Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Jejak Spiritual » Menguak Sisi Mistis Gunung Kawi, Dari Ritual Ngalap Berkah hingga Kisah Pejabat dan Pengusaha Datang Berziarah

Menguak Sisi Mistis Gunung Kawi, Dari Ritual Ngalap Berkah hingga Kisah Pejabat dan Pengusaha Datang Berziarah

NusaSpirit.com – Kabut tipis mulai turun saat admin memasuki kawasan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Udara pegunungan yang dingin langsung terasa begitu melewati gerbang utama kawasan wisata religi tersebut.

Aroma dupa samar mulai tercium dari kejauhan, bercampur dengan wangi bunga tabur yang dijual di sepanjang jalan menuju area pesarean.

Perjalanan menuju Gunung Kawi dari pusat Kota Malang memakan waktu sekitar satu jam lebih. Semakin mendekati ke titik lokasi lebih lagi suasana berubah menjadi lebih tenang dengan jalanan menanjak yang dikelilingi pepohonan besar dan kabut pegunungan.

Di sepanjang jalan menuju area utama, terlihat sejumlah warung kecil menjual bunga, dupa, minyak wangi, hingga perlengkapan ritual yang biasa dibawa peziarah.

Beberapa pengunjung tampak berjalan perlahan sambil membawa kantong berisi bunga tabur, sementara lainnya duduk santai menikmati suasana sejuk khas pegunungan.

Gunung Kawi sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi paling populer di Jawa Timur. Namun di balik suasana alamnya yang indah, kawasan ini juga lekat dengan berbagai cerita mistis yang terus berkembang dari mulut ke mulut.

Mulai dari ritual ngalap berkah, pesugihan, hingga kisah tokoh besar yang disebut-sebut pernah datang untuk berdoa di tempat ini.

Suasana kawasan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi dan ziarah populer di Pulau Jawa.

Suasana kawasan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi dan ziarah populer di Pulau Jawa.

Secara Geografis kawasan Gunung Kawi sendiri berada di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Malang dan selama puluhan tahun dikenal sebagai kawasan ziarah legendaris di pulau Jawa.

Tak hanya masyarakat lokal, banyak warga keturunan Tionghoa dari luar kota juga berdatang ke kawasan ini, baik untuk menikmati keindahan alam dan jejak sejarah yang melekat kuat, maupun berdoa dan ngalap berkah sebagai bentuk ikhtiar serta ungkapan syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Gunung Kawi dan Tradisi Ngalap Berkah

Saat memasuki area pesarean, suasana mulai terasa berbeda. Asap dupa terlihat mengepul dari beberapa sudut bangunan. Suara doa terdengar lirih bersahutan dengan langkah kaki para peziarah yang terus berdatangan.

Admin kemudian berbincang dengan salah satu kuncen setempat bernama Pak Narko. Menurutnya, sebagian besar pengunjung datang dengan tujuan tertentu, terutama untuk ngalap berkah atau mencari keberkahan hidup.

“Ada yang minta kelancaran usaha, ada yang ingin naik pangkat, ada juga yang soal jodoh dan rumah tangga,” ujar Pak Narko, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa para peziarah sejatinya tetap berdoa kepada Tuhan. Sementara tokoh-tokoh yang dimakamkan di kawasan tersebut dianggap sebagai perantara atau wasilah dalam tradisi Jawa.

“Yang diminta tetap kepada Gusti Allah. Di sini hanya perantara,” katanya.

Menurut penuturannya, malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon menjadi waktu paling ramai dikunjungi peziarah. Pada malam-malam tertentu, kawasan Gunung Kawi disebut dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Pak Narko juga menyebut ritual yang dilakukan umumnya berupa doa, tabur bunga, dan membakar dupa.

“Kalau tamu punya nazar sendiri itu urusan masing-masing. Ada yang setelah berhasil datang lagi bikin selamatan, tumpengan, sampai potong kambing atau sapi,” ucapnya.

Menyusuri Keraton Gunung Kawi yang Penuh Aroma Dupa

Admin kemudian diajak memasuki salah satu area yang dikenal masyarakat sebagai Keraton Gunung Kawi. Suasana di dalam kawasan tersebut terasa jauh lebih sunyi dibanding area luar.

Saat memasuki ruangan sempit di bagian dalam, aroma dupa terasa sangat pekat hingga memenuhi ruangan. Cahaya lampu redup membuat suasana terlihat temaram. Di beberapa sudut tampak bunga tabur, kopi hitam, lilin, serta berbagai simbol budaya Jawa dan Tionghoa yang tersusun rapi.

Beberapa pengunjung terlihat duduk bersila sambil memejamkan mata. Ada pula yang tampak berdoa pelan di depan tempat ritual.

