Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Primbon Jawa » 7 Weton yang Diyakini Memiliki Pagar Gaib Bawaan Lahir, Disebut Sulit Terkena Santet Menurut Primbon Jawa

7 Weton yang Diyakini Memiliki Pagar Gaib Bawaan Lahir, Disebut Sulit Terkena Santet Menurut Primbon Jawa

NusaSpirit.com – Dalam kepercayaan masyarakat Jawa kuno, weton bukan hanya dipakai untuk menghitung hari lahir atau menentukan kecocokan jodoh semata. Lebih dari itu, weton dipercaya menyimpan rahasia karakter, perjalanan hidup, hingga kekuatan spiritual seseorang.

Tak heran jika hingga sekarang pembahasan tentang weton masih menarik perhatian banyak orang, terutama yang berkaitan dengan aura gaib dan perlindungan batin.

Salah satu hal yang cukup sering dibicarakan dalam kitab Primbon Jawa adalah keberadaan “pagar gaib” bawaan lahir. Istilah ini merujuk pada energi spiritual yang dipercaya mampu melindungi seseorang dari pengaruh buruk seperti santet, guna-guna, maupun serangan energi negatif lainnya.

Orang yang memiliki pagar gaib diyakini cenderung lebih kuat secara batin, sulit dipengaruhi ilmu hitam, dan memiliki aura yang membuat makhluk halus segan mendekat.

Dalam pandangan spiritual Jawa, pagar gaib tidak selalu diperoleh lewat ritual atau laku tirakat tertentu. Ada pula orang-orang yang dipercaya telah memilikinya sejak lahir karena faktor weton, garis keturunan leluhur, atau anugerah dari Yang Maha Kuasa. Biasanya, mereka mempunyai intuisi tajam, pembawaan tenang, dan energi batin yang kuat meski tidak selalu menyadarinya.

Berikut ini tujuh weton yang dalam Primbon Jawa dipercaya memiliki pagar gaib alami sejak lahir.

1. Sabtu Kliwon

Sabtu Kliwon menjadi salah satu weton yang paling sering dikaitkan dengan kekuatan spiritual tinggi. Weton ini memiliki jumlah neptu 17, berasal dari Sabtu bernilai 9 dan Kliwon bernilai 8.

Dalam Primbon Jawa, pemilik weton ini dipercaya berada di bawah pengaruh energi bumi dan langit sekaligus. Perpaduan tersebut membuat Sabtu Kliwon dianggap memiliki benteng batin yang sangat kuat. Mereka juga dikenal memiliki aura wibawa yang sulit dijelaskan secara logika.

Orang dengan weton ini biasanya terlihat pendiam, tetapi memiliki keteguhan hati yang besar. Jika sudah menemukan jati dirinya, energi spiritualnya dipercaya semakin kuat dan sulit ditembus pengaruh negatif.

2. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon juga dikenal sebagai weton yang memiliki kekuatan batin cukup tinggi. Jumlah neptunya adalah 14, berasal dari Jumat bernilai 6 dan Kliwon bernilai 8.

Menurut Primbon Jawa, weton ini dinaungi energi elemen air yang melambangkan kehidupan dan ketenangan. Sosok Jumat Kliwon biasanya mudah memahami keadaan sekitar dan memiliki naluri spiritual yang tajam.

Selain dikenal religius dan senang mendalami ilmu batin, mereka dipercaya mempunyai perlindungan gaib alami yang membuat energi negatif sulit menembus dirinya. Banyak orang Jawa kuno meyakini bahwa pemilik weton ini cocok menjadi penasehat atau pembimbing spiritual.

3. Senin Legi

Senin Legi mempunyai jumlah neptu 9, gabungan dari Senin bernilai 4 dan Legi bernilai 5. Meski neptunya tidak terlalu besar, weton ini dipercaya memiliki energi batin yang stabil.

