100 Arti Mimpi Lengkap Menurut Kitab Primbon Jawa Kuno
- Primbon Tafsir Mimpi
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NusaSpirit.com – Pernahkah Anda mengalami mimpi yang begitu kuat hingga sulit dilupakan seperti bertemu sosok yang sangat berarti dalam hidup, atau justru menjadi pribadi yang selama ini hanya hadir dalam angan?
Dalam kehidupan sehari-hari, mimpi kerap dianggap sekadar bunga tidur, sesuatu yang datang lalu pergi tanpa makna.
Namun bagi masyarakat yang masih memegang nilai tradisi dan simbol alam, mimpi bukanlah peristiwa kosong. Ia dapat hadir sebagai pepeling (peringatan halus), isyarat batin, bahkan kabar tentang datangnya rezeki maupun perubahan hidup.
Berdasarkan serat-serat Jawa kuno dan kitab Primbon, mimpi dipandang sebagai laku rasa, peristiwa batin yang terjadi saat jiwa berada dalam keadaan hening.
Karena itu, leluhur Jawa tidak serta-merta menafsirkan setiap mimpi. Ada paugeran atau aturan batin yang membedakan mimpi mana yang layak dikenali maknanya dan mana yang sebaiknya diabaikan.
Atas dasar pemahaman Kejawen, mimpi dibagi ke dalam tiga unsur peringatan, yaitu:
1. Mimpi Titiyoni: Kembange Turu Tanpa Teges
Mimpi Titiyoni adalah mimpi yang bersumber dari raga. Dalam serat Primbon disebutkan:
“Titiyoni iku kembangé turu, ora ana teges lan ora kagolong pralambang.”
Artinya, mimpi Titiyoni hanyalah bunga tidur yang tidak memiliki makna simbolik. Mimpi ini muncul akibat pengaruh jasmani, seperti kelelahan, sakit, lapar, kekenyangan, atau posisi tidur yang tidak seimbang.
Ciri-ciri mimpi Titiyoni:
a) Gambarnya kacau dan tidak runtut
b) Tidak membekas di rasa
c) Mudah hilang setelah bangun
d) Tidak menimbulkan getaran batin
Primbon menegaskan bahwa mimpi jenis ini tidak boleh ditafsirkan, karena tidak membawa pesan spiritual maupun sosial. Menafsirkan mimpi Titiyoni justru dianggap melanggar ajaran leluhur.
Mimpi ini biasanya terjadi pada awal tidur, sekitar pukul 22.00 hingga 24.00 malam.
2. Mimpi Gondoyoni: Pangilone Ati lan Pikiran
Mimpi Gondoyoni berasal dari batin manusia sendiri. Ia muncul dari cipta, rasa, lan karsa pikiran, perasaan, dan kehendak yang sedang bergolak.
Dalam serat Jawa kuno dijelaskan:
“Gondoyoni iku ngimpi saka gegayuhan, saka was-was lan karep kang kinandhut ing ati.”
Mimpi ini berfungsi sebagai cermin batin. Apa yang muncul dalam mimpi Gondoyoni biasanya berkaitan dengan aktivitas harian, hubungan sosial, keinginan yang belum tercapai, atau kegelisahan yang belum terselesaikan.
Menurut Primbon Jawa:
a) Mimpi Gondoyoni bukan pertanda masa depan
b) Tidak mengandung pralambang takdir
c) Digunakan sebagai sarana introspeksi diri
Leluhur Jawa menganjurkan agar mimpi ini direnungkan secara bijak, bukan dipercaya sebagai isyarat gaib.
Mimpi Gondoyoni umumnya terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 00.00 hingga 02.00 dini hari.
3. Mimpi Puspo Tajem: Kembangga Kang Cetha
Mimpi Puspo Tajem adalah mimpi dengan makna paling dalam. Puspo berarti bunga makna, sedangkan tajem berarti tajam dan jelas.
Dalam Primbon tertulis:
“Puspo Tajem iku pralambang kang katon cetha, dadi pepeling tumrap lakuning urip.”
Ciri-ciri mimpi Puspo Tajem:
a) Gambarnya jelas dan runtut
b) Sulit dilupakan
c) Membekas kuat di rasa
d) Mengandung simbol alam
e) Memberi getaran batin yang dalam
Hanya mimpi Puspo Tajem yang boleh ditafsirkan sebagai pertanda, itupun harus dengan sikap rendah hati dan tidak gegabah.
Mimpi ini biasanya terjadi menjelang subuh, sekitar pukul 03.00 hingga menjelang fajar.
Sementara itu, Primbon Jawa juga mencatat beragam penafsiran mimpi. Berikut rangkuman arti mimpi yang dihimpun dari berbagai sumber Primbon:

Add your first comment to this post