Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Primbon Jawa » Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitung Weton Jodoh

Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitung Weton Jodoh

NusaSpirit.com — Hari baik pernikahan menurut primbon Jawa adalah perhitungan tradisional berdasarkan weton, neptu hari, dan pasaran untuk menentukan tanggal pernikahan yang dipercaya membawa keberkahan dan keharmonisan rumah tangga.

Bagi sebagian masyarakat, menentukan hari baik untuk melangsungkan pernikahan masih menjadi tradisi yang dihormati hingga kini, terutama oleh para orang tua dari calon mempelai.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan terus dijaga dari generasi ke generasi sebagai bagian dari warisan budaya yang sarat akan nilai dan makna filosofis.

Penentuan hari baik tidak sebatas dimaknai sebagai doa agar kehidupan pernikahan pasangan berjalan bahagia dan langgeng, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat serta nilai-nilai leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam adat Jawa, penentuan waktu yang dianggap baik untuk peristiwa penting seperti pernikahan umumnya merujuk pada Kitab Primbon.

Kitab ini memuat berbagai ajaran dan perhitungan tradisional, mulai dari tafsir mimpi, pengobatan tradisional, ramalan nasib, karakter seseorang berdasarkan weton, doa-doa, hingga filsafat hidup.

Selain itu, Primbon juga mengatur perhitungan yang berkaitan langsung dengan pernikahan, seperti kecocokan weton calon pasangan, penjumlahan neptu, serta pemilihan hari yang diyakini membawa keberkahan atau justru perlu dihindari.

Bagi masyarakat Jawa, pemilihan hari baik memiliki peran penting karena dipercaya dapat mempengaruhi keharmonisan dan keberlangsungan kehidupan rumah tangga pasangan yang menikah.

Hal ini juga diyakini dapat membawa keberuntungan dan kesuksesan dalam kehidupan berumah tangga. Oleh karena itu, para calon mempelai dan keluarganya biasanya akan mengonsultasikan jadwal pernikahan mereka dengan sesepuh atau ahli primbon untuk memilih hari yang dianggap paling tepat.

Tidak hanya itu, dalam praktiknya mereka juga memberikan berbagai petunjuk lain terkait pelaksanaan pernikahan, mulai dari tata cara adat yang dijalankan selama prosesi, penentuan hiasan dan dekorasi yang sesuai, arah panggung hajatan yang dianjurkan, hingga pemilihan warna busana yang diyakini sebagai simbol kelimpahan dan rezeki.

Cara Menghitung Neptu Hari Pernikahan Menurut Primbon Jawa

Dasar perhitungan hari baik pernikahan menurut Primbon Jawa adalah neptu. Neptu merupakan istilah dalam tradisi Jawa yang digunakan untuk menentukan nilai hari berdasarkan sistem pasaran.

Selain pernikahan, neptu juga digunakan untuk menentukan hari baik pada berbagai kegiatan penting, seperti memulai usaha, pindah rumah, atau melaksanakan upacara keagamaan. Contoh pasaran Neptu dan hari berdasarkan tabel dibawah ini.

Tabel Neptu Pasaran Menurut Primbon Jawa

Pasaran Nilai Neptu
Legi 5
Pahing 9
Pon 7
Wage 4
Kliwon 8

Tabel Neptu Hari Menurut Primbon Jawa

Hari Nilai Neptu
Minggu (Ahad) 5
Senin 4
Selasa 3
Rabu 7
Kamis 8
Jumat 6
Sabtu 9

Neptu dan pasaran ini diyakini memiliki pengaruh terhadap energi pada hari-hari tertentu. Selain itu, neptu juga digunakan untuk mencocokkan pasangan calon pengantin dalam penentuan hari pernikahan.

Misalnya, jika seseorang lahir pada hari Kamis Pon, maka nilai neptu Kamis (8) dan pasaran Pon (7) dijumlahkan sehingga neptunya menjadi 15.

Hasilnya kemudian ditambahkan dengan neptu calon pengantin lainnya untuk mendapatkan nilai total.

Setelah itu, hasilnya dibagi dengan angka tertentu (biasanya 7 atau 9) untuk mengetahui tibo atau jatuhnya perhitungan hari.

Contoh Sederhana Perhitungan Weton Jodoh dan Hari Pernikahan

Sebagai contoh:

Calon pengantin pria lahir pada Kamis Pon (8 + 7 = 15)

Calon pengantin wanita lahir pada Jumat Legi (6 + 5 = 11)

Total neptu pasangan = 15 + 11 = 26

Jika dibagi 7, maka 26 : 7 = 3 sisa 5. Sisa angka inilah yang digunakan untuk menentukan tibo dalam primbon.

