Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Wisata Religi Makam Ki Ageng Keninten Nganjuk: Kisah Sungai Berpindah hingga Kutukan Kera

Wisata Religi Makam Ki Ageng Keninten Nganjuk: Kisah Sungai Berpindah hingga Kutukan Kera

NusaSpirit.com – Sebuah makam di Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu destinasi wisata religi yang konon menyimpan beragam cerita legenda yang hingga saat ini masih dikenang oleh masyarakat setempat.

Makam dengan panjang seukuran orang dewasa bertubuh jangkung dan berbalut kain putih tersebut dipercaya sebagai pusara Ki Ageng Ronggo Keninten. Sosok ini menurut penuturan warga masih memiliki keterkaitan dengan masa kejayaan Kerajaan Mataram.

Untuk mencapai kawasan ini, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 14 kilometer dari Alun-Alun Nganjuk. Berada di kawasan pedesaan, akses menuju makam masih tampak asri dengan hamparan pepohonan rindang dan ilalang yang tumbuh di berbagai sisi jalan.

Salah satu cerita paling sakral terkait makam ini adalah kepercayaan sebagian warga yang mengisahkan bahwa pesarean Ki Ageng Ronggo Keninten pernah mengalami peristiwa ganjil, di mana aliran sungai di dekatnya disebut berpindah hanya dalam waktu satu malam, sementara letak makam tetap berada di tempat semula.

Mbah Warsini, selaku kuncen makam, membenarkan cerita itu. Menurutnya, banyak orang keliru mengira bahwa yang berpindah adalah makam, padahal yang dimaksud dalam kisah turun-temurun tersebut adalah aliran sungainya.

“Yang pindah itu sungainya, bukan makamnya. Makamnya tetap di tempat semula,” ujar Mbah Warsini.

Jika dilihat dari segi geografis saat ini, sungai yang dimaksud dalam cerita itu adalah Sungai Widas yang mengalir melintasi wilayah Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan keterangan Mbah Warsini, peristiwa tersebut berkaitan dengan wasiat Ki Ageng Ronggo Keninten sebelum wafat. Kala itu, beliau meminta pengikutnya untuk memakamkannya di sebelah utara arus sungai.

Namun, permintaan tersebut tidak dilaksanakan. Ki Ageng Ronggo Keninten justru dimakamkan di sisi selatan sungai. Tidak lama setelah jenazah dikebumikan, keajaiban pun disebut terjadi.

Akhirnya, aliran sungai berubah arah dan mengalir ke sisi selatan, sehingga makamnya terletak di bagian utara sesuai dengan keinginannya semasa hidup.

Selain kisah sungai yang berpindah, situs makam ini juga dikenal karena mitos lain yang tak kalah menarik. Masyarakat setempat percaya adanya cerita mengenai 40 orang yang tidak menjalankan amanat beliau sebelumnya dan kemudian dikutuk menjadi wujud kera.

Mbah Warsini menjelaskan, dalam riwayat Ki Ageng Ronggo Keninten, beliau sempat mengucapkan sumpah serapah kepada para sahabatnya yang dianggap tidak mempercayai pesan terakhirnya.

Akibat ucapan tersebut, 40 orang itu berubah wujud menjadi kera, dan keturunannya disebut masih menghuni kawasan sekitar hingga sekarang.

“Setelah beliau meninggal, menurut kepercayaan para leluhur, beliau bersabda dan mengucapkan sumpahnya, lalu terjadilah peristiwa itu. Masyarakat di sini percaya jumlahnya tetap 40, tidak bertambah dan tidak berkurang,” kata Mbah Warsini.

Sosok Ki Ageng Ronggo Keninten dalam Cerita Lokal

Berdasarkan asal-usul Ki Ageng Ronggo Keninten menurut adat masyarakat Karangsemi, beliau dikenal sebagai seorang pemuda yang dulunya mempunyai rekam jejak dengan Kerajaan Mataram pada masa lampau.

Ia disebut sebagai murid Juru Mertani, sosok yang dalam sejarah Jawa dikenal sebagai penasihat penting Kesultanan Mataram yang kala itu masih dipimpin oleh Raja Panembahan Senopati (Danang Sutawijaya) pada era 1586 hingga 1601 Masehi.

Mbah Warsini berujar bahwa Ki Ageng Ronggo Keninten pernah mendapat tugas untuk meredam konflik di wilayah Pasuruan. Dalam perjalanan hidupnya, ia dikisahkan memiliki kemampuan linuwih atau kelebihan spiritual yang membuatnya disegani banyak orang.

Setelah menuntaskan tugas penting yang dipercayakan kepadanya, Ki Ageng Ronggo Keniten kembali ke wilayah Mataram. Namun, alih-alih menerima penghormatan dan pujian atas keberhasilannya, kepulangannya justru memicu rasa iri di kalangan sejumlah rekan dan orang-orang di sekitarnya.

Kecemburuan tersebut kemudian berujung pada pengkhianatan. Ki Ageng Ronggo Keniten disebut menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka parah. Dalam kondisi tidak berdaya, ia dibawa ke arah utara dan akhirnya mengembuskan napas terakhir di wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Karangsemi.

