Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Lainnya » Kabar Gembira! Mulai 1 Juli 2026 Potongan Komisi Ojol Grab dan Gojek Diklaim Turun Jadi 8 Persen

Kabar Gembira! Mulai 1 Juli 2026 Potongan Komisi Ojol Grab dan Gojek Diklaim Turun Jadi 8 Persen

NusaSpirit.com – Kabar gembira bagi para pengemudi transportasi online di seluruh Indonesia, terutama mitra ojol (ojek online) Grab dan Gojek.

Mulai 1 Juli 2026, pemerintah yang telah menjalin kesepakatan dengan pihak aplikator akan menerapkan sistem pembagian komisi baru. Dari yang sebelumnya mitra ojol terpotong 20 persen dalam setiap perjalanan, kini potongan tersebut menjadi 8 persen.

Selain itu, perusahaan penyedia layanan juga akan meningkatkan berbagai bentuk kesejahteraan dan perlindungan bagi para mitra driver, seperti jaminan kesehatan hingga jaminan kecelakaan kerja.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online dan telah ditandatangani oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, di Jakarta usai aksi peringatan Hari Buruh Nasional pada 1 Mei lalu.

Lebih lanjut, perubahan ini telah disampaikan kepada seluruh mitra driver melalui notifikasi inbox di telepon seluler mereka dan akan segera diimplementasikan pada Juli mendatang.

Hal ini tentunya dapat membawa angin segar bagi para pengemudi yang telah menggantungkan mata pencaharian mereka pada profesi sebagai ojek online. Keputusan ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban finansial para pengemudi ojol yang sebelumnya dianggap terlalu memberatkan.

Adapun skema peningkatan pendapatan ini dapat digambarkan melalui contoh berikut:

Seorang driver menerima order dari customer dengan nilai tarif Rp20.000. Dengan skema potongan sebelumnya yang mencapai 20 persen, driver hanya menerima pendapatan bersih sekitar Rp16.000. Namun, dengan penurunan komisi menjadi 8 persen, pendapatan yang diterima driver dapat meningkat menjadi Rp18.400 untuk setiap perjalanan.

Jika dihitung secara akumulatif, selisih pendapatan sebesar Rp2.400 dari tarif perjalanan Rp20.000 memang terlihat kecil. Namun, apabila seorang driver mampu menyelesaikan 15 hingga 20 trip order dalam sehari, jika dikalkulasikan, ia akan memperoleh tambahan Rp36.000 hingga Rp48.000 dan itu belum termasuk bonus insentif jika para mitra berhasil menyelesaikan berbagai tantangan harian.

Dalam jangka waktu satu bulan, peningkatan pendapatan tersebut tentu menjadi nilai yang cukup berarti bagi para pengemudi. Terlebih bagi mereka yang menjadikan ojol sebagai pekerjaan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Pernyataan tersebut juga mendapatkan dukungan dari masing-masing pihak penyedia layanan aplikasi. Wakil Direktur Utama GoTo (Gojek), Catherine Hindra Sutjahyo, beserta CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyambut dengan tangan terbuka terkait regulasi ini agar ke depan para driver dapat merasakan peningkatan pendapatan secara lebih maksimal dan transparan.

Di sisi lain, berbagai keluhan selama ini juga dirasakan oleh sebagian besar mitra pengemudi ojek online, terutama terkait tingginya biaya operasional yang harus mereka tanggung. Mulai dari perawatan kendaraan, pembelian suku cadang seperti ban dan kampas rem, pergantian oli secara berkala, hingga harga bahan bakar yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh Setiawan, salah seorang mitra pengemudi ojol Gojek asal Kediri. Ia mengaku menyambut baik kebijakan penurunan potongan komisi tersebut karena dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan yang diterimanya setiap hari.

“Kalau potongannya benar turun, tentu sangat membantu. Pendapatan yang didapat bisa lebih cukup untuk kebutuhan keluarga sekaligus biaya perawatan motor yang digunakan untuk bekerja setiap hari,” ujar Setiawan, Kamis, (25/6/2026).

Ia juga berharap agar perubahan ini tidak memunculkan program-program baru, seperti promo berlebihan yang dirasa dapat menyudutkan dan berpotensi menekan pendapatan para pengemudi.

