Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Jejak Makam Tumenggung Aryo Tedjo di Parengan, Bupati Tuban yang Disebut Leluhur Sunan Kalijaga

Jejak Makam Tumenggung Aryo Tedjo di Parengan, Bupati Tuban yang Disebut Leluhur Sunan Kalijaga

NusaSpirit.com – Di tengah kawasan perbukitan dan pedesaan yang tenang di Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terdapat sebuah kompleks makam tua yang menyimpan kisah penting dalam sejarah Islam Jawa.

Makam tersebut diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Tumenggung Aryo Tedjo, sosok yang dikenal sebagai Bupati Tuban ke-7 sekaligus leluhur Sunan Kalijaga, salah satu anggota Walisongo yang paling berpengaruh dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Keberadaan makam ini sering didatangi oleh para peziarah dari berbagai kota. Namun, banyak dari mereka yang heran karena letaknya yang jauh dari pusat pemerintahan Tuban.

Berada di kawasan pedesaan yang dikelilingi perbukitan, lokasi tersebut sering menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai alasan historis mengapa seorang adipati atau bupati dikebumikan jauh dari pusat kekuasaan yang pernah dipimpinnya.

Kompleks Makam yang Menyimpan Jejak Sejarah

Saat memasuki area makam, pengunjung akan menemukan sebuah bangunan cungkup sederhana yang menjadi tempat persemayaman Tumenggung Aryo Tedjo.

Di dalam kompleks tersebut ternyata tidak hanya terdapat satu pusara, melainkan beberapa makam tokoh lain yang memiliki hubungan penting dengan sejarah Tuban.

Juru kunci makam, Mbah Warijan, menjelaskan bahwa makam yang berada di bagian utama merupakan makam Tumenggung Aryo Tedjo yang oleh masyarakat setempat dipercaya sebagai kakek atau mbah kakung Sunan Kalijaga.

“Estunipun piyambake menika mbah kakungipun Raden Said Sunan Kalijaga (Sebenarnya beliau ini adalah kakek dari Raden Said Sunan Kalijaga),” ujar Warijan.

Juru Kunci Mbah Warijan Makam Tumenggung Aryo Tedjo

Juru Kunci Mbah Warijan Makam Tumenggung Aryo Tedjo

Selain makam Aryo Tedjo, terdapat pula makam sejumlah tokoh lain, termasuk Nyai Aryo Tedjo, Raden Cokronegoro yang tercatat sebagai salah satu Bupati Tuban dari generasi berikutnya (ke-26), Putri Nilamsari, hingga seorang tokoh ulama bernama Kiai Abdul Hasan.

Kisah Aryo Tedjo dan Asal-Usul Desa Dagangan

Asal mula nama Desa Dagangan seringkali dikaitkan dengan cerita yang sering disebut dalam pesarean ini.

Menurut penuturan Warijan, nama desa tersebut memiliki hubungan langsung dengan kisah Aryo Tedjo yang disebut pernah menyamar sebagai pedagang gentong.

Pada masa itu, Aryo Tedjo sedang menghindari gejolak politik karena menjadi buronan Kerajaan Majapahit.

Kemudian, sang adipati tinggal di kawasan tersebut dengan menyamar sebagai pedagang dan membaur bersama masyarakat.

“Rumiyin niku nyamar dados pedagang gentong. Mulane niki dinamake Dagangan (Dulu itu menyamar jadi pedagang gentong. Makanya tempat ini dinamakan Dagangan),” kata Warijan.

Karena itu, keberadaan makam Aryo Tedjo yang saat ini berada jauh dari pusat Kota Tuban diyakini menjadi bagian dari napak tilas masa pelarian dan penyamaran sang adipati.

Sosok Penting dalam Sejarah Tuban dan Islam Jawa

Dalam literatur sejarah lokal Tuban, Tumenggung Aryo Tedjo dikenal sebagai Bupati Tuban ketujuh pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit. Beberapa catatan juga menyebutkan bahwa nama asli Aryo Tedjo adalah Syekh Abdurrahman.

Menurut data arsip kebudayaan daerah, Syekh Abdurrahman kemudian menikah dengan putri Raden Haryo Dikoro, yang merupakan Bupati Tuban ke-6. Setelah itu, ia dipercaya melanjutkan tahta kepemerintahan sebagai Adipati Tuban.

Posisi Tuban pada masa itu sangat strategis. Kota pelabuhan yang berada di pesisir utara Jawa tersebut merupakan salah satu pusat perdagangan terpenting pada era Majapahit.

Kapal-kapal dari berbagai wilayah Nusantara hingga pedagang dari Arab dan Tiongkok diketahui pernah singgah untuk berniaga di Pelabuhan Tuban.

Kondisi tersebut menjadikan Tuban sebagai ruang pertemuan berbagai budaya dan agama. Tidak mengherankan jika wilayah ini kemudian melahirkan sejumlah tokoh penting dalam sejarah Islam Jawa.

Aryo Tedjo sendiri memiliki hubungan keluarga yang erat dengan tokoh-tokoh besar penyebar Islam. Ia merupakan ayah dari Tumenggung Wilatikta (Arya Wilatikta), yang meneruskannya sebagai Adipati Tuban berikutnya, sekaligus kakek dari Raden Said yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

Silsilah darah inilah yang membuat nama Aryo Tedjo tetap harum dan dikenang hingga kini.

Destinasi Wisata Religi yang Masih Dijaga

Selain memiliki nilai sejarah, kompleks makam Aryo Tedjo saat ini juga menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kabupaten Tuban. Peziarah datang dari berbagai daerah untuk berdoa sekaligus mempelajari sejarah Islam di Jawa Timur.

