Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Wisata Religi Makam Syekh Jangkung ‘Saridin’ di Pati, Intip Kisah Karomah dan Warisan Budayanya

Wisata Religi Makam Syekh Jangkung ‘Saridin’ di Pati, Intip Kisah Karomah dan Warisan Budayanya

NusaSpirit.com – Nama Syekh Jangkung, atau lebih dikenal sebagai Saridin oleh masyarakat Pati, tentunya sudah sangat akrab di telinga mereka.

Beliau tidak hanya dikenal sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam pada masanya, tetapi juga karena perjalanan spiritualnya yang dinilai nyeleneh dan penuh karomah.

Kisah-kisah tersebut justru menginspirasi banyak orang, termasuk para cendekiawan Muslim hingga saat ini.

Kompleks makamnya yang terletak di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hingga kini masih menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah, baik dari Pati maupun berbagai daerah lainnya.

Para pengunjung yang datang ke lokasi ini memiliki beragam tujuan, mulai dari mengenal sejarah Islam, berziarah, hingga menjalankan tradisi ngalap berkah yang masih hidup di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, nama Syekh Jangkung juga kerap muncul dalam berbagai pagelaran seni dan budaya. Kisah hidupnya sering diangkat ke dalam pementasan wayang klasik, cerita rakyat, ketoprak, teater seni, serta tercatat dalam berbagai naskah sejarah, termasuk Babad Tanah Jawa.

Untuk menuju lokasi pemakaman, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari pusat Kota Pati. Akses menuju kawasan tersebut juga tergolong mudah karena berada di jalur utama Pati–Purwodadi.

Kondisi jalan yang telah beraspal dengan baik membuat kawasan ini dapat dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus pariwisata.

Sebelum memasuki area kompleks makam, pengunjung akan menjumpai deretan pedagang yang menjajakan berbagai hasil bumi termasuk bunga tabur, aneka kerajinan tangan, hingga beragam oleh-oleh khas daerah.

Di kawasan utama makam Syekh Jangkung, terdapat pula sebuah pendopo yang difungsikan sebagai tempat beristirahat bagi para peziarah.

Bangunan ini dihiasi berbagai ornamen tradisional bernuansa masa lampau. Pendopo tersebut juga memiliki keunikan pada tiang penyangganya yang terbuat dari bambu berukuran besar, sehingga menciptakan kesan unik dan menarik bagi para pengunjung.

Salah satu pedagang bunga yang ditemui di sekitar kawasan makam mengatakan bahwa jumlah peziarah biasanya meningkat pada hari-hari tertentu, terutama menjelang pengajian maupun saat peringatan haul Syekh Jangkung.

“Kalau sudah menjelang malam Jumat Legi atau acara haul besar, area ini penuh sesak. Dagangan bunga saya bisa ludes dalam hitungan jam,” ujar Sulastri, salah satu penjual bunga di area makam.

Kisah Karomah Syekh Jangkung

Menurut literatur sejarah Babad Tanah Jawa, Syekh Jangkung pernah mendalami agama Islam dengan berguru kepada sejumlah tokoh Wali Songo, di antaranya Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga.

Salah satu kisah yang paling tersohor dan masih melekat dalam ingatan masyarakat adalah filosofi tentang ikan. Dalam cerita tersebut, beliau pernah mengatakan bahwa setiap air pasti ada ikannya.

Jejak kisah ini berkaitan dengan masa ketika beliau berguru di padepokan Sunan Kudus, yang menunjukkan kedalaman pemahaman tauhid serta keyakinannya terhadap kekuasaan Allah SWT.

Selain itu, terdapat kisah unik lain yang tidak kalah melegenda. Syekh Jangkung konon mampu menimba air menggunakan keranjang yang berlubang. Secara ajaib, wadah anyaman tersebut tetap terisi penuh tanpa bocor sedikit pun hingga mampu memenuhi bak mandi di padepokan.

Peninggalan Syekh Jangkung

Di sekitar kompleks makam utama, para peziarah maupun pemerhati sejarah dapat menemukan beberapa benda yang telah dimuseumkan dan diyakini sebagai jejak peninggalan Syekh Jangkung.

Salah satunya ialah kumpulan tulang yang konon berasal dari Kebo Landoh, seekor kerbau yang sering muncul dalam cerita perjalanan hidup beliau.

Tulang-tulang tersebut disimpan dengan baik di dalam etalase kaca sehingga pengunjung dapat melihat struktur dan keunikan setiap bagiannya secara langsung.

Banyak orang datang bukan hanya untuk berziarah, tetapi juga untuk melihat peninggalan-peninggalan yang masih dilestarikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus warisan budaya.

Menurut cerita warga sekitar, Kebo Landoh merupakan hewan yang sangat dekat dengan Syekh Jangkung. Bahkan, ada satu riwayat yang menyebutkan bahwa Kebo Landoh pernah mati lalu hidup kembali atas izin Allah SWT melalui karomah yang dimiliki Syekh Jangkung.