Dari hasil tibo inilah para ahli primbon menentukan apakah hari tersebut termasuk baik, sedang, atau kurang baik untuk pernikahan.

Arti Tibo Gedhong, Sri, Rejeki, Lara, Apes, Pati, dan Suh dalam Primbon

Dalam tradisi Primbon Jawa, terdapat beberapa jenis tibo yang sering digunakan dalam konteks pernikahan. Masing-masing tibo memiliki makna dan penafsiran tersendiri.

Tibo Gedhong

Tibo Gedhong merupakan salah satu hasil perhitungan yang paling diharapkan dalam penentuan hari pernikahan. Gedhong melambangkan kemapanan, kekuatan ekonomi, serta kestabilan dalam membangun rumah tangga. Pasangan yang menikah pada hari dengan tibo gedhong dipercaya akan mampu membangun kehidupan yang mapan, kuat secara lahir, dan tahan menghadapi berbagai ujian hidup.

Tibo Sri

Tibo Sri melambangkan kelancaran rezeki, kecukupan sandang dan pangan, serta kehidupan yang diberkahi. Dalam kepercayaan Jawa, Sri identik dengan Dewi Sri, simbol kesuburan dan kesejahteraan. Pernikahan yang berlangsung pada hari dengan tibo sri diyakini membawa keberkahan rezeki dan keharmonisan dalam keluarga.

Tibo Rejeki

Tibo Rejeki sering dipandang sebagai hasil yang cukup baik dan layak dipilih. Maknanya berkaitan dengan kecukupan hidup dan rejeki yang mengalir secara bertahap. Meski tidak sekuat tibo gedhong atau tibo sri, tibo rejeki tetap dianggap membawa pengaruh positif bagi kehidupan rumah tangga.

Tibo Lara

Tibo Lara memiliki makna yang kurang baik dalam konteks pernikahan. Lara berkaitan dengan penyakit, kesusahan, dan ketidaknyamanan dalam kehidupan. Pasangan yang menikah pada hari dengan tibo lara diyakini berpotensi menghadapi banyak tantangan kesehatan maupun masalah emosional. Oleh karena itu, tibo lara biasanya dihindari dalam penentuan hari pernikahan.

Tibo Apes

Tibo Apes menandakan adanya potensi kesialan atau hal-hal yang tidak diharapkan. Apes dalam Primbon Jawa berkaitan dengan musibah, kegagalan, dan rintangan yang datang secara tiba-tiba. Pernikahan pada hari dengan tibo apes dipercaya dapat membawa ketidakberuntungan, sehingga banyak orang menghindarinya untuk menghindari risiko buruk dalam rumah tangga.

Tibo Pati

Tibo Pati adalah hasil perhitungan yang paling tidak diharapkan dalam Primbon Jawa. Pati berarti kematian atau sesuatu yang sangat buruk. Pernikahan yang jatuh pada hari dengan tibo pati diyakini membawa pertanda buruk, termasuk kemungkinan terjadinya bencana atau nasib yang tidak baik. Oleh karena itu, tibo pati dianggap sebagai tibo yang paling dihindari dalam penentuan hari pernikahan.

Tibo Suh

Tibo Suh dalam Primbon Jawa memiliki makna yang tidak selalu dipahami secara benar. Suh bukanlah pertanda yang baik, melainkan tanda yang kurang menguntungkan jika dikaitkan dengan pernikahan.

Dalam tafsir Primbon, tibo suh diartikan sebagai tidak membawa rejeki, serta cenderung menandakan kesusahan dan beban hidup. Pasangan yang menikah pada hari dengan tibo suh diyakini akan menghadapi kehidupan rumah tangga yang tidak mudah, dengan potensi rejeki yang tidak lancar dan banyak kendala yang datang bertubi-tubi.

Tibo suh juga sering dikaitkan dengan ketidakcocokan antara suami dan istri, sehingga rawan menimbulkan perselisihan dan ketidaknyamanan. Karena itu, tibo suh termasuk hasil perhitungan yang tidak dianjurkan dalam penentuan hari baik pernikahan, karena dianggap membawa pengaruh negatif dan memicu banyak ujian dalam rumah tangga.

Peran Weton Kedua Mempelai

Dalam praktik adat Jawa, penentuan hari pernikahan tidak hanya berhenti pada perhitungan hari dan pasaran. Weton kelahiran kedua mempelai juga turut diperhitungkan, karena weton dipercaya mencerminkan karakter, kecenderungan sifat, serta kecocokan antara calon suami dan istri.

Melalui perhitungan weton, keluarga biasanya mencari keselarasan antara kedua mempelai agar kehidupan rumah tangga dapat berjalan seimbang. Oleh karena itu, meskipun suatu hari secara umum dianggap baik, hasil akhirnya tetap disesuaikan dengan weton masing-masing calon pengantin.

