Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » De Karanganjar Blitar: Perpaduan Wisata Sejarah Kolonial, Jejak Bung Karno, dan Misteri Lukisan Hidup

De Karanganjar Blitar: Perpaduan Wisata Sejarah Kolonial, Jejak Bung Karno, dan Misteri Lukisan Hidup

NusaSpirit.com – Di ujung utara pusat Kota Blitar, tepatnya di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, terdapat sebuah destinasi wisata sejarah bernuansa kolonial Belanda yang masih mempertahankan pesona masa lampau.

Objek wisata bernama De Karanganjar ini berdiri di tengah hamparan perkebunan kopi seluas 220 hektare. Kawasan tersebut merupakan peninggalan perusahaan Belanda yang telah dikelola sejak tahun 1874.

Sebelum tiba di area wisata, pengunjung akan melewati jalan pedesaan dengan panorama hijau khas pegunungan yang menghadirkan suasana tenang dan alami.

Pelataran De Karanganjar

Pelataran De Karanganjar

Sesampainya di lokasi, udara sejuk langsung terasa di kulit. Deretan bangunan tua bergaya vintage Eropa tempo dulu menyambut pengunjung, menambah nuansa klasik yang mengingatkan pada suasana ratusan tahun silam.

Keanggunan Rumah Lodji dan Jejak Bung Karno

Arsitektur bangunannya masih tampak megah, mulai dari langit-langit yang menjulang tinggi, ventilasi berukuran besar, hingga pintu kayu raksasa yang tetap kokoh dan terawat.

Aroma kayu tua yang berpadu dengan hawa dingin perkebunan menciptakan nuansa lawas yang membuat pengunjung seolah diajak kembali ke lorong waktu.

Memasuki area utama, pengunjung langsung berada di dalam rumah Lodji dengan berbagai benda antik yang tertata apik.

Di dalamnya terdapat mesin tik jadul, meja kayu besar, piano tua, hingga lukisan-lukisan bergaya Eropa klasik yang memenuhi dinding ruangan.

Salah satu bagian yang dikenal cukup sakral adalah kamar 806 yang disebut pernah menjadi tempat singgah Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Di ruangan tersebut terdapat tempat tidur jadul dan sejumlah properti lawas yang masih tersimpan rapi. Di beberapa sudut tempat juga terlihat interior berupa ukiran kayu khas Jawa dan Bali, guci antik, hingga seperangkat gamelan tradisional.

Edukasi Sejarah di Museum Nugroho

Tidak jauh dari Lodji, terdapat Museum Nugroho yang menampung berbagai koleksi pribadi milik Herry Nugroho, mantan Bupati Blitar pada periode 2005-2016. Museum itu dibuka untuk umum sejak 2021 dan kini sering menjadi tujuan wisata edukasi sejarah.

Isi museumnya cukup beragam para pengunjung dapat melihat piagam penghargaan, foto-foto kenegaraan, pakaian dinas, hingga benda pusaka yang berkaitan dengan sejarah Jawa dan perjuangan nasional.

Beberapa koleksi lainnya antara lain keris kuno, tongkat komando, topi demang, wayang golek, topeng barongan, sampai kain batik klasik.

Di antara berbagai koleksi itu terdapat satu benda yang dianggap sakral dan dikeramatkan yang bernama Gong Mbah Gimbal.

Doc. Foto

Doc. Foto

Dengan diiringi alunan musik campursari yang diputar pelan di dalam ruangan membuat suasana museum terasa lebih kental khas Jawa.

Namun, ada satu lokasi yang paling sering memancing rasa penasaran wisatawan, yakni area makam Belanda di tengah perkebunan kopi.

Untuk menuju tempat itu, pengunjung harus melewati jalan rindang dan gerbang tua yang dipenuhi pepohonan besar.

Di area pemakaman yang sunyi tersebut, terdapat makam tua bertuliskan nama “W. Smith” dengan tahun wafat 1897, yang dipercaya sebagai salah satu pengelola awal perkebunan ini.

Sisi Mistis dan Misteri Lukisan Hidup

Terlepas dari nuansa estetik dan sejarahnya, kompleks bangunan kuno ini juga menyimpan berbagai cerita misteri.

Sejumlah kisah mistis muncul dari pengalaman beberapa wisatawan yang mengaku merasakan aura berbeda ketika berada di dalam rumah Lodji maupun museum tua.

Bahkan ada pula yang menyebut lukisan-lukisan klasik di sana seolah “hidup” dan matanya bergerak ketika dipandangi terlalu lama saat senja tiba.

Cerita misteri ini juga melekat pada kamar khusus Bung Karno yang digunakan untuk mengenang kunjungan beliau ke perkebunan tersebut pada tahun 1957.

Lukisan Ir. Soekarno

Lukisan Ir. Soekarno

Di dalam kamar terdapat lukisan besar Soekarno sedang termenung yang dibuat pada tahun 2011 oleh seorang pelukis asal Blitar yang menetap di Bali.

Lukisan itu sempat viral di media sosial karena sejumlah pengguna TikTok mengaku melihat bayangan di belakang sosok Soekarno bergerak sendiri saat video berputar.

Tidak jauh dari sana, terdapat kamar keluarga lama perkebunan yang menyimpan potret seorang pria bangsawan tua yang sering membuat pengunjung merinding.

Ada pula koleksi lukisan kuno karya pelukis Belanda bernama Isac Israel. Dengan suasana gelap dan ekspresi tokoh yang suram, banyak pengunjung menyamakan nuansa lukisan itu dengan film horor Silent Hill.

Pengelola mengungkapkan bahwa lukisan tersebut diperoleh dari seorang teman yang keluarganya sering mengalami gangguan setelah lukisan dipajang.

