Diduga Situs Candi Kuno, Reruntuhan Bersejarah Ditemukan di Hutan Jati Ngawi
- Berita Budaya
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026

NusaSpirit.com – Penemuan reruntuhan bangunan yang diduga sebagai situs candi kembali mengemuka di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Temuan ini berada di kawasan hutan jati Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, dan langsung menarik perhatian warga serta pemerhati sejarah.
Reruntuhan yang ditemukan berupa struktur batu kapur, fragmen bangunan, hingga relief yang diduga berasal dari era kerajaan Hindu abad ke-10.
Lokasi yang berada di perbukitan kapur kawasan Pegunungan Kendeng ini memperkuat dugaan bahwa situs tersebut merupakan peninggalan masa transisi kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Pemerintah setempat pun mulai bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Penemuan ini pertama kali dilaporkan warga yang sedang beraktivitas di sekitar hutan jati. Mereka menemukan susunan batu yang tidak biasa, disertai ukiran relief yang menyerupai figur manusia dan simbol-simbol keagamaan.
Seiring dilakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan pula fragmen yang mengarah pada ciri khas bangunan candi, termasuk kemungkinan adanya arca dan ornamen keagamaan.
Suyono Sastroargo, seorang warga sekaligus pemerhati sejarah lokal, meyakini bahwa struktur tersebut bukan sekedar tumpukan batu biasa. Ia melihat adanya pola dan simbol yang mengarah pada peninggalan Hindu aliran Siwa.
“Motif reliefnya jelas menggambarkan manusia, lalu ada juga simbol Dewa Siwa, termasuk Nandi dan ornamen ular kobra. Ini ciri yang sering ditemukan di situs-situs candi Hindu,” ujarnya.
Menurut Suyono, kondisi reruntuhan yang tersebar kemungkinan disebabkan oleh faktor alam, terutama pertumbuhan pohon besar di sekitar struktur yang membuat bangunan runtuh secara perlahan.
Sementara itu, pihak pemerintah kecamatan turut merespons cepat temuan ini. Sekretaris Kecamatan Karanganyar, Putut Yuliarto, mengatakan bahwa pihaknya akan segera melaporkan penemuan tersebut ke dinas terkait agar dapat dilakukan kajian lebih mendalam oleh tim ahli.
“Kami akan koordinasikan dengan instansi yang berwenang, terutama di bidang kebudayaan dan cagar budaya. Ini penting agar penanganannya tidak sembarangan,” kata Putut.
Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, pemerintah bersama masyarakat akan melakukan kerja bakti untuk membersihkan area sekitar situs sekaligus mengamankan temuan agar tidak rusak atau hilang.
Pendapat lain datang dari kalangan akademisi arkeologi yang menilai bahwa kawasan Ngawi memang memiliki potensi sejarah yang belum sepenuhnya tergali. Berdasarkan beberapa temuan sebelumnya di wilayah Jawa Timur bagian barat, kawasan ini diduga menjadi jalur penting dalam perkembangan peradaban masa kerajaan Medang.
Seorang peneliti sejarah dari Universitas Negeri Malang menyebut, temuan ini berpotensi menjadi bagian dari jaringan situs kuno yang lebih luas di wilayah Jawa Timur bagian barat.
“Jika benar berasal dari abad ke-10, temuan ini sangat menarik karena menunjukkan adanya aktivitas keagamaan dan budaya yang cukup kuat di kawasan ini. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan struktur serta fungsi bangunannya,” ujarnya.
Hingga saat ini, status resmi dari reruntuhan tersebut masih dalam tahap identifikasi awal. Namun, potensi nilai sejarah yang terkandung di dalamnya dinilai cukup besar, baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun pelestarian budaya.
Penemuan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat dalam menjaga warisan sejarah. Dengan langkah cepat dari pemerintah dan dukungan warga, diharapkan situs ini dapat diteliti lebih lanjut dan dilindungi sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

Add your first comment to this post