Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Primbon Jawa » 7 Weton yang Diyakini Didampingi Khodam Macan Sakti Menurut Primbon Jawa, Aura Wibawanya Disebut Sangat Kuat

7 Weton yang Diyakini Didampingi Khodam Macan Sakti Menurut Primbon Jawa, Aura Wibawanya Disebut Sangat Kuat

NusaSpirit.com – Sebagian besar masyarakat Jawa tentu sudah sangat familiar dengan istilah weton. Konsep ini tidak hanya dimaknai sebagai penanda hari kelahiran, melainkan juga menyimpan unsur spiritual yang melekat dalam jati diri seseorang.

Para budayawan, khususnya penganut ajaran Kejawen, meyakini bahwa weton dapat digunakan untuk meramal nasib sekaligus melihat aura seseorang, yang dalam konteks modern sering diibaratkan seperti metode pembacaan tarot (tarot reading).

Tradisi ini telah dikenal sejak era Kerajaan Mataram, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo pada abad ke-17. Hingga kini, masyarakat Jawa masih melestarikan pandangan tersebut sebagai salah satu pedoman untuk memahami sisi spiritual yang melekat dalam diri.

Tak hanya itu, para praktisi kebatinan juga meyakini bahwa weton tertentu kerap dikaitkan dengan keberadaan khodam pendamping. Entitas astral tersebut sering kali diinterpretasikan berwujud hewan, salah satunya adalah sosok macan.

Dalam Kitab Primbon Jawa Betaljemur Adammakna, pemilik weton yang didampingi khodam ini konon dipercaya memiliki sorot mata yang tajam dan berwibawa. Bahkan, saat menunjukkan kemarahan, sosoknya mampu memunculkan rasa segan dan hormat dari orang-orang di sekitarnya.

Primbon juga menyebutkan bahwa terdapat beberapa weton yang dianggap memiliki kesesuaian dengan energi khodam satu ini. Keselarasan tersebut dipercaya membuat pemilik weton memiliki kelebihan tertentu, termasuk lebih mudah mendalami ilmu spiritual. Berikut adalah ulasan lengkapnya:

1. Selasa Kliwon

Neptu: 11

Rakam: Lakuning Geni

Pancasuda: Satria Wibawa

Naungan Lintang: Lintang Depat (Sidamalung)

Keistimewaan weton Selasa Kliwon terletak pada penentuan harinya yang dianggap sebagai Anggara Kasih (hari kasih sayang). Selasa Kliwon kerap dikaitkan dengan energi gaib dan tulang wangi karena memiliki filosofi kelahiran yang berkaitan dengan makna yang terkandung dalam kemunculan Bulan Suro.

Pribadi mereka terkenal ulet, cerdas, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Hal ini menjadikannya figur yang cocok menjadi pemimpin dan mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan.

Selain itu, dalam Primbon Jawa disebutkan bahwa pemilik weton Selasa Kliwon dikenal memiliki semangat juang yang besar. Walaupun terkadang menghadapi berbagai rintangan dalam hidup, mereka mampu bangkit kembali dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan.

Karakter positif itulah yang akhirnya membuat sosok khodam seperti macan kumbang ingin ikut menyertainya. Tak sekadar itu, pembawaan Pancasuda Satria Wibawa yang dimiliki juga disimbolkan dengan keberanian, ketegasan, dan kewibawaan. Aura ini membuat mereka mudah dihormati serta disegani oleh lingkungan sekitarnya.

2. Senin Legi

Neptu: 9

Rakam: Sanggar Waringin

Pancasuda: Tunggak Semi

Naungan Lintang: Lintang Kelapa

Senin Legi digambarkan sebagai individu yang sederhana, tulus, dan tidak suka menyakiti orang lain. Mereka dikenal sebagai pribadi pemaaf dan memiliki hati yang lembut.

Keistimewaan dari weton ini terletak pada kemampuan spiritualnya, karena mereka rajin melakukan tirakat seperti puasa dan tahan melek malam.

Tidak hanya itu, kepribadian yang penuh welas asih yang tidak hanya ditujukan kepada manusia tetapi juga terhadap hewan mampu membuat khodam-khodam tertentu merasa tertarik dengan pancaran energinya. Dalam Kitab Primbon, Senin Legi dikelompokkan sebagai salah satu weton yang dianggap cocok didampingi oleh sosok khodam berupa macan loreng.

Meskipun karakter mereka lebih menonjolkan sifat penyabar, Senin Legi juga memiliki sisi pemberani, terutama ketika berada dalam situasi terdesak atau saat menghadapi hal yang dapat memancing kemarahannya.