Di ruangan yang sama terdapat pula lukisan seorang anak kecil yang dijuluki “boneka setan” karya pelukis lokal tahun 2006, lukisan Dewi Sri yang bernuansa mistis, hingga lukisan laksamana Belanda yang matanya seolah mengikuti pengunjung.

Ada pula lukisan perempuan Pantai Selatan yang dibeli di kawasan Parangkusumo, Yogyakarta, yang konon hanya boleh dimiliki oleh orang yang memiliki pengalaman spiritual serupa dengan sang pelukis.

Menikmati Kopi di OG Cafe

Meski kisahnya terdengar menyeramkan, nuansa horor ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung di sini.

Setelah puas menguji nyali dan belajar sejarah, pengunjung dapat bersantai di OG Cafe. Area coffee shop ini menjadi salah satu spot favorit karena berada di tengah bangunan peninggalan era kolonial.

Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati secangkir kopi hitam khas hasil perkebunan Karanganjar sendiri sambil bersantai di ruangan bergaya vintage dengan meja kayu tua.

Uniknya, para waiters-nya justru merupakan bule-bule dari luar negeri yang mendedikasikan untuk magang di tempat ini.

Adapun beberapa menu minuman khas yang menjadi pilihan terbaik yang disediakan seperti kopi arabica, robusta, Excelsa, dan Babota.

Sementara untuk tiket masuknya dikenakan gratis, namun pengunjung disarankan untuk membeli kartu voucher senilai Rp25.000 yang dapat digunakan untuk berbagai fasilitas dan pembelian produk.

Sebagian besar pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto, tetapi untuk merasakan langsung suasana dari salah satu jejak perkebunan kopi tertua di Jawa Timur.

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana sebuah tempat usaha yang terlihat lengang dan sepi secara tiba-tiba.

    Solusi Mengatasi Usaha yang Diduga Terkena Santet, dari Tanda-Tanda hingga Cara Penanganan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, banyak pelaku bisnis yang mengaku pernah mengalami kondisi yang terasa janggal. Mulai dari omzet yang tiba-tiba turun drastis, suasana tempat usaha yang mendadak tidak nyaman, sampai munculnya konflik tanpa sebab yang jelas. Di masyarakat Indonesia, kejadian seperti ini sering dikaitkan dengan hal-hal non-fisik, seperti santet, teluh, […]

  • Pengemudi Ojek Online

    Kabar Gembira! Mulai 1 Juli 2026 Potongan Komisi Ojol Grab dan Gojek Diklaim Turun Jadi 8 Persen

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kabar gembira bagi para pengemudi transportasi online di seluruh Indonesia, terutama mitra ojol (ojek online) Grab dan Gojek. Mulai 1 Juli 2026, pemerintah yang telah menjalin kesepakatan dengan pihak aplikator akan menerapkan sistem pembagian komisi baru. Dari yang sebelumnya mitra ojol terpotong 20 persen dalam setiap perjalanan, kini potongan tersebut menjadi 8 persen. […]

  • Ilustrasi Kalender Jawa

    Tanggal Baik Pernikahan Februari 2026 Menurut Primbon Jawa (Lengkap)

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Penentuan tanggal pernikahan menggunakan kalender Jawa masih dianggap sebagai tradisi nenek moyang yang dilestarikan oleh sebagian masyarakat, khususnya dalam adat Jawa. Tradisi ini dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sekaligus ikhtiar agar pasangan pengantin dapat meniti kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan. Berdasarkan perhitungan dalam Primbon Jawa, terdapat sejumlah tanggal dan […]

  • pasangan romantis sebagai ilustrasi tanda jodoh menurut primbon Jawa

    7 Tanda Segera Menemukan Jodoh Menurut Ilmu Titen dan Primbon Jawa

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    Nusaspirit.com – Menikahi seseorang yang dicintai merupakan impian banyak orang. Namun, bagi mereka yang masih sendiri, menantikan kehadiran sosok yang kelak dianggap sebagai jodoh bukanlah hal yang mudah dan sering kali sulit ditebak. Meski demikian, dalam tradisi Jawa dikenal salah satu warisan pengetahuan leluhur yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, yaitu ilmu titen. […]

  • Relief batu diduga peninggalan candi kuno ditemukan di hutan jati Ngawi. Struktur dan ukiran mengarah pada jejak peradaban Hindu abad ke-10.

    Diduga Situs Candi Kuno, Reruntuhan Bersejarah Ditemukan di Hutan Jati Ngawi

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Penemuan reruntuhan bangunan yang diduga sebagai situs candi kembali mengemuka di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Temuan ini berada di kawasan hutan jati Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, dan langsung menarik perhatian warga serta pemerhati sejarah. Reruntuhan yang ditemukan berupa struktur batu kapur, fragmen bangunan, hingga relief yang diduga berasal dari era kerajaan Hindu […]

  • Ilustrasi kalender Jawa sebagai bagian dari sistem penanggalan tradisional yang digunakan dalam budaya Nusantara.

    Weton Jawa: Arti, Perhitungan, Watak, dan Pengaruhnya dalam Kehidupan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dalam tradisi Jawa, kelahiran seseorang tidak hanya dicatat sebagai tanggal dan bulan. Ada sistem penanggalan yang lebih dalam dan sarat makna, yang dikenal sebagai weton Jawa. Weton dipercaya sebagai penanda watak dasar, arah rezeki, hingga kecenderungan hidup seseorang. Karena itulah, hingga hari ini weton masih sering dijadikan rujukan dalam berbagai perhitungan, mulai dari […]

expand_less