Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Menguak Misteri Gunung Kombang: Tempat Petilasan Sakral dan Jejak Ritual Nyi Roro Kidul di Pesisir Malang

Menguak Misteri Gunung Kombang: Tempat Petilasan Sakral dan Jejak Ritual Nyi Roro Kidul di Pesisir Malang

NusaSpirit.com – Siapa di sini yang tidak tahu Pantai Ngliyep? Pantai legendaris di pesisir selatan Kabupaten Malang ini memang terkenal dengan keindahan tebing-tebing karangnya yang gagah dan deburan ombak khas Samudra Hindia yang menggulung tinggi.

Namun, jika Anda berjalan sedikit menyusuri area pantai ini, mata Anda akan tertuju pada sebuah bukit yang menjorok ke laut.

Tempat eksotis itu dikenal dengan nama Gunung Kombang. Destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan sunset memukau, akan tetapi dibalik itu semua ternyata Gunung Kombang menyimpan sisi lain yang penuh misteri.

Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai pusat wisata spiritual yang dapat mengundang magnet bagi para pencari ketenangan batin dari berbagai pelosok daerah hingga luar pulau.

Keberadaan jembatan kayu yang ikonik, aroma wewangian dupa yang tertiup angin laut, hingga jajaran sesajen di sudut-sudut bukit, seolah menegaskan bahwa tempat ini merupakan titik temu antara keindahan duniawi dan dunia gaib yang sakral.

Gunung Kombang belakangan ini kembali ramai diperbincangkan. Hal ini terjadi setelah banyak pelancong dan peziarah dari berbagai wilayah terpantau mendatangi lokasi ini, bahkan sampai menginap atau bermalam di sana.

Aktivitas mereka terekam jelas lewat keberadaan beberapa bangunan sederhana di atas bukit yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan sekaligus ruang pertapaan. Suasana mistis langsung terasa begitu menginjakkan kaki di area perbukitan ini.

Taburan bunga mawar, cangkir berisi kopi hitam, kepulan asap dupa, hingga foto misterius yang dikelilingi perlengkapan ritual menjadi pemandangan yang lumrah di sini.

Kehadiran para peziarah yang datang silih berganti ini membuktikan bahwa Gunung Kombang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memercayai adat serta tradisi leluhur Jawa.

Meluruskan simpang siur yang beredar di masyarakat dan media sosial, juru kunci Gunung Kombang yang enggan menyebutkan namanya akhirnya membuka suara untuk memberikan kejelasan.

Sang juru kunci menegaskan bahwa kawasan perbukitan ini murni merupakan area petilasan, bukan sebuah makam kuno seperti yang diduga oleh sebagian orang.

Petilasan sendiri diartikan sebagai tempat singgah atau lokasi terjadinya peristiwa penting di masa lampau yang memiliki nilai sejarah sekaligus spiritual tinggi.

“Di sini tidak ada makam, Mas. Ini lebih ke petilasan. Kalau soal sejarahnya memang sulit dijelaskan secara pasti,” ungkap sang juru kunci, Kamis (14/5/2026).

Ia juga tidak menampik bahwa motif kedatangan para pengunjung ke tempat ini sangat beragam. Mayoritas penziarah datang dari luar kota dengan membawa niat dan permohonan khusus, mulai dari kelancaran usaha hingga urusan rezeki kehidupan.

Namun, juru kunci meluruskan stigma negatif yang sering melekat pada tempat-tempat sakral seperti ini. Dengan tegas ia menyatakan bahwa Gunung Kombang bukanlah tempat untuk mencari pesugihan instan secara hitam.

“Ada saja yang datang jauh-jauh untuk meminta rezeki atau kelancaran usaha. Tapi tidak semudah itu, harus tetap dibarengi usaha,” tambahnya

Daya tarik spiritual Gunung Kombang ini ternyata berakar kuat dari cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun, khususnya yang berkaitan erat dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul.

Menurut tradisi lisan masyarakat pesisir Jawa, lokasi bukit ini dipercaya sebagai tempat bertapa Putri Kadita, seorang putri legendaris dari Kerajaan Pajajaran.

Dalam garis besar kisah tersebut, Putri Kadita harus terusir dari istana akibat penderitaan mendalam yang dialaminya karena ilmu hitam. Di tengah pelariannya, ia tiba di pesisir selatan Jawa dan memilih Gunung Kombang sebagai tempat untuk mengasingkan diri.

Melalui proses bertapa dan tirakat yang sangat berat di atas bukit karang ini, Putri Kadita dikisahkan memperoleh kekuatan supranatural yang luar biasa.