Petuah Moral Syekh Jangkung

Di balik berbagai kisah karomah yang melekat pada dirinya, Syekh Jangkung sesungguhnya lebih dikenal karena pesan-pesan moral yang diwariskannya kepada masyarakat.

Salah satu petuah yang sering dikaitkan dengan beliau berbunyi, “Ojo njupuk nek ora dikongkon, ojo njaluk nek dudu duweke,” yang dimaknai sebagai larangan mengambil sesuatu yang bukan haknya serta tidak meminta sesuatu yang bukan miliknya.

Prinsip-prinsip itulah yang membuat nama Syekh Jangkung tetap harum dan dikenang hingga sekarang, bukan hanya sebagai tokoh yang dihormati karena perannya dalam menyebarkan agama Islam, tetapi juga sebagai sosok yang mengajarkan etika hidup kepada masyarakat.

Lokasi Makam Syekh Jangkung:

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petilasan Syekh Siti Jenar di bawah pohon beringin tua di Lemahbangkulon, Banyuwangi.

    Petilasan Syekh Siti Jenar di Banyuwangi, Situs Sakral di Bawah Beringin Tua yang Menyimpan Jejak Sejarah Blambangan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di sebuah desa bernama Lemahbangkulon di Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat sebuah situs yang  bernama Lestono dan diyakini sebagai petilasan Syekh Siti Jenar. Lokasi yang berada di bawah pohon beringin purba berusia ratusan tahun itu menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah, hingga luar pulau di Indonesia. Selain terkait dengan tokoh kontroversial […]

  • Masjid Al Faqih, pusat Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Dukuh Bandung, Tlogo, Kanigoro, Blitar.

    Mengenal KH Imam Faqih, Perintis Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Tlogo, Kanigoro, Blitar

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Di balik berkembangnya ajaran Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Blitar, Jawa Timur, tersimpan sosok ulama yang namanya masih hidup dalam ingatan masyarakat setempat, yakni KH Imam Faqih. Meski jejak tertulis tentang beliau tidak banyak ditemukan, kisah hidupnya terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita keluarga dan para sesepuh desa. Dari sanalah potret perjuangan […]

  • Ilustrasi lokasi Prapat Kurung Surabaya dengan pohon bidara dan teralis besi.

    Misteri Prapat Kurung Surabaya dan Sejarah Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tak jauh dari jantung Kota Surabaya, terdapat sebuah lokasi yang sejak lama diyakini keramat oleh warga setempat, tidak hanya oleh masyarakat umum, tetapi terutama oleh komunitas Muslim keturunan Tionghoa. Tempat itu bernama Prapat Kurung, terletak di sebuah taman kota di kawasan Prapat Tegal, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Lokasi ini tidak […]

  • Ilustrasi Kalender Jawa

    Tanggal Baik Pernikahan Februari 2026 Menurut Primbon Jawa (Lengkap)

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Penentuan tanggal pernikahan menggunakan kalender Jawa masih dianggap sebagai tradisi nenek moyang yang dilestarikan oleh sebagian masyarakat, khususnya dalam adat Jawa. Tradisi ini dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sekaligus ikhtiar agar pasangan pengantin dapat meniti kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan. Berdasarkan perhitungan dalam Primbon Jawa, terdapat sejumlah tanggal dan […]

  • Replika uang kertas Indonesia emisi lama, Rp1.000 (1964) dan Rp1 (1960).

    Deretan Uang Kuno yang Diyakini Membawa Keberuntungan, dari Tiongkok hingga Nusantara

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi para kolektor seni, mengoleksi barang antik merupakan hobi yang mampu memenuhi minat dan kepuasan pribadi. Tak sedikit dari mereka yang rela melakukan perjalanan jauh ke berbagai daerah atau menjelajahi platform daring demi menemukan barang yang selama ini diincar. Menurut mereka, aktivitas ini menjadi kepuasan tersendiri, sekaligus dapat berfungsi sebagai investasi jangka panjang […]

  • Tampak kondisi kompleks rumah dinas lama yang kini terbengkalai di sekitar kawasan Waduk Kedung Ombo, Purwodadi, Grobogan.

    Misteri Kampung Kuntilanak di Sekitar Waduk Kedung Ombo Jawa Tengah, Rumah Dinas Terbengkalai Sejak 2010

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tak jauh dari Waduk Kedung Ombo, tepatnya di wilayah Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, terdapat sisa bangunan perumahan lama yang kini terbengkalai. Bangunan tersebut dikenal warga sekitar sebagai lokasi yang menyimpan jejak sejarah kelam, sekaligus lekat dengan aura mistis yang hingga kini masih dipercaya keberadaannya. Konon, kompleks yang diduga merupakan bekas rumah […]

expand_less