Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Spiritual » Ritual Lawadan Tulungagung: Jejak Sejarah, Mitos Buaya Putih, dan Tradisi Bersih Desa yang Terus Dilestarikan

Ritual Lawadan Tulungagung: Jejak Sejarah, Mitos Buaya Putih, dan Tradisi Bersih Desa yang Terus Dilestarikan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mitos Siluman Buaya Putih Penunggu Rawa

Saat proses pembukaan lahan berlangsung, para prajurit kerap mengalami kejadian aneh. Salah satu cerita yang paling dikenal adalah kemunculan siluman buaya putih, makhluk gaib yang diyakini sebagai penguasa rawa Lawadan. Buaya putih ini sering menampakkan diri, namun selalu menghilang setiap kali dikejar atau diserang, seolah tidak bisa disentuh oleh senjata manusia.

Hingga suatu malam, makhluk tersebut dipercaya menampakkan diri dalam wujud seorang lelaki tua. Dalam perjumpaan itu, ia mengaku sebagai lelembut penjaga rawa yang merasa terusik karena wilayah kekuasaannya berubah menjadi pemukiman. Ia menyampaikan peringatan keras agar pembangunan dihentikan.

Ancaman tersebut awalnya tidak dihiraukan. Namun tak lama berselang, serangkaian kematian misterius mulai terjadi. Warga meninggal satu per satu tanpa sebab yang jelas. Situasi ini menimbulkan ketakutan dan kegelisahan di tengah masyarakat yang baru menetap.

Kesepakatan Sakral dan Awal Ritual Lawadan

Dalam kondisi genting, para penduduk akhirnya sepakat untuk melakukan perundingan secara spiritual. Dengan bantuan seorang tokoh yang dianggap memiliki kemampuan khusus, dilakukan komunikasi dengan penguasa gaib rawa. Dalam proses tersebut, siluman buaya putih kembali menyampaikan kehendaknya.

Ia mengizinkan rawa dijadikan pemukiman dengan syarat tertentu. Penduduk diwajibkan menggelar ritual dan selamatan secara rutin setiap Bulan Suro, sebagai bentuk penghormatan dan penyeimbang hubungan antara dunia manusia dan dunia gaib.

Selain itu, setiap kali ada hajatan besar seperti pernikahan atau khitanan, warga diwajibkan mengadakan pertunjukan kesenian tayub.

Kesepakatan inilah yang menjadi dasar lahirnya Ritual Lawadan, sebuah tradisi yang terus dijaga hingga kini, meskipun pelaksanaannya telah mengalami berbagai penyesuaian.

Ragam Sajian Ritual dan Prosesi Bersih Desa

Dalam pelaksanaan Ritual Lawadan, masyarakat menyiapkan berbagai perlengkapan sesaji yang sarat makna simbolik. Di antaranya terdapat aneka jenang, nasi tumpeng, hasil bumi, bunga setaman, serta berbagai hidangan tradisional yang melambangkan doa keselamatan, kemakmuran, dan keseimbangan hidup.

Semua sajian tersebut dikumpulkan sejak pagi hari dan diarak berkeliling desa. Prosesi ini dimaknai sebagai upaya membersihkan desa dari energi negatif sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarwarga. Menjelang sore, rangkaian acara berlanjut dengan doa-doa adat yang dipimpin oleh sesepuh desa.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makam Mumbul Sidoarjo, makam Mbah Sayyid ulama penyebar Islam

    Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    Wilayah Angker yang Tak Berani Dijamah Sebelum kedatangan Mbah Sayyid, Klagen dikenal sebagai kawasan yang jarang didatangi manusia. Hutan lebat dengan pepohonan besar menjadi habitat binatang buas, sementara kepercayaan lokal menyebut tempat tersebut sebagai pusat berkumpulnya makhluk halus. Banyak orang meyakini bahwa siapa pun yang nekat masuk ke wilayah itu tak akan pernah kembali. Namun […]

  • gambar zodiak lengkap

    Ramalan Zodiak Besok Kamis, 5 Februari 2026: Asmara, Keuangan, dan Karier Lengkap

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Besok, Kamis, 5 Februari 2026, bintang-bintang membawa energi yang berbeda untuk setiap zodiak. Ada yang terdorong untuk lebih banyak berpikir dan merenung, ada pula yang mendapat peluang keberuntungan tak terduga. Beberapa zodiak akan merasakan emosi yang lebih kuat dari biasanya, sementara yang lain mulai melihat sinyal positif dalam urusan keuangan. Namun, sebagian orang […]

  • Makam Kyai Brojohanilo di Dukuh Jonilo, Desa Sajen, Trucuk, Klaten, yang hingga kini menjadi tujuan ziarah spiritual.

    Kesaktian Kyai Brojohanilo, Tokoh Sakral Klaten, Jawa Tengah yang Makamnya Tak Pernah Sepi Peziarah

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 1Komentar

    Tradisi Wayang Kulit yang Sakral Salah satu tradisi unik yang masih dijaga adalah pagelaran wayang kulit sehari semalam di makam Kyai Brojo Anila. Tradisi ini digelar setiap tahun, tepatnya pada minggu kedua Bulan Suro menurut penanggalan Jawa. Konon, jika tradisi ini absen digelar, desa diyakini akan mengalami musibah atau pagebluk. Keyakinan tersebut bukan tanpa dasar. […]

  • Area pesarean Candi Mleri, peninggalan Kerajaan Singosari yang berada di kaki Gunung Pegat, Blitar.

    Misteri Candi Mleri Blitar, Situs Kuno Singosari yang Dikeramatkan Warga dan Cerita Macan Putih

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Berjarak sekitar 15 kilometer dari Alun-Alun Kota Blitar, terdapat sebuah situs peninggalan masa lampau yang dikaitkan dengan Kerajaan Singosari. Situs ini diyakini sebagai tempat yang dikeramatkan oleh warga di sekitar kompleks tersebut. Candi yang dikenal dengan nama Candi Mleri ini memang belum terlalu familiar di kalangan masyarakat luas. Namun, di balik ketenangannya, candi […]

  • Jejak sejarah Joko Tingkir, pendiri Kesultanan Pajang di Jawa Tengah.

    Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    Menurut pandangan orang pintar, setiap makam di Benowo-Benawi memiliki aura khusus yang membedakannya dari tempat peristirahatan biasa. Kompleks ini juga dikenal angker, namun sekaligus berfungsi sebagai sarana spiritual. Masyarakat dari berbagai kalangan sering mengunjungi tempat ini. Mulai dari petani, pengusaha, pekerja swasta, hingga pejabat instansi, mereka menjalankan ritual ngalap berkah dengan harapan memperoleh kelancaran rezeki, […]

  • Gambar ilustratif mimpi dan simbol Primbon Jawa, referensi 100 arti mimpi. Sumber: Pexels

    100 Arti Mimpi Lengkap Menurut Kitab Primbon Jawa Kuno

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    1. Melihat pintu rumah terbuka lebar – Pertanda akan ada rezeki atau peluang baru yang datang. 2. Melihat pintu rumah tertutup rapat – Sering diartikan sebagai hambatan dalam urusan hidup atau peluang yang tertunda. 3. Melihat hujan dari langit – Jika deras kemudian reda, menunjukkan akan terlepas dari kesusahan. 4. Melihat gunung tinggi dan naik […]

expand_less