Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Misteri Prapat Kurung Surabaya dan Sejarah Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok

Misteri Prapat Kurung Surabaya dan Sejarah Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok

Prapat Kurung Tradisi dan Peziarah

Kendati demikian, Prapat Kurung hingga saat ini tetap menjadi lokasi yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Dahulu, tempat ini sempat ramai dikunjungi kalangan spiritual yang ingin merasakan energi di lokasi tersebut atau sekadar ngalap berkah.

Akibat membludaknya pengunjung, lokasi akhirnya dilindungi dengan pagar besi untuk mencegah tangan-tangan jahil.

Tak hanya itu, di sana juga terdapat pohon bidara yang diyakini berusia ratusan tahun serta batu mustika seukuran ubin lantai yang disakralkan oleh penduduk setempat, menambah kesan mistis area tersebut.

Banyak pengunjung atau peziarah datang ke tempat ini untuk berbagai tujuan, seperti ingin mendapatkan jodoh, kelancaran usaha, atau kesuksesan dalam urusan pekerjaan.

Mereka biasanya membawa beragam sesaji atau ubo rampe, seperti kembang setaman, kemenyan, pisang raja, dupa, minyak srimpi, kinang lengkap, dan rokok klobot. Hari-hari paling ramai dikunjungi adalah Selasa Kliwon dan Jumat Legi.

Menurut kesaksian paranormal, batu bertuah di lokasi ini memiliki energi mirip dengan Hajar Aswad di Makkah, meski ukurannya jauh lebih kecil. Sedangkan pohon bidara yang tumbuh di area tersebut merupakan sisa dari puing-puing kayu kapal Cheng Ho yang sengaja ditanam.

Ada cerita bahwa beberapa orang yang mencoba menebang pohon atau memindahkan batu mustika pernah jatuh sakit, bahkan sebagian meninggal dunia.

Kejadian ini membuat pemerintah kota berhati-hati dan akhirnya melindungi lokasi tersebut. Seiring banyaknya pengunjung, batu mustika yang dipercaya memiliki tuah itu lambat laun tenggelam ke permukaan tanah.

Juru kunci mengingatkan pengunjung agar Prapat Kurung tidak dipakai untuk pesugihan atau hal-hal negatif.

Sebaliknya, tempat ini adalah lokasi suci yang hanya boleh digunakan untuk bermunajat dan menenangkan batin.

Para peziarah biasanya datang dengan niat baik, membawa sesaji, dan mengikuti prosedur ritual sederhana. Setelah melakukan prosesi, tidak jarang mereka mengadakan syukuran kecil bersama warga sekitar sebagai tanda terima kasih kepada danyang atau penjaga gaib setempat.

Bagi yang tertarik mengeksplorasi tempat-tempat suci dan mistis di Jawa Timur, selain Prapat Kurung, terdapat juga lokasi bersejarah lain seperti Padepokan Eyang Djoego di Blitar, yang konon memiliki aura spiritual dan banyak dikunjungi peziarah untuk bermunajat.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juru kunci Gunung Kawi, Pak Narko, menjelaskan sejarah serta tradisi ziarah yang masih dijaga di kawasan Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

    Menguak Sisi Mistis Gunung Kawi, Dari Ritual Ngalap Berkah hingga Kisah Pejabat dan Pengusaha Datang Berziarah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kabut tipis mulai turun saat admin memasuki kawasan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Udara pegunungan yang dingin langsung terasa begitu melewati gerbang utama kawasan wisata religi tersebut. Aroma dupa samar mulai tercium dari kejauhan, bercampur dengan wangi bunga tabur yang dijual di sepanjang jalan menuju area pesarean. Perjalanan menuju Gunung Kawi […]

  • Penampakan jalur baru menuju Goa Tetes Lumajang yang kini mempermudah akses wisatawan.

    Info Rute, Harga Tiket, dan Jalur Baru Goa Tetes Lumajang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Goa Tetes yang berada di kawasan Tumpak Sewu kini semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan. Penyebabnya sederhana, akses menuju lokasi utama sekarang jauh lebih cepat setelah dibukanya jalur baru berupa tangga besi dan lintasan pejalan kaki yang lebih aman. Kalau dulu pengunjung harus menghabiskan waktu sekitar 15 hingga 25 menit untuk turun dan kembali […]

  • ilustrasi 12 zodiak dalam astrologi barat

    Zodiak Sejarah, Makna, dan Cara Manusia Membaca Bintang Sejak Ribuan Tahun Lalu

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Selama berabad-abad lamanya, manusia telah mengenal istilah ramalan yang mulai menyebar dari mulut ke mulut dan merambah ke berbagai belahan dunia. Seiring berjalannya waktu, metode-metode untuk menafsirkan nasib seseorang pun semakin berkembang, mulai dari observasi pergerakan rasi bintang, fase bulan, hingga unsur alam yang dikenal dalam sistem zodiak. Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana sebenarnya […]

  • Ilustrasi filosofi weton Jawa yang menggambarkan keterkaitan manusia dengan unsur alam.

    Terungkap! Rahasia Weton Jawa yang Bisa Membaca Karakter dan Jalan Hidup Sejak Lahir

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernah nggak sih kamu merasa kalau kepribadian seseorang itu seperti sudah “terpola” sejak lahir? Ada yang emosional, ada yang tenang, ada juga yang seperti mengalir saja menjalani hidup. Dalam tradisi Jawa kuno, hal seperti ini ternyata bukan sekadar kebetulan. Leluhur kita sudah sejak lama mencoba memahami karakter manusia lewat sesuatu yang disebut weton. […]

  • Ilustrasi pedagang di pasar tradisional dengan nuansa budaya Jawa yang hangat dan alami.

    3 Weton yang Diramal Cocok Jadi Pedagang, Rezekinya Disebut Terus Mengalir Menurut Primbon Jawa

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah persaingan bisnis yang makin ketat, menentukan usaha yang cocok dengan keahlian yang dimiliki menjadi salah satu tantangan bagi sebagian orang. Hal ini tidak hanya memerlukan kemampuan tinggi di bidangnya, tetapi juga membutuhkan konsistensi dalam menjalankannya. Namun ternyata, ada sebagian orang yang dipercaya memiliki bakat alami dalam berdagang. Menurut Primbon Jawa, kemampuan […]

  • Ilustrasi Kalender Jawa

    Tanggal Baik Pernikahan Februari 2026 Menurut Primbon Jawa (Lengkap)

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Penentuan tanggal pernikahan menggunakan kalender Jawa masih dianggap sebagai tradisi nenek moyang yang dilestarikan oleh sebagian masyarakat, khususnya dalam adat Jawa. Tradisi ini dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sekaligus ikhtiar agar pasangan pengantin dapat meniti kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan. Berdasarkan perhitungan dalam Primbon Jawa, terdapat sejumlah tanggal dan […]

expand_less