Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Misteri Kampung Kuntilanak di Sekitar Waduk Kedung Ombo Jawa Tengah, Rumah Dinas Terbengkalai Sejak 2010

Misteri Kampung Kuntilanak di Sekitar Waduk Kedung Ombo Jawa Tengah, Rumah Dinas Terbengkalai Sejak 2010

NusaSpirit.com – Tak jauh dari Waduk Kedung Ombo, tepatnya di wilayah Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, terdapat sisa bangunan perumahan lama yang kini terbengkalai.

Bangunan tersebut dikenal warga sekitar sebagai lokasi yang menyimpan jejak sejarah kelam, sekaligus lekat dengan aura mistis yang hingga kini masih dipercaya keberadaannya.

Konon, kompleks yang diduga merupakan bekas rumah dinas itu telah lama tidak beroperasi dan ditinggalkan penghuninya sejak sekitar tahun 2010.

Sejak saat itu, suasana sunyi menyelimuti kawasan tersebut, meski lokasinya berdekatan dengan jalan raya dan permukiman yang masih aktif.

Kondisi bangunan yang kian rusak, akses masuk yang tertutup, serta cerita horor dari warga yang berkembang dari tahun ke tahun semakin memperkuat kesan angker di tempat tersebut.

Dari kejauhan, masyarakat yang melintasi kawasan permukiman masih melihat rumah-rumah itu tampak kokoh, bahkan sebagian lampu terlihat menyala.

Namun ketika didekati, banyak pintu digembok, jendela telah dilepas, dan beberapa struktur bangunan tampak ambruk dimakan usia serta ditumbuhi semak belukar.

Menurut penduduk sekitar, area tersebut dulunya merupakan rumah dinas milik sebuah perusahaan. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai status pengelolaannya.

Kawasan Dinas yang Perlahan Ditinggalkan

Selain itu, banyak warga berspekulasi bahwa kompleks ini dahulu dihuni pegawai yang bekerja di sekitar Waduk Kedung Ombo. Seiring waktu, rumah-rumah tersebut ditinggalkan satu per satu.

“Rumah-rumahnya terlihat masih bagus dari luar, tapi ternyata banyak yang sudah tidak bisa dimasuki,” ungkap Bahrudin, salah satu warga sekitar, Kamis (14/5/2026).

Ia juga mengatakan bahwa material bangunan yang digunakan, seperti panel GRC, dari kejauhan tampak menyerupai beton. Namun kerusakan terlihat jelas di beberapa titik, terutama di bagian belakang rumah dan area kamar mandi.

Akses ke dalam bangunan sebagian besar tertutup, baik karena pintu terkunci maupun akibat struktur yang sudah runtuh.

Di sekitar kompleks rumah dinas tersebut, terdapat pula sarana olahraga seperti lapangan tenis dan voli. Kini, berbagai fasilitas itu tampak tidak terawat dan ditumbuhi rumput liar.

Meski secara kasat mata masih dapat digunakan, keberadaannya di tengah kawasan kosong membuat warga sekitar enggan memanfaatkannya.

“Sebenarnya lapangannya masih ada, cuma mungkin warga sungkan karena ini dulunya milik perusahaan,” ucap Bahrudin.

Asal-usul Julukan Kampung Kuntilanak

Julukan Kampung Kuntilanak berkembang dari cerita lisan warga sekitar. Seorang pemilik warung di sekitar lokasi menuturkan bahwa kawasan tersebut kerap dikaitkan dengan kemunculan sosok perempuan berbaju putih yang disebut-sebut terlihat melintas atau menyeberang jalan pada malam hingga dini hari.

“Katanya, kalau tengah malam sering ada sosok wanita mondar-mandir di sekitar sini. Tapi saat didekati, sosok itu tiba-tiba hilang entah ke mana. Karena itu, banyak warga menduga perempuan tersebut bukan manusia pada umumnya,” kata Ningsih.

Ia juga menyebutkan bahwa jika eksplorasi dilakukan pada siang hari, tidak ada keanehan yang dirasakan secara langsung, berbeda ketika malam mulai tiba.

“Kalau siang ya normal saja lokasinya, tapi kalau malam suasananya langsung berubah total,” tambahnya.

Di Antara Jalan Raya dan Permukiman Aktif

Kampung Kuntilanak ini tidak berada di lokasi terpencil. Dari penampakan langsung, terlihat jelas bahwa kompleks rumah dinas tersebut berdekatan dengan jalan raya yang menghubungkan kawasan Purwodadi dengan sejumlah wilayah lain di sekitar Waduk Kedung Ombo.