Dalam Primbon, Senin Legi disimbolkan dengan elemen kayu yang menggambarkan pertumbuhan, keteguhan, dan kesabaran. Orang yang lahir di weton ini dikenal tahan menghadapi tekanan hidup dan mampu bertahan dalam situasi sulit.

Mereka juga sering disebut memiliki ketulusan hati dan tanggung jawab besar. Sifat itulah yang dipercaya menjadi sumber kekuatan spiritualnya. Energi negatif disebut lebih sulit menempel pada orang yang memiliki hati bersih dan niat baik.

4. Rabu Kliwon

Rabu Kliwon mempunyai neptu 15, berasal dari Rabu bernilai 7 dan Kliwon bernilai 8. Weton ini dikenal mempunyai keseimbangan antara kekuatan batin dan kasih sayang.

Menurut kepercayaan Primbon Jawa, pemilik Rabu Kliwon memiliki aura yang menenangkan sekaligus berwibawa. Mereka sering menjadi tempat curhat atau dimintai pendapat oleh orang di sekitarnya.

Kekuatan spiritual weton ini dipercaya berasal dari keseimbangan energi hati dan pikiran. Karena itu, mereka disebut memiliki pagar gaib yang cukup kuat untuk menangkal niat buruk orang lain.

Selain itu, Rabu Kliwon juga dianggap memiliki insting tajam dalam membaca situasi maupun karakter seseorang.

5. Rabu Pahing

Rabu Pahing memiliki jumlah neptu 16, hasil dari Rabu bernilai 7 dan Pahing bernilai 9. Weton ini sering dikaitkan dengan kemampuan spiritual yang tersembunyi.

Banyak pemilik Rabu Pahing disebut tidak menyadari bahwa dirinya mempunyai energi batin besar. Mereka dikenal cerdas, berpikir dalam, dan memiliki daya fokus tinggi.

Dalam Primbon Jawa, weton ini berada di bawah pengaruh elemen api yang melambangkan semangat dan kekuatan. Jika mampu mengendalikan emosi serta menjaga sikap rendah hati, energi positif dalam dirinya dipercaya akan semakin kuat.

Karena itulah Rabu Pahing dianggap cukup sulit disentuh ilmu hitam atau serangan gaib yang bersifat negatif.

6. Minggu Pon

Minggu Pon mempunyai neptu 12 yang berasal dari Minggu bernilai 5 dan Pon bernilai 7. Weton ini dipercaya memiliki hubungan kuat dengan dunia spiritual sejak kecil.

Orang dengan weton Minggu Pon biasanya mempunyai rasa penasaran tinggi terhadap hal-hal mistis atau spiritual. Namun di sisi lain, mereka dikenal lembut dan memiliki hati yang penuh empati.

Dalam kitab Primbon Jawa kuno, Minggu Pon disebut sebagai weton yang bisa memperoleh wahyu kejayaan jika mampu menjaga kerendahan hati dan cinta kasih kepada sesama.

Energi perlindungan pada weton ini dipercaya muncul dari keseimbangan antara hati, pikiran, dan tindakan sehari-hari.

7. Rabu Pon

Rabu Pon menjadi weton terakhir yang dipercaya memiliki pagar gaib bawaan lahir. Jumlah neptunya mencapai 14, berasal dari Rabu bernilai 7 dan Pon bernilai 7.

Pemilik weton ini dikenal mempunyai jiwa kepemimpinan dan pembawaan yang cukup disegani. Mereka juga sering dianggap memiliki ketenangan batin yang sulit goyah meski sedang menghadapi masalah besar.

Dalam Primbon Jawa, Rabu Pon disebut mempunyai tingkat spiritualitas tinggi sehingga dipercaya lebih kuat menghadapi energi negatif. Tak sedikit orang Jawa zaman dahulu yang meyakini weton ini memiliki aura pelindung alami sejak lahir.