Admin beberapa kali membaca doa saat berjalan menyusuri ruangan tersebut karena suasana di dalam terasa cukup mencekam. Hawa dingin mendadak terasa lebih menusuk meski di luar udara tidak terlalu dingin.

“Astagfirullah… merinding juga ternyata di dalam sini,” ujar admin sambil menyusuri ruangan yang dipenuhi aroma dupa tersebut.

Asap dupa memenuhi salah satu ruangan ritual di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, yang kerap digunakan peziarah untuk berdoa dan menjalankan tradisi spiritual.

Asap dupa memenuhi salah satu ruangan ritual di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, yang kerap digunakan peziarah untuk berdoa dan menjalankan tradisi spiritual.

Di salah satu sudut ruangan, terlihat buku tamu berisi tulisan tangan para pengunjung. Sebagian menuliskan harapan tentang usaha, ekonomi, rumah tangga, hingga permintaan agar terbebas dari utang.

Namun seluruh isi tulisan tersebut merupakan permohonan pribadi pengunjung dan tidak dapat diverifikasi lebih lanjut.

Menurut admin pribadi, meminta kepada selain Tuhan merupakan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan

Klaim Tokoh Besar Pernah Datang ke Gunung Kawi

Dalam perbincangan itu, Pak Narko turut menyebut sejumlah tokoh besar yang menurut penuturannya pernah datang ke Gunung Kawi.

Ia mengatakan beberapa pengusaha, artis, hingga pejabat disebut-sebut pernah berziarah ke kawasan tersebut.

Salah satu nama yang disebut adalah keluarga konglomerat Sudono Salim atau Liem Sioe Liong. Menurut Pak Narko, keluarga tersebut beberapa kali datang untuk berdoa sekaligus mengadakan kegiatan sosial.

“Setahun bisa empat kali datang. Biasanya bagi-bagi sembako juga,” katanya.

Selain itu, ia juga menyebut sejumlah tokoh politik disebut sering datang menjelang musim pemilihan kepala daerah.

“Kalau musim Pilkada biasanya ramai. Banyak calon datang ke sini,” ujarnya.

Meski begitu, Pak Narko menegaskan bahwa segala hasil tetap bergantung pada kehendak Tuhan.

“Kita kembalikan lagi kepada Gusti Allah,” katanya.

Sejarah dan Tokoh yang Dimakamkan di Gunung Kawi

Gunung Kawi sebenarnya telah lama dikenal sebagai kawasan spiritual dan wisata religi di Jawa Timur. Di area Pesarean Gunung Kawi terdapat makam dua tokoh yang dihormati masyarakat, yakni Eyang Jugo dan Raden Mas Imam Soedjono.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Eyang Djoego dikenal sebagai tokoh spiritual Jawa yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan Keraton Mataram. Sementara Raden Mas Imam Soedjono disebut sebagai pengikut sekaligus murid dari Pangeran Diponegoro.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sosok Eyang Djoego, Anda dapat membaca ulasan lengkapnya di Padepokan Eyang Djoego Blitar.

Selain area makam utama, terdapat pula sejumlah gua kecil yang dipercaya sebagian orang sebagai lokasi meditasi dan ritual spiritual. Salah satu lokasi bahkan disebut-sebut sebagai tempat pertemuan gaib dengan sosok Nyi Roro Kidul.

Lima Tempat Ibadah Berdiri Berdampingan

Hal menarik lain yang ditemukan admin di kawasan Gunung Kawi adalah keberadaan tempat ibadah dari berbagai agama yang berdiri berdekatan.

Di kawasan tersebut terdapat masjid, klenteng, pura, vihara, dan gereja yang berada dalam satu area. Kondisi ini membuat Gunung Kawi sering dianggap sebagai simbol toleransi dan akulturasi budaya di Jawa Timur.

Deretan tempat ibadah berbagai agama berdiri berdampingan di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Deretan tempat ibadah berbagai agama berdiri berdampingan di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menjelang sore hari, kabut mulai turun semakin tebal menyelimuti kawasan pegunungan. Lampu-lampu mulai menyala di antara pepohonan dan bangunan tua yang berdiri sunyi.

Admin juga beberapa kali berhenti untuk menikmati panorama hutan berkabut di sekitar kawasan Gunung Kawi.

“Kalau soal alamnya, tempat ini memang keren banget,” kata admin saat menikmati panorama hutan berkabut di sekitar Gunung Kawi.

Antara Wisata Religi dan Cerita Mistis

Hingga kini, Gunung Kawi tetap menjadi salah satu lokasi wisata religi paling kontroversial di Indonesia. Sebagian masyarakat datang untuk berziarah dan mencari ketenangan batin, sementara sebagian lain tertarik karena kisah mistis yang terus berkembang.

Cerita tentang pesugihan, tumbal, hingga perjanjian gaib masih sering dikaitkan dengan kawasan ini. Namun sebagian besar kisah tersebut hanya berdasarkan penuturan pribadi para peziarah yang datang.