3. Kamis Wage

Neptu: 12

Rakam: Lakuning Lintang

Pancasuda: Wasesa Segara

Naungan Lintang: Lintang Kumba

Kamis Wage dikategorikan sebagai weton yang mempunyai kepribadian tenang, penyabar, dan memiliki rasa welas asih yang tinggi terhadap sesama. Mereka tidak suka mencari permusuhan dan lebih memilih menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.

Keistimewaan weton ini terletak pada kemampuan mengendalikan emosi serta keteguhannya dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Di balik sifatnya yang lembut, Kamis Wage memiliki mental yang kuat dan tidak mudah goyah oleh tekanan dari lingkungan sekitar.

Selain itu, pemilik weton Kamis Wage dikenal mempunyai kepedulian besar terhadap orang yang sedang mengalami kesulitan. Mereka sering tergerak untuk membantu tanpa mengharapkan balasan apa pun.

Sikap tulus dan ketenangan batin inilah yang dipercaya mampu menarik keselarasan energi spiritual tertentu. Dalam pandangan Primbon Jawa, karakter Kamis Wage dianggap sangat selaras dengan energi khodam berupa sosok macan putih yang identik dengan karisma, kewibawaan, dan kekuatan tersembunyi.

4. Selasa Wage

Neptu: 7

Rakam: Nuju Pati

Pancasuda: Lebu Katiyup Angin

Naungan Lintang: Lintang Jong Sarat

Menurut Primbon Jawa, Selasa Wage dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan mampu menyesuaikan diri di berbagai lingkungan. Mereka memiliki kecakapan dalam membangun hubungan dengan banyak orang, sehingga sering dipercaya menjadi penengah ketika terjadi perselisihan.

Karakter yang fleksibel tersebut didukung oleh rasa tanggung jawab yang kuat. Saat menghadapi persoalan, pemilik weton Selasa Wage cenderung tidak mudah panik dan mampu mencari jalan keluar dengan tenang.

Dalam kepercayaan spiritual Jawa, kemampuan membaca situasi serta naluri sosial yang baik dianggap selaras dengan simbol khodam macan akar (macan kuning) sebagai sosok yang cermat dan penuh perhitungan. Energi khodam ini membantu mempertajam insting serta kelincahan berpikir mereka dalam menentukan langkah-langkah penting dalam hidup.

5. Sabtu Legi

Neptu: 14

Rakam: Mantri Sinaroja

Pancasuda: Bumi Kapethak

Naungan Lintang: Lintang Begong

Sabtu Legi identik dengan sosok yang memiliki pendirian kuat dan tidak mudah dipengaruhi oleh tekanan dari luar. Mereka cenderung berpikir matang sebelum mengambil keputusan, sehingga sering kali menjadi tempat bagi orang lain untuk meminta pertimbangan.

Di lingkungan sosial, pemilik weton ini kerap tampil sebagai figur yang mampu mengarahkan dan memberikan rasa aman kepada orang di sekitarnya. Sikap tegas tersebut membuat mereka mudah mendapatkan kepercayaan besar.

Karakter pemimpin alami yang teguh dan mengayomi ini membuat Sabtu Legi sangat selaras dengan energi khodam macan loreng. Khodam ini mendampingi sebagai benteng perlindungan gaib sekaligus memperkuat kewibawaan dan keberanian mereka tanpa perlu menunjukkan kekuatan secara terbuka.

6. Minggu Pahing

Neptu: 14

Rakam: Mantri Sinaroja

Pancasuda: Bumi Kapethak

Naungan Lintang: Lintang Gajah

Minggu Pahing dikenal memiliki daya tarik alami yang kuat, membuat kehadirannya mudah diperhatikan oleh lingkungan sekitar. Mereka cenderung mandiri dalam mengambil keputusan dan tidak suka bergantung pada orang lain untuk mencapai tujuan hidupnya.

Ketekunan menjadi salah satu kekuatan terbesar dari weton ini. Meskipun harus menghadapi berbagai hambatan yang berat, mereka tetap berusaha melangkah dengan konsisten hingga memperoleh hasil yang diinginkan.

Dalam tafsir spiritual Jawa, karakter soliter dan mandiri tersebut memiliki keselarasan energi yang sangat intim dengan khodam macan kumbang (macan hitam). Kehadiran entitas ini dipercaya memperkuat aura perlindungan diri serta meneguhkan prinsip hidup mereka yang kokoh dalam menjaga wilayah atau tujuannya.