Meski begitu, pagar gaib dalam kepercayaan Jawa bukan berarti membuat seseorang kebal sepenuhnya terhadap segala gangguan. Sikap hidup, perilaku sehari-hari, dan hubungan dengan Tuhan tetap dianggap menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan batin.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Situs Siti Inggil Trowulan, Mojokerto

    Jejak Petilasan Raden Wijaya di Trowulan, Kisah Pusaka Keris dan Tombak yang Diyakini Muncul Misterius

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sebuah situs yang dikenal sebagai Siti Inggil tidak hanya meninggalkan cerita sejarah. Di balik itu, kawasan kompleks ini juga menyimpan kisah yang berkaitan erat dengan Kerajaan Majapahit pada masa lampau. Lokasi ini diyakini sebagai petilasan Raden Wijaya, tokoh penting Kerajaan Majapahit yang sempat memimpin sebagai […]

  • Gerbang masuk Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung dari kejauhan

    Misteri Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Sidoarjo dengan Keajaiban dan Doa yang Terkabulkan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, terdapat sebuah makam keramat yang dikenal luas sebagai Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung. Tempat ini menjadi lokasi ziarah sekaligus menyimpan sejarah, misteri, dan keajaiban yang memikat banyak orang. Nama Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung sering terdengar di masyarakat setempat, tetapi kisah di […]

  • Penampakan jalur Jembatan Kembar Cangar yang berkabut dan dikelilingi hutan lebat, lokasi yang kerap dikaitkan dengan berbagai cerita horor di Jawa Timur.

    Misteri Jembatan Kembar Cangar Kembali Jadi Sorotan, Praktisi Spiritual Ungkap Dugaan “Perjanjian Lama” di Lokasi Ini

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Kawasan Jembatan Kembar Cangar di jalur penghubung Kota Batu dan Mojokerto kembali ramai dibicarakan publik. Bukan karena keindahan alamnya, melainkan deretan cerita mistis yang terus muncul dari lokasi itu. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah berkabut di lereng pegunungan yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, tepatnya di kaki Gunung Arjuno […]

  • Makam Tumenggung Aryo Tedjo Bupati Tuban VII

    Jejak Makam Tumenggung Aryo Tedjo di Parengan, Bupati Tuban yang Disebut Leluhur Sunan Kalijaga

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di tengah kawasan perbukitan dan pedesaan yang tenang di Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terdapat sebuah kompleks makam tua yang menyimpan kisah penting dalam sejarah Islam Jawa. Makam tersebut diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Tumenggung Aryo Tedjo, sosok yang dikenal sebagai Bupati Tuban ke-7 sekaligus leluhur Sunan Kalijaga, salah satu […]

  • Ubo rampe atau sesajen dalam tradisi Jawa

    Makna Ubo Rampe atau Sesajen Dalam Tradisi Jawa beserta Macam-macamnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi masyarakat Jawa, istilah ubo rampe masih sangat familiar di kalangan tradisional. Namun, di era modern seperti sekarang, tidak sedikit masyarakat yang belum memahami sepenuhnya makna dari ubo rampe. Ubo rampe, merujuk dari naskah klasik Jawa Serat Centhini yang disusun pada abad ke-19, dikenal sebagai rangkaian sesaji atau hasil sedekah bumi. Ubo rampe […]

  • Puluhan Biksu Tudong singgah di Candi Brahu, Trowulan, dalam perjalanan spiritual menuju Borobudur.

    Menapaki 666 Km, Kisah Haru dan Toleransi Saat Biksu Tudong Singgah di Candi Brahu

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Suasana di sekitar Candi Brahu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, mendadak padat pengunjung pada Minggu (17/5/2026). Puluhan Biksu Tudong yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara tampak memasuki kawasan situs peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut. Kedatangan mereka langsung berhasil menyedot perhatian masyarakat setempat, bahkan hingga luar daerah. Bagaimana tidak, para biksu ini sedang menjalani […]

expand_less