Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Ritual Kungkum di Sungai Complang Jejak Dewi Kilisuci dan Tradisi Sewindu Warga Kediri

Ritual Kungkum di Sungai Complang Jejak Dewi Kilisuci dan Tradisi Sewindu Warga Kediri

Jejak Legenda Dewi Kilisuci

Akar ritual Kungkum tidak bisa dilepaskan dari legenda Dewi Kilisuci, putri Raja Kediri yang dikenal memiliki kecantikan seolah bak bidadari. Dalam cerita tutur yang diwariskan dari generasi ke generasi, Dewi Kilisuci menjadi simbol keteguhan sikap dan kecerdikan seorang perempuan bangsawan Jawa.

Konon, paras indah Dewi Kilisuci mampu menarik perhatian banyak pangeran. Di antara para pelamar, dua sosok bersaudara Lembu Suro dan Mahesa Suro datang dengan niat meminang disertai ancaman. Jika lamaran mereka ditolak, Kerajaan Kediri akan diserbu.

Menghadapi tekanan itu, Dewi Kilisuci tidak memilih jalan perselisihan. Namun, ia mengajukan sebuah sayembara di mana kedua pangeran diminta untuk membuat sumur di sebuah gunung batu. Bagi siapa yang berhasil lebih dulu sebelum ayam jantan berkokok, maka dialah yang akan dipilih menjadi suaminya.

Dengan kesaktian mereka, penggalian berlangsung cepat. Namun pada akhirnya, kecerdikan Dewi Kilisuci membuat kedua pangeran itu terjebak oleh keserakahan dan ambisi sendiri. Keduanya dikisahkan tertimbun di dalam sumur, menandai berakhirnya ancaman bagi Kerajaan Kediri.

Peristiwa inilah yang dipercaya menjadi penanda waktu ritual Kungkum, sekaligus asal muasal laku berendam sebagai simbol penyucian dan penolak bala.

Tahapan Ritual yang Tidak Sederhana

Ritual Kungkum tidak dilakukan secara sembarangan. Ada tahapan khusus yang harus dilalui dengan tertib. Prosesi diawali dengan semedi dan pemberian sesaji di pertapaan Dewi Kilisuci yang berada di kawasan Goa Selomangkleng.

Para sesepuh desa memimpin laku batin ini, memanjatkan doa agar ritual berjalan lancar dan membawa berkah bagi seluruh warga.
Semedi berakhir saat terdengar suara ayam jantan berkokok, penanda pergantian malam menuju pagi.

Sebelum menuju sungai, warga menggelar kenduri bersama. Makanan yang disajikan berupa tumpeng nasi gurih, ayam panggang, jamur goreng, terong, tempe, sambal bajak, hingga urap daun melinjo. Setiap jenis makanan memiliki makna simbolik dan disiapkan oleh warga perempuan yang telah ditunjuk sebelumnya.

Puncak ritual adalah saat warga turun ke Sungai Complang untuk melakukan Kungkum. Mereka berendam, sebagian sambil memejamkan mata, sebagian melafalkan doa dalam hati.

Harapan yang dipanjatkan beragam mulai kesembuhan dari penyakit, kelancaran rezeki, jodoh, keturunan, hingga ketentraman batin.
Tidak sedikit warga yang datang dengan membawa niat pribadi yang telah lama dipendam. Dalam suasana alam yang hening, gemericik air sungai menjadi saksi bisu dialog batin antara manusia dan Sang Pencipta.

Bagi masyarakat setempat, Kungkum bukan praktik mistis kosong. Ia adalah laku spiritual, sarana refleksi diri, dan pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan alam serta leluhur.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prosesi adat dalam rangkaian tradisi Bulan Suro.

    Sakralnya Bulan Suro: Dari Larung Sesaji Hingga Penjamasan Benda Pusaka

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bulan Suro, atau sering disebut Suroan, dipandang sebagai momen yang identik dengan hal-hal mistis dan supranatural. Sebagian masyarakat, khususnya suku Jawa, menyambut peristiwa ini dengan menggelar berbagai ritual khusus, seperti penjamasan benda pusaka, larung sesaji, sedekah bumi, hingga bersih desa. Berbagai ritual adat tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan keselarasan hubungan antara manusia, alam, […]

  • Ayam Cemani dengan bulu hitam legam yang menjadi ciri khas ras langka asal Indonesia.

    Misteri Ayam Cemani: Fakta Ilmiah, Legenda Ki Ageng Makukuhan, dan Mitos Tolak Bala

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Ayam cemani adalah jenis ras langka Indonesia yang memiliki gen unik yang membuat warna seluruh tubuhnya, mulai dari bulu, kuku, paruh hingga daging, menjadi hitam pekat. Secara genetika, ayam ini muncul karena adanya mutasi genetik yang disebut fibromelanosis, yaitu adanya duplikasi gen Endothelin-3 (EDN3) yang menyebabkan produksi pigmen melanin meningkat lebih banyak daripada […]

  • Ilustrasi batu punden Joko Selining

    Misteri Punden Joko Selining: Situs Keramat Tanpa Tumbal di Tengah Kebun Tebu Mojokerto

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tepatnya di tengah hamparan perkebunan tebu terdapat sebuah situs yang dikeramatkan oleh warga setempat. Situs tersebut berupa sebuah batu yang dibalut kain poleng hitam-putih dan dikenal dengan nama Punden Joko Selining. Batu yang berada di bawah cungkup sederhana ini tidak hanya dianggap […]

  • Kawanan lele memenuhi aliran sungai dangkal di lereng Gunung Cumbri, Dusun Jatisari, Wonogiri, yang dipercaya warga sebagai habitat ikan sakral.

    Lele Sakral di Lereng Gunung Cumbri, Mitos yang Membuat Warga Tak Berani Menangkapnya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di sebuah aliran sungai dangkal di Dusun Jatisari, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terdapat pemandangan yang tidak biasa. Ratusan hingga ribuan ikan lele terlihat hidup bebas di sela-sela bebatuan sungai kecil yang berada di kaki Gunung Cumbri, kawasan perbatasan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Airnya tidak terlalu deras, bahkan pada […]

  • Truno Lele

    Misteri Goa Ngerong Rengel: Habitat Ikan Keramat dan Mitos Truno Bader dan Lele di Tuban

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah padatnya rumah-rumah warga di wilayah selatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada sebuah tempat yang diam-diam menyimpan cerita unik sekaligus bikin penasaran namanya Goa Ngerong. Sekilas memang terlihat biasa saja. Hanya aliran sungai kecil yang masuk ke rongga goa di sekitar permukiman warga. Tapi siapa sangka, di lokasi itu dipercaya sebagai habitat […]

  • Ilustrasi Makam Ki Ageng Keninten

    Wisata Religi Makam Ki Ageng Keninten Nganjuk: Kisah Sungai Berpindah hingga Kutukan Kera

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Sebuah makam di Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu destinasi wisata religi yang konon menyimpan beragam cerita legenda yang hingga saat ini masih dikenang oleh masyarakat setempat. Makam dengan panjang seukuran orang dewasa bertubuh jangkung dan berbalut kain putih tersebut dipercaya sebagai pusara Ki Ageng Ronggo Keninten. Sosok […]

expand_less