi, mereka menjalankan ritual ngalap berkah dengan harapan memperoleh kelancaran rezeki, jodoh, karier, atau kesuksesan dalam hidup. Seperti halnya Benowo-Benawi, ada juga tempat bersejarah lain yang kerap dikunjungi peziarah untuk kepentingan yang sama, yaitu Makam Kyai Brojohanilo di Trucuk, Klaten.

Misalnya, seorang anggota polisi yang hampir dipecat karena dugaan kesalahan tertentu, setelah menjalani prosesi di Benowo-Benawi, tidak hanya terhindar dari pemecatan, tetapi kariernya justru meningkat. Kejadian seperti ini menimbulkan persepsi bahwa kompleks itu memiliki energi spiritual yang luar biasa.

Para pengunjung biasanya membawa perlengkapan sesaji atau ubo rampe, seperti kembang setaman, nasi liwet, dupa, kemenyan, dan lain-lain. Upacara dilakukan secara bertahap, mulai dari doa pembuka hingga doa khusus yang dipimpin juru kunci.

Meskipun tidak ada persyaratan khusus, pengunjung disarankan mengikuti ritual dengan seksama agar permintaan mereka dapat dikabulkan. Selain berdoa dan bertapa, beberapa peziarah juga mengadakan syukuran tujuh hari sebagai bentuk rasa syukur setelah permohonan terkabul.

Konon, di sekitar area makam dijaga oleh makhluk entitas astral yang bernama Eyang Gimbal. Menurut kesaksian warga, ia memiliki postur tubuh raksasa dan berwajah menakutkan.

Bahkan beredar rumor dari masyarakat, yang banyak dipercayai, bahwa dahulu ada seseorang yang nekat menebang pohon cemara di sekitar makam tanpa menunjukkan rasa permisi; lantas kemudian dirinya dikabarkan jatuh sakit hingga meninggal dunia.

Beberapa pejabat dan tokoh nasional pernah mengunjungi makam ini, termasuk mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang datang sebelum menjabat sebagai presiden.

Tak hanya itu, penduduk sekitar percaya bahwa energi spiritual di makam ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari keberuntungan dalam karier hingga perlindungan dari kemalangan atau penyakit.

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juru kunci Gunung Kawi, Pak Narko, menjelaskan sejarah serta tradisi ziarah yang masih dijaga di kawasan Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

    Menguak Sisi Mistis Gunung Kawi, Dari Ritual Ngalap Berkah hingga Kisah Pejabat dan Pengusaha Datang Berziarah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kabut tipis mulai turun saat admin memasuki kawasan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Udara pegunungan yang dingin langsung terasa begitu melewati gerbang utama kawasan wisata religi tersebut. Aroma dupa samar mulai tercium dari kejauhan, bercampur dengan wangi bunga tabur yang dijual di sepanjang jalan menuju area pesarean. Perjalanan menuju Gunung Kawi […]

  • Ilustrasi pedagang di pasar tradisional dengan nuansa budaya Jawa yang hangat dan alami.

    3 Weton yang Diramal Cocok Jadi Pedagang, Rezekinya Disebut Terus Mengalir Menurut Primbon Jawa

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah persaingan bisnis yang makin ketat, menentukan usaha yang cocok dengan keahlian yang dimiliki menjadi salah satu tantangan bagi sebagian orang. Hal ini tidak hanya memerlukan kemampuan tinggi di bidangnya, tetapi juga membutuhkan konsistensi dalam menjalankannya. Namun ternyata, ada sebagian orang yang dipercaya memiliki bakat alami dalam berdagang. Menurut Primbon Jawa, kemampuan […]

  • Ilustrasi budaya Jawa yang merefleksikan karakter dan nilai hidup dalam weton Senin Pon

    Karakter Weton Senin Pon: Sifat, Rezeki, dan Jalan Kesuksesan Menurut Primbon Jawa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    Kekurangan Weton Senin Pon Namun, di balik karakter positifnya, Senin Pon juga memiliki kelemahan tertentu. Dalam Primbon Jawa, Senin Pon sering dikaitkan dengan unsur api, yang bermakna mudah marah, terutama di lingkungan keluarga. Sikap tegas mereka dapat berubah menjadi keras kepala atau mudah tersinggung, terutama saat merasa diabaikan. Sifat suka pamer, ngambek, atau seenaknya pun […]

  • Ubo rampe atau sesajen dalam tradisi Jawa

    Makna Ubo Rampe atau Sesajen Dalam Tradisi Jawa beserta Macam-macamnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi masyarakat Jawa, istilah ubo rampe masih sangat familiar di kalangan tradisional. Namun, di era modern seperti sekarang, tidak sedikit masyarakat yang belum memahami sepenuhnya makna dari ubo rampe. Ubo rampe, merujuk dari naskah klasik Jawa Serat Centhini yang disusun pada abad ke-19, dikenal sebagai rangkaian sesaji atau hasil sedekah bumi. Ubo rampe […]

  • Ilustrasi Sumur Tiban di Bulukidul, Boyolali, yang konon dijaga oleh entitas gaib Raden Ayu Sri Raharjo

    Misteri Lima Sumur Tiban di Lereng Gunung Merapi, Konon Dijaga Raden Ayu Sri Raharjo

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • 0Komentar

    Seiring waktu, banyak orang datang ke sumur tersebut untuk melakukan ritual ngalab berkah. Sebagian bahkan menginap berhari-hari dengan harapan memperoleh keberuntungan. Namun suatu hari, seorang warga yang merasa terganggu menutup sumur tersebut menggunakan ranting dan rerumputan. Beberapa hari setelah penutupan itu, orang tersebut ditemukan meninggal secara mendadak. Bersamaan dengan itu, sumur tiban tersebut juga menghilang […]

  • Gerbang utama Padepokan Eyang Djoego di Blitar, Jawa Timur, yang menjadi pintu masuk bagi peziarah dari berbagai daerah dan latar belakang.

    Padepokan Eyang Djoego Blitar: Dari Jejak Perang Diponegoro hingga Ritual Ngalap Berkah

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • 0Komentar

    Di balik nama besar Eyang Djoego, tersimpan kisah sejarah yang erat dengan Perang Diponegoro (1825–1830). Berdasarkan berbagai penuturan dan catatan sejarah, Eyang Djoego diyakini bernama asli Kiai Zakaria II, salah satu keturunan dari trah bangsawan Jawa yang masih memiliki garis hubungan dengan Pangeran Diponegoro dan keluarga kerajaan Mataram. Ketika Pangeran Diponegoro tertangkap oleh Belanda pada […]

expand_less