7. Jumat Pahing

Neptu: 15

Rakam: Macan Ketawan

Pancasuda: Satria Wirang

Naungan Lintang: Lintang Bubu Bolong

Jumat Pahing sering digambarkan sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Mereka tidak hanya mudah berempati, tetapi juga memiliki dorongan emosional yang kuat untuk melindungi orang-orang yang dianggap penting.

Sifat pengayom tersebut membuat pemilik weton ini sering dipercaya untuk memegang tanggung jawab besar. Di balik pembawaannya yang santun dan penyabar, tersimpan keteguhan hati yang luar biasa saat mereka diterpa cobaan hidup.

Kombinasi antara kelembutan hati dan kekuatan batin yang besar inilah yang membuat Jumat Pahing menjadi wadah spiritual yang sangat disukai oleh khodam macan putih. Energi murni dari khodam ini selaras dengan naluri penjaga mereka, memancarkan aura kepemimpinan yang kharismatik sekaligus disegani.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arti didekati kucing dalam primbon Jawa

    Pertanda Kucing Mendekati Kita Menurut Primbon Jawa, Benarkah Jadi Isyarat Datangnya Rezeki?

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda duduk santai di warung, bercengkrama dengan teman, atau menikmati waktu sendiri, lalu tiba-tiba kucing datang mendekat dan memperhatikan Anda? Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin dianggap biasa. Namun, dalam kepercayaan Primbon Jawa, kedatangan kucing memiliki makna tersendiri. Banyak masyarakat Jawa meyakini bahwa hewan-hewan tertentu membawa pesan dari alam atau Tuhan Yang […]

  • Truno Lele

    Misteri Goa Ngerong Rengel: Habitat Ikan Keramat dan Mitos Truno Bader dan Lele di Tuban

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah padatnya rumah-rumah warga di wilayah selatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada sebuah tempat yang diam-diam menyimpan cerita unik sekaligus bikin penasaran namanya Goa Ngerong. Sekilas memang terlihat biasa saja. Hanya aliran sungai kecil yang masuk ke rongga goa di sekitar permukiman warga. Tapi siapa sangka, di lokasi itu dipercaya sebagai habitat […]

  • Penampakan suasana lawas De Karanganjar dan lukisan foto Presiden Ir. Soekarno.

    De Karanganjar Blitar: Perpaduan Wisata Sejarah Kolonial, Jejak Bung Karno, dan Misteri Lukisan Hidup

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di ujung utara pusat Kota Blitar, tepatnya di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, terdapat sebuah destinasi wisata sejarah bernuansa kolonial Belanda yang masih mempertahankan pesona masa lampau. Objek wisata bernama De Karanganjar ini berdiri di tengah hamparan perkebunan kopi seluas 220 hektare. Kawasan tersebut merupakan peninggalan perusahaan Belanda yang telah dikelola sejak […]

  • Kalender Februari 2026 digunakan sebagai penentuan hari baik

    Hari Baik Memulai Usaha Februari 2026 Menurut Kalender Jawa

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Menentukan hari baik untuk memulai usaha merupakan salah satu strategi tepat untuk meningkatkan penghasilan dalam jangka panjang. Apalagi jika usaha tersebut adalah impian yang sudah lama diidamkan. Meski demikian, kesuksesan tetap dipengaruhi oleh hoki dan faktor rezeki. Pada Februari 2026, terdapat beberapa tanggal yang dianggap tepat untuk merintis usaha. Menurut kalender Jawa, periode […]

  • Prosesi pernikahan adat Jawa

    Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitung Weton Jodoh

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Hari baik pernikahan menurut primbon Jawa adalah perhitungan tradisional berdasarkan weton, neptu hari, dan pasaran untuk menentukan tanggal pernikahan yang dipercaya membawa keberkahan dan keharmonisan rumah tangga. Bagi sebagian masyarakat, menentukan hari baik untuk melangsungkan pernikahan masih menjadi tradisi yang dihormati hingga kini, terutama oleh para orang tua dari calon mempelai. Tradisi ini […]

  • Apa Itu Khodam? Mengenal Ciri-Ciri, Jenis, dan Cara Berkomunikasi dengan Pendamping Gaib

    Apa Itu Khodam? Mengenal Ciri-Ciri, Jenis, dan Cara Berkomunikasi dengan Pendamping Gaib

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Pernahkah Anda tiba-tiba merasa merinding di ruangan sepi atau mendadak selamat dari sebuah kecelakaan fatal berkat insting naluri gaib? Bagi masyarakat modern, fenomena seperti ini mungkin sering dianggap sebagai angin lalu atau sekadar kebetulan belaka. Namun, bagi mereka yang masih percaya dengan adanya hal mistis dan metafisika, kejadian ini sering dikaitkan dengan keberadaan […]

expand_less