Misteri Lima Sumur Tiban di Lereng Gunung Merapi, Konon Dijaga Raden Ayu Sri Raharjo
- Spiritual
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NusaSpirit.com – Fenomena mistis terjadi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Bulukidul, Desa Surotelang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kawasan yang dikenal sarat cerita gaib ini menyimpan kisah janggal tentang kemunculan lima sumur misterius yang hingga kini sulit dijelaskan secara logika.
Menurut penuturan Mbah Citro, salah satu sesepuh desa, sebelum era 1970-an masyarakat Bulukidul masih menjalani kehidupan yang sangat tradisional. Seluruh aktivitas sehari-hari dilakukan dengan memanfaatkan peralatan sederhana yang diambil dari alam.
“Dulu warga masih menggunakan alu dan lesung untuk menumbuk padi, serta bajak yang ditarik kerbau. Semua peralatan itu dibuat melalui ritual khusus sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa alam gaib Merapi,” ujar Mbah Citro.
Kedekatan spiritual inilah yang dipercaya membuat warga selalu memperoleh hasil panen melimpah serta keselamatan dalam menjalani kehidupan.
Pada masa itu, hubungan harmonis antara manusia dan alam, termasuk dunia gaib, menjadi bagian penting dalam tatanan sosial masyarakat.
Namun, keadaan mulai berubah memasuki era 1970-an. Para petani perlahan beralih menggunakan mesin penggilingan, traktor, dan berbagai peralatan modern. Seiring perkembangan zaman, tradisi ritual yang sebelumnya dijaga turun-temurun pun mulai ditinggalkan.
Mbah Citro meyakini perubahan ini membuat hubungan warga dengan penguasa gaib Merapi menjadi renggang.
“Perubahan alat memang memudahkan pekerjaan, tetapi secara tidak langsung juga mengubah cara masyarakat memandang alam dan tradisi yang selama ini dijaga,” ungkap Mbah Citro.
Tak lama berselang, kejadian misterius pun terlihat: sejumlah mata air di sekitar dusun tiba-tiba mengering. Akhirnya, warga kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak, dan mengairi sawah.
Kondisi semakin parah ketika kawanan kera gunung turun dan merusak tanaman warga, menyebabkan gagal panen selama beberapa musim.
Puncak keanehan terjadi pada Jumat Pahing, Desember 1976. Di sebuah ladang milik warga, tiba-tiba muncul sebuah lubang besar yang mengeluarkan air tanpa henti. Warga menyebutnya sebagai sumur tiban.
Kemunculan sumur ini disambut gembira karena menjadi sumber air baru.
Berdasarkan petunjuk gaib yang diterima para sesepuh, warga diwajibkan melakukan ritual permohonan maaf kepada penguasa gaib sumur dengan memberikan sesaji.
Sumur ini dipercaya dijaga oleh entitas astral bernama Raden Ayu Sri Raharjo, sosok perempuan bergelar bangsawan dalam kepercayaan masyarakat setempat, yang diyakini sebagai salah satu lelembut penghuni Gunung Merapi.
Konon, pada malam hari sering terdengar suara benda keras tercebur ke dalam sumur. Warga meyakini suara itu berasal dari sesaji yang dipercaya berubah menjadi alu dan lesung gaib, yang kemudian dibawa Raden Ayu Sri Raharjo ke puncak Merapi.
“Kalau malam suasananya memang sering terasa berbeda. Kadang warga mendengar suara dari arah sumur, tapi tidak pernah melihat wujud apa pun,” tutur Mbah Citro.

Add your first comment to this post