“Pokoknya, kalau nanti misalnya ada promo baru, jangan yang aneh-aneh dan jangan berlebihan. Gitu saja sudah cukup,” tandasnya.

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prosesi adat dalam rangkaian tradisi Bulan Suro.

    Sakralnya Bulan Suro: Dari Larung Sesaji Hingga Penjamasan Benda Pusaka

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bulan Suro, atau sering disebut Suroan, dipandang sebagai momen yang identik dengan hal-hal mistis dan supranatural. Sebagian masyarakat, khususnya suku Jawa, menyambut peristiwa ini dengan menggelar berbagai ritual khusus, seperti penjamasan benda pusaka, larung sesaji, sedekah bumi, hingga bersih desa. Berbagai ritual adat tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan keselarasan hubungan antara manusia, alam, […]

  • Kawanan lele memenuhi aliran sungai dangkal di lereng Gunung Cumbri, Dusun Jatisari, Wonogiri, yang dipercaya warga sebagai habitat ikan sakral.

    Lele Sakral di Lereng Gunung Cumbri, Mitos yang Membuat Warga Tak Berani Menangkapnya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di sebuah aliran sungai dangkal di Dusun Jatisari, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terdapat pemandangan yang tidak biasa. Ratusan hingga ribuan ikan lele terlihat hidup bebas di sela-sela bebatuan sungai kecil yang berada di kaki Gunung Cumbri, kawasan perbatasan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Airnya tidak terlalu deras, bahkan pada […]

  • Ilustrasi Sumur Tiban di Bulukidul, Boyolali, yang konon dijaga oleh entitas gaib Raden Ayu Sri Raharjo

    Misteri Lima Sumur Tiban di Lereng Gunung Merapi, Konon Dijaga Raden Ayu Sri Raharjo

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Fenomena mistis terjadi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Bulukidul, Desa Surotelang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kawasan yang dikenal sarat cerita gaib ini menyimpan kisah janggal tentang kemunculan lima sumur misterius yang hingga kini sulit dijelaskan secara logika. Menurut penuturan Mbah Citro, salah satu sesepuh desa, sebelum era 1970-an masyarakat […]

  • Gambar Ilustrasi

    Rahasia Weton Sabtu Pon: Watak Tenang, Rezeki Lancar, dan Jodoh Harmonis

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tampak tenang, sabar, dan jarang marah, tetapi menyimpan tekad kuat untuk meraih keberhasilan? Merujuk dalam kitab Primbon Jawa Betaljemur Adammakna, gambaran tersebut kerap dikaitkan dengan pemilik weton Sabtu Pon. Weton ini merupakan perpaduan antara hari Sabtu dan pasaran Pon dengan jumlah neptu 16. Angka tersebut tergolong besar dan […]

  • Salah satu sudut ruang kelas di eks SMPN 3 Blitar yang kini tampak kusam dan tak berpenghuni.

    Saksi Bisu Pemberontakan PETA, Mengapa Eks SMPN 3 Blitar Kini Dikenal Angker?

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi warga lokal, kompleks eks SMP Negeri 3 Blitar bukan sekadar deretan gedung kosong. Di balik dinding-dinding tebal peninggalan kolonial Belanda tersebut, ada potongan sejarah yang perlahan mulai terselimuti senyap dan cerita-cerita bernuansa horor. Kompleks sekolah ini diyakini menjadi salah satu saksi bisu tempat pelatihan tentara Pembela Tanah Air (PETA). Pasukan bentukan Jepang […]

  • Jejak sejarah Joko Tingkir, pendiri Kesultanan Pajang di Jawa Tengah.

    Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mas Karebet, yang lebih dikenal dengan nama Joko Tingkir, adalah tokoh sentral yang dianggap berjasa sebagai pendiri sekaligus Raja Kesultanan Pajang. Kesultanan ini berada di sekitar wilayah Surakarta (Solo) pada abad ke-16, tepatnya antara tahun 1549 hingga 1582 M. Keberadaan makam Mas Karebet sejak lama memunculkan perdebatan di kalangan sejarawan dan masyarakat. Sebagian […]

expand_less