Misteri Kampung Kuntilanak di Sekitar Waduk Kedung Ombo Jawa Tengah, Rumah Dinas Terbengkalai Sejak 2010
- Jejak Spiritual
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026

NusaSpirit.com – Tak jauh dari Waduk Kedung Ombo, tepatnya di wilayah Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, terdapat sisa bangunan perumahan lama yang kini terbengkalai.
Bangunan tersebut dikenal warga sekitar sebagai lokasi yang menyimpan jejak sejarah kelam, sekaligus lekat dengan aura mistis yang hingga kini masih dipercaya keberadaannya.
Konon, kompleks yang diduga merupakan bekas rumah dinas itu telah lama tidak beroperasi dan ditinggalkan penghuninya sejak sekitar tahun 2010.
Sejak saat itu, suasana sunyi menyelimuti kawasan tersebut, meski lokasinya berdekatan dengan jalan raya dan permukiman yang masih aktif.
Kondisi bangunan yang kian rusak, akses masuk yang tertutup, serta cerita horor dari warga yang berkembang dari tahun ke tahun semakin memperkuat kesan angker di tempat tersebut.
Dari kejauhan, masyarakat yang melintasi kawasan permukiman masih melihat rumah-rumah itu tampak kokoh, bahkan sebagian lampu terlihat menyala.
Namun ketika didekati, banyak pintu digembok, jendela telah dilepas, dan beberapa struktur bangunan tampak ambruk dimakan usia serta ditumbuhi semak belukar.
Menurut penduduk sekitar, area tersebut dulunya merupakan rumah dinas milik sebuah perusahaan. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai status pengelolaannya.
Kawasan Dinas yang Perlahan Ditinggalkan
Selain itu, banyak warga berspekulasi bahwa kompleks ini dahulu dihuni pegawai yang bekerja di sekitar Waduk Kedung Ombo. Seiring waktu, rumah-rumah tersebut ditinggalkan satu per satu.
“Rumah-rumahnya terlihat masih bagus dari luar, tapi ternyata banyak yang sudah tidak bisa dimasuki,” ungkap Bahrudin, salah satu warga sekitar, Kamis (14/5/2026).
Ia juga mengatakan bahwa material bangunan yang digunakan, seperti panel GRC, dari kejauhan tampak menyerupai beton. Namun kerusakan terlihat jelas di beberapa titik, terutama di bagian belakang rumah dan area kamar mandi.
Akses ke dalam bangunan sebagian besar tertutup, baik karena pintu terkunci maupun akibat struktur yang sudah runtuh.
Di sekitar kompleks rumah dinas tersebut, terdapat pula sarana olahraga seperti lapangan tenis dan voli. Kini, berbagai fasilitas itu tampak tidak terawat dan ditumbuhi rumput liar.
Meski secara kasat mata masih dapat digunakan, keberadaannya di tengah kawasan kosong membuat warga sekitar enggan memanfaatkannya.
“Sebenarnya lapangannya masih ada, cuma mungkin warga sungkan karena ini dulunya milik perusahaan,” ucap Bahrudin.
Asal-usul Julukan Kampung Kuntilanak
Julukan Kampung Kuntilanak berkembang dari cerita lisan warga sekitar. Seorang pemilik warung di sekitar lokasi menuturkan bahwa kawasan tersebut kerap dikaitkan dengan kemunculan sosok perempuan berbaju putih yang disebut-sebut terlihat melintas atau menyeberang jalan pada malam hingga dini hari.
“Katanya, kalau tengah malam sering ada sosok wanita mondar-mandir di sekitar sini. Tapi saat didekati, sosok itu tiba-tiba hilang entah ke mana. Karena itu, banyak warga menduga perempuan tersebut bukan manusia pada umumnya,” kata Ningsih.
Ia juga menyebutkan bahwa jika eksplorasi dilakukan pada siang hari, tidak ada keanehan yang dirasakan secara langsung, berbeda ketika malam mulai tiba.
“Kalau siang ya normal saja lokasinya, tapi kalau malam suasananya langsung berubah total,” tambahnya.
Di Antara Jalan Raya dan Permukiman Aktif
Kampung Kuntilanak ini tidak berada di lokasi terpencil. Dari penampakan langsung, terlihat jelas bahwa kompleks rumah dinas tersebut berdekatan dengan jalan raya yang menghubungkan kawasan Purwodadi dengan sejumlah wilayah lain di sekitar Waduk Kedung Ombo.
Bahkan, di beberapa bagian bawah kawasan masih tampak rumah warga yang dihuni, ditandai dengan aktivitas lampu yang menyala dan kegiatan harian yang berlangsung normal.
Namun, beberapa rumah di dalam kompleks tersebut telah roboh sebagian, menyisakan puing dan rangka bangunan yang tertutup tanaman liar.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah kawasan tersebut akan direvitalisasi, dijual, atau dibiarkan terbengkalai. Tidak ada papan informasi resmi yang menjelaskan status lahan maupun rencana ke depan dari pihak pemilik atau pemerintah setempat.
- Penulis: Danang Setiawan
- Editor: M. Ilman Arif

Add your first comment to this post