Misalnya, weton Legi yang dikenal tekun dan dermawan, akan cocok dipadukan dengan weton yang mampu memberi keseimbangan dalam rumah tangga. Sebaliknya, weton yang cenderung mudah marah atau tidak stabil akan membutuhkan pasangan yang lebih sabar dan bijak agar rumah tangga tetap harmonis.

Karakter Weton Berdasarkan Pasaran (Neptu Pasaran) Menurut Kitab Primbon

Weton Legi

Weton Legi cenderung menggambarkan pribadi yang tekun, mandiri, dan berpotensi hidup berkecukupan. Orang Legi biasanya memiliki rezeki yang stabil dan sifat yang dermawan, sehingga mampu menciptakan kehidupan rumah tangga yang mapan.

Weton Pahing

Weton Pahing dikenal sebagai pribadi yang percaya diri, cerdas, dan berhati-hati. Mereka mampu melihat peluang dengan baik dan mengambil keputusan penting secara tenang. Dalam rumah tangga, mereka cenderung memiliki sifat tangguh dan waspada.

Weton Pon

Weton Pon sering digambarkan sebagai pribadi yang pandai mengambil hati orang lain dan memiliki kemampuan membangun hubungan sosial yang kuat. Mereka biasanya pandai bergaul dan cepat beradaptasi, sehingga cocok dalam komunikasi rumah tangga.

Weton Wage

Weton Wage memiliki karakter kemauan kuat dan semangat tinggi. Mereka bersifat praktis dan gigih menyelesaikan pekerjaan, meski terkadang cenderung keras kepala. Dalam rumah tangga, mereka dikenal tegas dan ulet.

Weton Kliwon

Weton Kliwon identik dengan sifat pandai berbicara dan reflektif. Mereka cenderung berpikir mendalam dan memperhatikan detail, meski kadang terlihat tidak tenang. Dalam hubungan, mereka sering menjadi pribadi yang penuh pertimbangan dan bijak.

Karakter Weton Berdasarkan Hari (Neptu Hari) Menurut Kitab Primbon

Hari Minggu (Ahad)

Menurut primbon, orang yang lahir pada hari Minggu cenderung memiliki sifat tegas, mandiri, dan cerdas. Namun, sisi negatifnya bisa muncul sebagai kecenderungan angkuh dan mudah memaksakan kehendak. Dalam rumah tangga, mereka biasanya kuat dan mandiri, namun perlu belajar mengendalikan ego.

Hari Senin

Weton Senin cenderung memiliki sifat jujur, ikhlas, dan cekatan. Mereka juga tidak mudah dipermainkan dalam berbicara. Dalam pernikahan, mereka cocok menjadi pasangan yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

Hari Selasa

Orang yang lahir pada hari Selasa cenderung aktif dan dinamis, namun juga mudah bosan jika tidak menemukan tantangan baru. Mereka kadang cenderung tidak stabil dalam pekerjaan. Dalam pernikahan, mereka membutuhkan pasangan yang dapat menjaga komitmen dan memberi arah.

Hari Rabu

Karakter hari Rabu cenderung tegas dan berani mengambil keputusan. Mereka memiliki kebaikan hati yang kuat, namun terkadang sifat baiknya bisa berlebihan dan terlihat keras. Dalam hubungan, mereka cocok sebagai pasangan yang tegas dan berani.

Hari Kamis

Menurut primbon, orang Kamis cenderung memiliki sifat kuat dan berani, tetapi juga mudah emosi dan kurang mudah bergaul. Mereka cenderung sulit percaya kepada orang lain. Dalam pernikahan, mereka membutuhkan pasangan yang sabar dan bijak.

Hari Jumat

Weton Jumat cenderung memiliki sifat penuh kasih, ramah, dan suka memberi. Mereka biasanya memiliki banyak sahabat dan mudah diterima lingkungan. Dalam rumah tangga, mereka cocok menjadi pasangan yang hangat dan penyayang.

Hari Sabtu

Orang yang lahir pada hari Sabtu cenderung tangguh dan pekerja keras. Namun, sisi negatifnya bisa muncul sebagai sifat keras kepala dan cenderung sulit bergaul, sehingga terkadang terasa dimusuhi. Dalam rumah tangga, mereka biasanya kuat dan gigih, tetapi membutuhkan dukungan emosional.

Cara Memilih Tanggal Pernikahan Paling Baik Menurut Primbon

a) Tentukan weton kelahiran kedua mempelai.

b) Hitung total neptu pasangan.

c) Tentukan hasil tibo.

d) Hindari tibo Lara, Apes, Pati, dan Suh.

e) Pilih hari dengan tibo Gedhong, Sri, atau Rejeki.