Juru kunci maupun warga sekitar umumnya menyebut bahwa kawasan itu sejatinya hanyalah tempat berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Sementara tafsir mengenai praktik-praktik mistis muncul dari persepsi masing-masing pengunjung.

Menjelang petang, suasana Gunung Kawi terasa semakin sunyi. Kabut tebal perlahan menutupi jalan setapak menuju area pesarean, sementara aroma dupa masih samar tercium dari kejauhan.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, Gunung Kawi tetap menjadi bagian penting dari sejarah spiritual dan budaya Jawa Timur. Setiap tahun ribuan orang datang ke tempat ini, baik untuk berziarah, menikmati suasana pegunungan, maupun sekadar ingin menyaksikan langsung sisi misterius yang selama ini ramai dibicarakan masyarakat.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi ilmu pakem tradisonal Jawa

    Hari Baik Memulai Usaha Mei 2026, Ini 7 Tanggal yang Dianggap Cocok Menurut Kalender Jawa dan Primbon

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Memulai usaha sering kali tidak hanya mempertimbangkan kesiapan modal dan strategi, tetapi juga momentum waktu. Dalam tradisi Jawa, pemilihan hari masih menjadi bagian penting karena diyakini dapat memengaruhi kelancaran rezeki dan perjalanan usaha. Menurut kalender Jawa, periode bulan Mei 2026 umumnya masuk dalam sasi Sawal. Dalam Primbon Jawa, sasi ini sering dikaitkan sebagai […]

  • Ilustrasi perahu besar di laut saat matahari terbenam, menggambarkan perjalanan hidup dan rezeki menurut Primbon Jawa.

    7 Arti Mimpi Naik Perahu Besar Menurut Primbon Jawa, Simbol Perjalanan Hidup dan Rezeki

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mimpi sering kali hadir tanpa undangan, muncul di sela-sela tidur, lalu meninggalkan rasa penasaran saat seseorang terbangun. Salah satu mimpi yang cukup sering dialami dan memunculkan banyak pertanyaan adalah mimpi menaiki perahu besar, baik di laut maupun di sungai. Dalam Primbon Jawa, mimpi naik perahu besar sering dikaitkan dengan perjalanan hidup, rezeki, serta […]

  • Area pesarean Candi Mleri, peninggalan Kerajaan Singosari yang berada di kaki Gunung Pegat, Blitar.

    Misteri Candi Mleri Blitar, Situs Kuno Singosari yang Dikeramatkan Warga dan Cerita Macan Putih

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Berjarak sekitar 15 kilometer dari Alun-Alun Kota Blitar, terdapat sebuah situs peninggalan masa lampau yang dikaitkan dengan Kerajaan Singosari. Situs ini diyakini sebagai tempat yang dikeramatkan oleh warga di sekitar kompleks tersebut. Candi yang dikenal dengan nama Candi Mleri ini memang belum terlalu familiar di kalangan masyarakat luas. Namun, di balik ketenangannya, candi […]

  • Ilustrasi foto perempuan tidur saat senja

    Mengapa Orang Tua Jawa Melarang Tidur Saat Magrib? Inilah Alasannya Menurut Petuah Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tidur di siang hari pada dasarnya berfungsi untuk mengembalikan kondisi tubuh yang lelah setelah menjalani aktivitas padat. Secara medis, istirahat singkat justru dapat membantu menjaga konsentrasi dan stamina. Namun, berbeda halnya dengan tidur pada waktu menjelang malam, khususnya saat magrib. Bagi sebagian masyarakat yang masih memegang erat tradisi dan nilai budaya, terutama yang […]

  • Ilustrasi Kalender Jawa

    Tanggal Baik Pernikahan Februari 2026 Menurut Primbon Jawa (Lengkap)

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Penentuan tanggal pernikahan menggunakan kalender Jawa masih dianggap sebagai tradisi nenek moyang yang dilestarikan oleh sebagian masyarakat, khususnya dalam adat Jawa. Tradisi ini dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sekaligus ikhtiar agar pasangan pengantin dapat meniti kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan. Berdasarkan perhitungan dalam Primbon Jawa, terdapat sejumlah tanggal dan […]

  • Ubo rampe atau sesajen dalam tradisi Jawa

    Makna Ubo Rampe atau Sesajen Dalam Tradisi Jawa beserta Macam-macamnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi masyarakat Jawa, istilah ubo rampe masih sangat familiar di kalangan tradisional. Namun, di era modern seperti sekarang, tidak sedikit masyarakat yang belum memahami sepenuhnya makna dari ubo rampe. Ubo rampe, merujuk dari naskah klasik Jawa Serat Centhini yang disusun pada abad ke-19, dikenal sebagai rangkaian sesaji atau hasil sedekah bumi. Ubo rampe […]

expand_less