Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Spiritual » Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makam yang Menjadi Tujuan Ziarah

Hingga kini, Makam Mumbul hampir tak pernah sepi dari peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah dengan beragam latar belakang. Tujuannya pun bermacam-macam: mendoakan, mencari ketenangan batin, atau berharap keberkahan dalam hidup.

Banyak peziarah yang percaya bahwa doa yang dipanjatkan di makam ini kerap terkabul. Bentuk keberkahan yang diyakini diperoleh pun beragam, mulai dari kelancaran rezeki, kesehatan, keharmonisan keluarga, hingga kemudahan karier.

Sebagai ungkapan rasa syukur, sebagian peziarah memberikan sumbangan sukarela. Dana tersebut digunakan untuk membangun cungkup, pagar, dan musala kecil di sekitar makam.

Tradisi Sumbangan Kain Kafan dan Dirawat Lintas Generasi

Selain uang, ada pula tradisi unik berupa pemberian kain kafan. Kain tersebut diletakkan di atas pusara Mbah Sayyid sebagai simbol harapan agar karomah sang ulama terus mengalir. Seiring waktu, jumlah kain kafan yang menumpuk semakin banyak hingga bagian pusara tak lagi terlihat.

Sebagian kain kafan bahkan harus disimpan di gudang karena jumlahnya yang terus bertambah. Tradisi ini masih berlangsung hingga kini dan menjadi ciri khas Makam Mumbul.

Makam Mumbul saat ini dirawat oleh juru kunci yang telah mengabdi selama puluhan tahun. Setiap tahunnya, para keturunan Mbah Sayyid juga rutin datang untuk berziarah. Masyarakat meyakini bahwa Mbah Sayyid berasal dari keluarga terpandang dan masih memiliki garis keturunan dengan tokoh besar penyebar agama Islam.

Selain Makam Mumbul, masyarakat juga kerap mengunjungi situs spiritual lain seperti Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Sidoarjo yang sama-sama menyimpan kisah sejarah dan kepercayaan lokal.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi nasi putih sebagai simbol utama puasa mutih dalam tradisi Kejawen.

    Manfaat dan Tata Cara Puasa Mutih 7 Hari 7 Malam dalam Tradisi Kejawen

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jika menelisik kebudayaan Jawa dari masa ke masa, masyarakatnya dikenal memiliki beragam praktik spiritual yang berkembang secara turun-temurun. Hal ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh tradisi leluhur yang dijalani sejak zaman nenek moyang. Salah satu laku spiritual yang hingga kini masih dijaga adalah puasa. Berbeda dengan puasa pada umumnya, tradisi Jawa menjelaskan bahwa […]

  • Ilustrasi suasana sungai sakral dalam tradisi kungkum masyarakat Jawa

    Ritual Kungkum di Sungai Complang Jejak Dewi Kilisuci dan Tradisi Sewindu Warga Kediri

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • 0Komentar

    Endog Kelud, Batu Bertuah yang Tak Bisa Dimiliki Sembarangan Di balik ritual Kungkum, beredar pula kepercayaan tentang Endog Kelud, batu berwarna putih yang bentuknya menyerupai telur. Batu ini dipercaya dapat membawa keberuntungan dan kelancaran finansial jika ditemukan saat ritual berlangsung. Namun kepercayaan ini tidak dilepaskan dari unsur kepribadian si pemilik. Endog Kelud tidak boleh disalahgunakan. […]

  • Ilustrasi perahu besar di laut saat matahari terbenam, menggambarkan perjalanan hidup dan rezeki menurut Primbon Jawa.

    7 Arti Mimpi Naik Perahu Besar Menurut Primbon Jawa, Simbol Perjalanan Hidup dan Rezeki

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mimpi sering kali hadir tanpa undangan, muncul di sela-sela tidur, lalu meninggalkan rasa penasaran saat seseorang terbangun. Salah satu mimpi yang cukup sering dialami dan memunculkan banyak pertanyaan adalah mimpi menaiki perahu besar, baik di laut maupun di sungai. Dalam Primbon Jawa, mimpi naik perahu besar sering dikaitkan dengan perjalanan hidup, rezeki, serta […]

  • Kang Suroso di kompleks makam Mbah Harjo, Blitar, Jawa Timur.

    Mbah Harjo, Sesepuh Blitar yang Diyakini Menguasai Ilmu Pancasona dan Hidup hingga 215 Tahun

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    Mbah Harjo dikenal menjalani berbagai bentuk tirakat berat, salah satunya puasa rowot, yakni hanya mengonsumsi umbi-umbian tanpa nasi, ikan, maupun bumbu olahan. Laku ini dijalani secara rutin, terutama menjelang bulan Sura yang memiliki makna spiritual mendalam dalam penanggalan Jawa. “Ilmu Pancasona itu bukan soal kesaktian. Mbah Harjo menjalani tirakat bertahun-tahun, puasa rowot, semedi, dan hidup […]

  • Ubo rampe atau sesajen dalam tradisi Jawa

    Makna Ubo Rampe atau Sesajen Dalam Tradisi Jawa beserta Macam-macamnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi masyarakat Jawa, istilah ubo rampe masih sangat familiar di kalangan tradisional. Namun, di era modern seperti sekarang, tidak sedikit masyarakat yang belum memahami sepenuhnya makna dari ubo rampe. Ubo rampe, merujuk dari naskah klasik Jawa Serat Centhini yang disusun pada abad ke-19, dikenal sebagai rangkaian sesaji atau hasil sedekah bumi. Ubo rampe […]

  • Ilustrasi tradisi Lawadan di Tulungagung: warga mengarak sesaji dan hasil bumi dalam upacara adat

    Ritual Lawadan Tulungagung: Jejak Sejarah, Mitos Buaya Putih, dan Tradisi Bersih Desa yang Terus Dilestarikan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    Ritual Menyusui sebagai Simbol Perlindungan Salah satu bagian yang paling dikenal dalam cerita Ritual Lawadan adalah ritual menyusui, yang oleh warga setempat dianggap sebagai puncak upacara. Dalam kepercayaan lama, ritual ini diyakini sebagai bentuk persembahan simbolik agar desa terhindar dari wabah dan bencana. Pada masa lampau, ritual ini diceritakan dilakukan di sekitar rawa, tempat yang […]

expand_less