Tempat yang Kerap Didatangi Pencari Doa dan Harapan

Selain menjadi situs yang sarat kesan aura mistisnya, makam Ki Ageng Ronggo Keninten juga kerap didatangi peziarah dari berbagai daerah. Mereka datang dengan beragam tujuan, mulai dari berdoa untuk dimudahkan rezeki, kesehatan, kelancaran usaha, hingga memohon peningkatan karier dan jabatan.

Menurut Mbah Warsini, banyak tamu berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, seperti Nganjuk, Malang, Kediri, Pare, Tulungagung hingga daerah luar. Sebagian datang untuk berziarah, sementara yang lain mengikuti tradisi syukuran yang rutin digelar pada malam Jumat Pahing dalam penanggalan Jawa.

“Yang datang macam-macam. Ada yang berdoa untuk pekerjaan, kesehatan, dan harapan hidup lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa aktivitas yang dilakukan para peziarah bukanlah praktik negatif seperti yang kerap diidentikkan dengan sejumlah lokasi mistis di Jawa. Menurutnya, para tamu tetap memanjatkan doa kepada Tuhan sesuai keyakinan masing-masing.

Terlepas dari berbagai legenda yang menyelimutinya, makam Ki Ageng Ronggo Keninten hingga kini tetap menjadi salah satu tujuan wisata religi bagi warga Nganjuk dan sekitarnya. Situs ini tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga diyakini menyimpan jejak sejarah dari peradaban masa silam yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Lokasi Ki Ageng Keninten

Jika ingin menelisik kawasan yang memiliki cerita yang sama bisa berkunjung di Misteri Punden Selining di Mojokerto

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi nasi putih sebagai simbol utama puasa mutih dalam tradisi Kejawen.

    Manfaat dan Tata Cara Puasa Mutih 7 Hari 7 Malam dalam Tradisi Kejawen

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jika menelisik kebudayaan Jawa dari masa ke masa, masyarakatnya dikenal memiliki beragam praktik spiritual yang berkembang secara turun-temurun. Hal ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh tradisi leluhur yang dijalani sejak zaman nenek moyang. Salah satu laku spiritual yang hingga kini masih dijaga adalah puasa. Berbeda dengan puasa pada umumnya, tradisi Jawa menjelaskan bahwa […]

  • Gambar Ilustrasi

    Tanggal Baik Membuka Usaha di Mei 2026 Menurut Feng Shui, Ini Waktu dan Hari Keberuntungannya

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di bulan Mei 2026, banyak pelaku bisnis mulai mencari momentum terbaik untuk grand opening atau memulai usaha baru. Hal ini bukan tanpa alasan, karena dalam kepercayaan Feng Shui, pemilihan tanggal yang tepat diyakini dapat membantu membuka jalan rezeki, memperlancar transaksi, serta menciptakan awal usaha yang lebih stabil. Menurut pandangan Feng Shui, ada hari […]

  • Penampakan jalur baru menuju Goa Tetes Lumajang yang kini mempermudah akses wisatawan.

    Info Rute, Harga Tiket, dan Jalur Baru Goa Tetes Lumajang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Goa Tetes yang berada di kawasan Tumpak Sewu kini semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan. Penyebabnya sederhana, akses menuju lokasi utama sekarang jauh lebih cepat setelah dibukanya jalur baru berupa tangga besi dan lintasan pejalan kaki yang lebih aman. Kalau dulu pengunjung harus menghabiskan waktu sekitar 15 hingga 25 menit untuk turun dan kembali […]

  • Prosesi adat dalam rangkaian tradisi Bulan Suro.

    Sakralnya Bulan Suro: Dari Larung Sesaji Hingga Penjamasan Benda Pusaka

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bulan Suro, atau sering disebut Suroan, dipandang sebagai momen yang identik dengan hal-hal mistis dan supranatural. Sebagian masyarakat, khususnya suku Jawa, menyambut peristiwa ini dengan menggelar berbagai ritual khusus, seperti penjamasan benda pusaka, larung sesaji, sedekah bumi, hingga bersih desa. Berbagai ritual adat tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan keselarasan hubungan antara manusia, alam, […]

  • Penampakan jalur Jembatan Kembar Cangar yang berkabut dan dikelilingi hutan lebat, lokasi yang kerap dikaitkan dengan berbagai cerita horor di Jawa Timur.

    Misteri Jembatan Kembar Cangar Kembali Jadi Sorotan, Praktisi Spiritual Ungkap Dugaan “Perjanjian Lama” di Lokasi Ini

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kawasan Jembatan Kembar Cangar di jalur penghubung Kota Batu dan Mojokerto kembali ramai dibicarakan publik. Bukan karena keindahan alamnya, melainkan deretan cerita mistis yang terus muncul dari lokasi itu. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah berkabut di lereng pegunungan yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, tepatnya di kaki Gunung Arjuno […]

  • Petilasan Syekh Siti Jenar di bawah pohon beringin tua di Lemahbangkulon, Banyuwangi.

    Petilasan Syekh Siti Jenar di Banyuwangi, Situs Sakral di Bawah Beringin Tua yang Menyimpan Jejak Sejarah Blambangan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di sebuah desa bernama Lemahbangkulon di Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat sebuah situs yang  bernama Lestono dan diyakini sebagai petilasan Syekh Siti Jenar. Lokasi yang berada di bawah pohon beringin purba berusia ratusan tahun itu menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah, hingga luar pulau di Indonesia. Selain terkait dengan tokoh kontroversial […]

expand_less