Bahkan, di beberapa bagian bawah kawasan masih tampak rumah warga yang dihuni, ditandai dengan aktivitas lampu yang menyala dan kegiatan harian yang berlangsung normal.

Namun, beberapa rumah di dalam kompleks tersebut telah roboh sebagian, menyisakan puing dan rangka bangunan yang tertutup tanaman liar.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah kawasan tersebut akan direvitalisasi, dijual, atau dibiarkan terbengkalai. Tidak ada papan informasi resmi yang menjelaskan status lahan maupun rencana ke depan dari pihak pemilik atau pemerintah setempat.

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak sejarah Joko Tingkir, pendiri Kesultanan Pajang di Jawa Tengah.

    Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mas Karebet, yang lebih dikenal dengan nama Joko Tingkir, adalah tokoh sentral yang dianggap berjasa sebagai pendiri sekaligus Raja Kesultanan Pajang. Kesultanan ini berada di sekitar wilayah Surakarta (Solo) pada abad ke-16, tepatnya antara tahun 1549 hingga 1582 M. Keberadaan makam Mas Karebet sejak lama memunculkan perdebatan di kalangan sejarawan dan masyarakat. Sebagian […]

  • Apa Itu Khodam? Mengenal Ciri-Ciri, Jenis, dan Cara Berkomunikasi dengan Pendamping Gaib

    Apa Itu Khodam? Mengenal Ciri-Ciri, Jenis, dan Cara Berkomunikasi dengan Pendamping Gaib

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda tiba-tiba merasa merinding di ruangan sepi atau mendadak selamat dari sebuah kecelakaan fatal berkat insting naluri gaib? Bagi masyarakat modern, fenomena seperti ini mungkin sering dianggap sebagai angin lalu atau sekadar kebetulan belaka. Namun, bagi mereka yang masih percaya dengan adanya hal mistis dan metafisika, kejadian ini sering dikaitkan dengan keberadaan […]

  • Prosesi pernikahan adat Jawa

    Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitung Weton Jodoh

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Hari baik pernikahan menurut primbon Jawa adalah perhitungan tradisional berdasarkan weton, neptu hari, dan pasaran untuk menentukan tanggal pernikahan yang dipercaya membawa keberkahan dan keharmonisan rumah tangga. Bagi sebagian masyarakat, menentukan hari baik untuk melangsungkan pernikahan masih menjadi tradisi yang dihormati hingga kini, terutama oleh para orang tua dari calon mempelai. Tradisi ini […]

  • Gambar ilustratif mimpi dan simbol Primbon Jawa, referensi 100 arti mimpi. Sumber: Pexels

    100 Arti Mimpi Lengkap Menurut Kitab Primbon Jawa Kuno

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda mengalami mimpi yang begitu kuat hingga sulit dilupakan seperti bertemu sosok yang sangat berarti dalam hidup, atau justru menjadi pribadi yang selama ini hanya hadir dalam angan? Dalam kehidupan sehari-hari, mimpi kerap dianggap sekadar bunga tidur, sesuatu yang datang lalu pergi tanpa makna. Namun bagi masyarakat yang masih memegang nilai tradisi […]

  • Ilustrasi Sumur Tiban di Bulukidul, Boyolali, yang konon dijaga oleh entitas gaib Raden Ayu Sri Raharjo

    Misteri Lima Sumur Tiban di Lereng Gunung Merapi, Konon Dijaga Raden Ayu Sri Raharjo

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Fenomena mistis terjadi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Bulukidul, Desa Surotelang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kawasan yang dikenal sarat cerita gaib ini menyimpan kisah janggal tentang kemunculan lima sumur misterius yang hingga kini sulit dijelaskan secara logika. Menurut penuturan Mbah Citro, salah satu sesepuh desa, sebelum era 1970-an masyarakat […]

  • Gambar Ilustrasi

    Rezeki dan Puncak Kejayaan Weton Kamis Kliwon, Dipercaya Bersinar di Usia Matang

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kitab Primbon masih menjadi salah satu pedoman yang dipercaya banyak masyarakat Jawa untuk membaca karakter, perjalanan hidup, hingga potensi rezeki seseorang berdasarkan weton kelahirannya. Salah satu weton yang konon dianggap memiliki aura mistis yang cukup kental karena kerap dikaitkan dengan hal-hal supranatural adalah Kamis Kliwon. Dalam kepercayaan masyarakat tertentu, Kamis Kliwon dikenal sebagai […]

expand_less