Weton Jawa: Arti, Perhitungan, Watak, dan Pengaruhnya dalam Kehidupan
- Weton
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NusaSpirit.com – Dalam tradisi Jawa, kelahiran seseorang tidak hanya dicatat sebagai tanggal dan bulan. Ada sistem penanggalan yang lebih dalam dan sarat makna, yang dikenal sebagai weton Jawa.
Weton dipercaya sebagai penanda watak dasar, arah rezeki, hingga kecenderungan hidup seseorang. Karena itulah, hingga hari ini weton masih sering dijadikan rujukan dalam berbagai perhitungan, mulai dari perjodohan, penentuan hari baik, sampai membaca karakter seseorang sejak lahir.
Meski kerap dianggap mistis, konsep weton sejatinya merupakan warisan kearifan lokal yang kaya filosofi. Ia tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti atau menentukan nasib secara mutlak, melainkan sebagai panduan memahami diri dan kehidupan. Dengan memahami weton, orang Jawa diajarkan untuk lebih waspada, mawas diri, serta hidup selaras dengan lingkungan dan sesama.
Apa Itu Weton Jawa?
Weton adalah gabungan antara hari lahir (Senin sampai Minggu) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Kombinasi keduanya menghasilkan nilai angka tertentu yang disebut neptu.
Setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu yang berbeda. Dari angka inilah lahir berbagai tafsir dalam primbon Jawa, mulai dari watak, keberuntungan, hingga kecocokan hidup seseorang.
Cara Menghitung Weton dan Neptu
Perhitungan weton tergolong sederhana. Ada dua langkah utama:
1. Menentukan hari lahir
2. Menentukan pasaran lahir
Nilai Neptu Hari
- Minggu (Ahad): 5
- Senin: 4
- Selasa: 3
- Rabu: 7
- Kamis: 8
- Jumat: 6
- Sabtu: 9
Nilai Neptu Pasaran
- Legi: 5
- Pahing: 9
- Pon: 7
- Wage: 4
- Kliwon: 8
Total neptu diperoleh dengan menjumlahkan neptu hari dan pasaran.
Contoh:
Lahir pada Minggu Legi
→ Minggu (5) + Legi (5) = Neptu 10
Angka inilah yang menjadi dasar pembacaan weton seseorang.
Naungan Watak Berdasarkan Hitungan Neptu
Dalam primbon Jawa, total neptu sering dibagi dengan angka 7. Sisa pembagian tersebut disebut sebagai naungan watak, yang menggambarkan garis besar perjalanan hidup seseorang.
Maknanya antara lain:
Sisa 1 – Segara Wibawa
Rezeki cenderung luas, disegani, dan banyak berbuat kebaikan.
Sisa 2 – Tunggak Semi
Rezeki selalu tumbuh dan jarang mengalami kekurangan.
Sisa 3 – Satriya Wicaksana
Hidup relatif tenang dan nyaman.
Sisa 4 – Sumur Panguripan
Menjadi tempat bergantung dan penolong bagi banyak orang.
Sisa 5 – Bumi Panuntun
Berpotensi menjadi pembimbing atau panutan.
Sisa 6 – Satriya Wirang
Hidup sering diuji rasa malu atau kegagalan.
Sisa 7 – Debu Kena Angin
Hidup tidak menetap, sering berpindah dan diuji kekurangan.
Jika total neptu kurang dari 7, maka angka tersebut langsung dianggap sebagai sisa pembagian.
Watak Bayi Berdasarkan Total Neptu
Primbon juga mengenal tafsir watak bawaan bayi berdasarkan jumlah neptu kelahiran. Watak ini diyakini sudah muncul sejak kecil dan bisa terbawa hingga dewasa.
Secara ringkas:
a) Neptu 7–9: ikhlas, berani, namun cenderung emosional
b) Neptu 10–12: pendiam, cerdas, dan baik hati
c) Neptu 13–15: pandai bicara, berpengaruh, namun mudah konflik
d) Neptu 16–18: aktif, berani, tetapi perlu kehati-hatian
Watak ini bukan sesuatu yang mutlak, melainkan kecenderungan dasar yang dapat berubah oleh lingkungan, pendidikan, dan pengalaman hidup.
Simbol Watak dalam Primbon Jawa
Selain naungan watak, dikenal pula simbol watak yang dihitung dengan membagi total neptu dengan angka 9.
Setiap sisa memiliki filosofi tersendiri, antara lain:
a) Melambangkan kekuatan batin
b) Keteguhan dalam menghadapi ujian
c) Kelembutan hati
d) Hingga kecenderungan emosi yang mudah berubah
Simbol watak lebih sering digunakan untuk membaca cara seseorang menghadapi masalah hidup, bukan sekadar sifat luarnya.
Watak Berdasarkan Kombinasi Hari dan Pasaran
Setiap weton memiliki karakter khas. Ada weton yang dikenal pandai berbicara, ada yang berwatak keras, ada pula yang lembut namun sensitif.
Dalam tradisi Jawa, weton tertentu bahkan dianggap lebih cocok untuk berdagang, memimpin, atau menekuni bidang pekerjaan tertentu. Karena itu, pembahasan weton kerap dipecah menjadi artikel khusus untuk setiap kombinasi hari dan pasaran.
Pengaruh Hari Lahir terhadap Kepribadian
Selain weton, hari lahir juga memberi warna tersendiri pada kepribadian seseorang. Ada hari yang melambangkan kelembutan, ada yang identik dengan kerja keras, dan ada pula yang menunjukkan sifat mudah emosi.
Dalam primbon Jawa, pengaruh hari lahir digunakan sebagai pelengkap pembacaan watak, bukan sebagai penentu tunggal.
Weton, Rezeki, dan Jodoh
Banyak orang mengenal weton dari perhitungan jodoh dan rezeki. Dalam pandangan Jawa, kecocokan weton bukanlah penentu bahagia atau tidaknya rumah tangga, melainkan peringatan awal agar pasangan saling memahami karakter masing-masing.
Begitu pula dengan rezeki, weton lebih dipandang sebagai gambaran pola usaha dan ujian hidup, bukan ukuran jumlah kekayaan semata.
Hari Baik dan Pantangan Menurut Weton
Weton juga sering dijadikan dasar untuk menentukan hari baik, seperti menikah, pindah rumah, atau memulai usaha. Di sisi lain, ada pula hari-hari yang dianggap kurang baik untuk aktivitas tertentu. Namun pada akhirnya, semua kembali pada niat, usaha, dan doa.

Add your first comment to this post