FAQ Seputar Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa

Apa itu neptu dalam primbon Jawa?

Neptu adalah nilai angka pada hari dan pasaran yang digunakan untuk perhitungan weton dan hari baik.

Bagaimana cara menghitung weton jodoh?

Dengan menjumlahkan neptu hari dan pasaran kelahiran kedua mempelai, lalu dijumlahkan untuk mendapatkan nilai total pasangan.

Apa arti tibo gedhong dalam pernikahan?

Tibo Gedhong melambangkan kemapanan ekonomi, kestabilan rumah tangga, dan kehidupan yang mapan.

Hari apa yang tidak baik untuk menikah menurut primbon?

Hari dengan hasil tibo Lara, Apes, Pati, dan Suh biasanya dihindari karena dianggap membawa nasib kurang baik.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makam Kyai Brojohanilo di Dukuh Jonilo, Desa Sajen, Trucuk, Klaten, yang hingga kini menjadi tujuan ziarah spiritual.

    Kesaktian Kyai Brojohanilo, Tokoh Sakral Klaten, Jawa Tengah yang Makamnya Tak Pernah Sepi Peziarah

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 1Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi warga Klaten, sosok Kyai Brojohanilo bukanlah nama yang asing di telinga. Ia dikenal sebagai tokoh legendaris bagi masyarakat Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dalam catatan sejarah lisan setempat, Kyai Brojohanilo, yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai Brojo Anila, disebut sebagai salah satu tumenggung pilihan Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Raja Amangkurat […]

  • Ilustrasi nasi putih sebagai simbol utama puasa mutih dalam tradisi Kejawen.

    Manfaat dan Tata Cara Puasa Mutih 7 Hari 7 Malam dalam Tradisi Kejawen

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jika menelisik kebudayaan Jawa dari masa ke masa, masyarakatnya dikenal memiliki beragam praktik spiritual yang berkembang secara turun-temurun. Hal ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh tradisi leluhur yang dijalani sejak zaman nenek moyang. Salah satu laku spiritual yang hingga kini masih dijaga adalah puasa. Berbeda dengan puasa pada umumnya, tradisi Jawa menjelaskan bahwa […]

  • pasangan romantis sebagai ilustrasi tanda jodoh menurut primbon Jawa

    7 Tanda Segera Menemukan Jodoh Menurut Ilmu Titen dan Primbon Jawa

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    Nusaspirit.com – Menikahi seseorang yang dicintai merupakan impian banyak orang. Namun, bagi mereka yang masih sendiri, menantikan kehadiran sosok yang kelak dianggap sebagai jodoh bukanlah hal yang mudah dan sering kali sulit ditebak. Meski demikian, dalam tradisi Jawa dikenal salah satu warisan pengetahuan leluhur yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, yaitu ilmu titen. […]

  • Arti didekati kucing dalam primbon Jawa

    Pertanda Kucing Mendekati Kita Menurut Primbon Jawa, Benarkah Jadi Isyarat Datangnya Rezeki?

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda duduk santai di warung, bercengkrama dengan teman, atau menikmati waktu sendiri, lalu tiba-tiba kucing datang mendekat dan memperhatikan Anda? Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin dianggap biasa. Namun, dalam kepercayaan Primbon Jawa, kedatangan kucing memiliki makna tersendiri. Banyak masyarakat Jawa meyakini bahwa hewan-hewan tertentu membawa pesan dari alam atau Tuhan Yang […]

  • Ilustrasi Gambar

    7 Weton yang Diyakini Didampingi Khodam Macan Sakti Menurut Primbon Jawa, Aura Wibawanya Disebut Sangat Kuat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Sebagian besar masyarakat Jawa tentu sudah sangat familiar dengan istilah weton. Konsep ini tidak hanya dimaknai sebagai penanda hari kelahiran, melainkan juga menyimpan unsur spiritual yang melekat dalam jati diri seseorang. Para budayawan, khususnya penganut ajaran Kejawen, meyakini bahwa weton dapat digunakan untuk meramal nasib sekaligus melihat aura seseorang, yang dalam konteks modern […]

  • Ilustrasi tradisi Lawadan di Tulungagung: warga mengarak sesaji dan hasil bumi dalam upacara adat

    Ritual Lawadan Tulungagung: Jejak Sejarah, Mitos Buaya Putih, dan Tradisi Bersih Desa yang Terus Dilestarikan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tidak banyak daerah di Jawa Timur yang memiliki tradisi bersih desa dengan latar sejarah, mitos, dan ritual sekompleks Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Dalam penuturan masyarakat setempat, Desa Wates dikenal memiliki sebuah upacara adat yang dahulu digelar pada awal Bulan Suro dan disebut sebagai Ritual Lawadan. Bagi warga lokal, ritual ini bukan […]

expand_less