Para pengunjung biasanya membawa perlengkapan berziarah seperti bunga setaman maupun minyak non alkohol sebagai bagian dari prosesi doa.

Suasana makam yang berada di kawasan perbukitan tampak hening dan memberikan nuansa tenang yang berbeda dibandingkan kompleks makam tokoh besar lainnya yang berada di pusat kota.

Di area luar cungkup utama, pengunjung juga dapat menemukan makam tokoh-tokoh lain seperti Banteng Plontang yang menurut juru kunci memiliki nama asli Syekh Abdurrahim, Nyai Tameng Dodo, Purwo Kusumo, serta Ongkowijoyo.

Kondisi Fasilitas Makam dan Rute

Letak makam Tumenggung Aryo Tedjo berdekatan langsung dengan pemakaman umum warga setempat. Di kawasan sekitar makam tampak tumbuh pohon-pohon tua berukuran besar yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun, sehingga menambah kesan wingit dan sakral.

Di sekitar area berdiri sebuah bangunan berupa pendopo yang berfungsi sebagai tempat istirahat dan berteduh bagi para peziarah. Selain itu, terdapat pula pepunden berupa gundukan tanah yang dinaungi bangunan kecil sebagai pelindungnya.

Akses menuju titik makam utama relatif tidak sulit karena tersedia fasilitas berupa anak tangga dan jalan setapak yang mempermudah pengunjung mencapai lokasi yang berada di atas bukit.

Disamping itu, tersedia pula papan informasi mengenai sejarah situs makam dan mushola sebagai sarana ibadah bagi para pengunjung.

Untuk memasuki area makam, peziarah tidak dikenakan biaya apa pun. Jika dari pusat Kota Tuban, lokasi ini berjarak sekitar 32 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan.

Lokasi Makam Aryo Tedjo Bupati Tuban VII:

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambar ilustratif mimpi dan simbol Primbon Jawa, referensi 100 arti mimpi. Sumber: Pexels

    100 Arti Mimpi Lengkap Menurut Kitab Primbon Jawa Kuno

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda mengalami mimpi yang begitu kuat hingga sulit dilupakan seperti bertemu sosok yang sangat berarti dalam hidup, atau justru menjadi pribadi yang selama ini hanya hadir dalam angan? Dalam kehidupan sehari-hari, mimpi kerap dianggap sekadar bunga tidur, sesuatu yang datang lalu pergi tanpa makna. Namun bagi masyarakat yang masih memegang nilai tradisi […]

  • Ilustrasi ilmu pakem tradisonal Jawa

    Hari Baik Memulai Usaha Mei 2026, Ini 7 Tanggal yang Dianggap Cocok Menurut Kalender Jawa dan Primbon

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Memulai usaha sering kali tidak hanya mempertimbangkan kesiapan modal dan strategi, tetapi juga momentum waktu. Dalam tradisi Jawa, pemilihan hari masih menjadi bagian penting karena diyakini dapat memengaruhi kelancaran rezeki dan perjalanan usaha. Menurut kalender Jawa, periode bulan Mei 2026 umumnya masuk dalam sasi Sawal. Dalam Primbon Jawa, sasi ini sering dikaitkan sebagai […]

  • Ilustrasi Makam Ki Ageng Keninten

    Wisata Religi Makam Ki Ageng Keninten Nganjuk: Kisah Sungai Berpindah hingga Kutukan Kera

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Sebuah makam di Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu destinasi wisata religi yang konon menyimpan beragam cerita legenda yang hingga saat ini masih dikenang oleh masyarakat setempat. Makam dengan panjang seukuran orang dewasa bertubuh jangkung dan berbalut kain putih tersebut dipercaya sebagai pusara Ki Ageng Ronggo Keninten. Sosok […]

  • Makam Kyai Brojohanilo di Dukuh Jonilo, Desa Sajen, Trucuk, Klaten, yang hingga kini menjadi tujuan ziarah spiritual.

    Kesaktian Kyai Brojohanilo, Tokoh Sakral Klaten, Jawa Tengah yang Makamnya Tak Pernah Sepi Peziarah

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 1Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi warga Klaten, sosok Kyai Brojohanilo bukanlah nama yang asing di telinga. Ia dikenal sebagai tokoh legendaris bagi masyarakat Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dalam catatan sejarah lisan setempat, Kyai Brojohanilo, yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai Brojo Anila, disebut sebagai salah satu tumenggung pilihan Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Raja Amangkurat […]

  • pasangan romantis sebagai ilustrasi tanda jodoh menurut primbon Jawa

    7 Tanda Segera Menemukan Jodoh Menurut Ilmu Titen dan Primbon Jawa

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    Nusaspirit.com – Menikahi seseorang yang dicintai merupakan impian banyak orang. Namun, bagi mereka yang masih sendiri, menantikan kehadiran sosok yang kelak dianggap sebagai jodoh bukanlah hal yang mudah dan sering kali sulit ditebak. Meski demikian, dalam tradisi Jawa dikenal salah satu warisan pengetahuan leluhur yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, yaitu ilmu titen. […]

  • Kolam air jernih berwarna biru kehijauan di Situs Rambut Monte yang dihuni ikan dewa atau ikan sengkaring yang dikeramatkan masyarakat setempat.

    Situs Telaga Rambut Monte di Blitar, Kolam Air Biru Jernih dengan Ikan Dewa yang Dikeramatkan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Blitar memiliki banyak destinasi wisata tersembunyi bernuansa mistis yang belum banyak diketahui oleh wisatawan. Salah satu yang paling ikonik dan terkenal sakral adalah Situs Telaga Rambut Monte, sebuah kawasan cagar budaya yang berada di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Tak hanya unik, tempat ini juga memadukan pesona alam yang eksotis, […]

expand_less