Perubahan spiritual inilah yang kemudian membuatnya dikenal luas sebagai sosok legendaris Nyi Roro Kidul, sang ratu yang dihormati dan ditakuti di sepanjang samudra selatan.

Secara geografis, kawasan Gunung Kombang menawarkan lanskap alam yang ekstrem sekaligus memikat. Struktur lahannya didominasi tebing-tebing curam yang langsung menghadap bentangan Samudra Hindia dengan karakter ombak yang dikenal kuat dan berbahaya.

Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dapat memulai perjalanan dari pusat Kota Malang dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam. Jarak yang harus dilalui berkisar antara 62 hingga 65 kilometer ke arah selatan.

 

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wanita memakai mahkota sebagai simbol kenaikan derajat hidup menurut primbon Jawa

    7 Tanda Seseorang Akan Dinaikkan Derajatnya Menurut Primbon Jawa, Kenali Sejak Awal

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Setiap orang tentu menginginkan kehidupan yang berkecukupan, baik dalam hal materi maupun kebahagiaan batin. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan proses panjang yang tidak selalu mudah. Ada fase-fase sulit yang harus dilalui, bisa berupa cobaan yang datang silih berganti, bahkan kegagalan yang terkadang membuat seseorang ingin menyerah. Dalam […]

  • Gambar Ilustrasi

    Primbon Jawa Ungkap Keistimewaan Weton Sabtu Legi, Punya Kharisma Alami dan Potensi Sukses

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dalam tradisi masyarakat Jawa, istilah weton bukan hanya hitungan hari lahir biasa. Sejak zaman dahulu, weton dipercaya menjadi salah satu cara untuk membaca karakter, arah rezeki, hingga perjalanan hidup seseorang. Tak heran jika hingga sekarang pembahasan soal weton masih sering menarik perhatian banyak orang, terutama mereka yang penasaran dengan watak dan potensi dirinya […]

  • Makam Kyai Brojohanilo di Dukuh Jonilo, Desa Sajen, Trucuk, Klaten, yang hingga kini menjadi tujuan ziarah spiritual.

    Kesaktian Kyai Brojohanilo, Tokoh Sakral Klaten, Jawa Tengah yang Makamnya Tak Pernah Sepi Peziarah

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 1Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi warga Klaten, sosok Kyai Brojohanilo bukanlah nama yang asing di telinga. Ia dikenal sebagai tokoh legendaris bagi masyarakat Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dalam catatan sejarah lisan setempat, Kyai Brojohanilo, yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai Brojo Anila, disebut sebagai salah satu tumenggung pilihan Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Raja Amangkurat […]

  • Keindahan mata air Sumber Telu di Pronojiwo, Lumajang, dengan air jernih dan suasana alam yang masih asri.

    Sumber Telu Pronojiwo, Surga Mata Air Jernih di Kaki Semeru yang Cocok untuk Relaksasi dan Terapi Alami

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Terletak di Dusun Mulyoarjo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bagian selatan Gunung Semeru, terdapat destinasi wisata alam yang masih jarang dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah, yaitu Sumber Telu. Di kawasan ini terdapat mata air yang sangat jernih, dingin, dan mengalir langsung dari celah-celah bebatuan. Sumber Telu berlokasi tidak jauh dari Lapangan […]

  • Kolam air jernih berwarna biru kehijauan di Situs Rambut Monte yang dihuni ikan dewa atau ikan sengkaring yang dikeramatkan masyarakat setempat.

    Situs Telaga Rambut Monte di Blitar, Kolam Air Biru Jernih dengan Ikan Dewa yang Dikeramatkan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Blitar memiliki banyak destinasi wisata tersembunyi bernuansa mistis yang belum banyak diketahui oleh wisatawan. Salah satu yang paling ikonik dan terkenal sakral adalah Situs Telaga Rambut Monte, sebuah kawasan cagar budaya yang berada di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Tak hanya unik, tempat ini juga memadukan pesona alam yang eksotis, […]

  • ilustrasi 12 zodiak dalam astrologi barat

    Zodiak Sejarah, Makna, dan Cara Manusia Membaca Bintang Sejak Ribuan Tahun Lalu

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Selama berabad-abad lamanya, manusia telah mengenal istilah ramalan yang mulai menyebar dari mulut ke mulut dan merambah ke berbagai belahan dunia. Seiring berjalannya waktu, metode-metode untuk menafsirkan nasib seseorang pun semakin berkembang, mulai dari observasi pergerakan rasi bintang, fase bulan, hingga unsur alam yang dikenal dalam sistem zodiak. Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana sebenarnya […]

expand_less