Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Spiritual » Ritual Kungkum di Sungai Complang Jejak Dewi Kilisuci dan Tradisi Sewindu Warga Kediri

Ritual Kungkum di Sungai Complang Jejak Dewi Kilisuci dan Tradisi Sewindu Warga Kediri

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NusaSpirit.com – Mandi kungkum merupakan sebuah ritual tradisional dalam budaya Jawa yang dipercaya memiliki manfaat spiritual. Biasanya, ritual ini dilakukan sebagai bentuk doa untuk mewujudkan keinginan atau harapan tertentu. Namun, proses mandi kungkum tidaklah semudah yang dibayangkan.

Dalam keyakinan Jawa, mandi kungkum harus dilakukan di lokasi-lokasi khusus, salah satunya di Sungai Tempuran, tempat bertemunya empat aliran sungai. Konon, lokasi ini dipercaya memiliki energi alam yang tinggi, sehingga memudahkan pelaku kungkum untuk memperkuat doa dan membantu mewujudkan keinginan yang diharapkan.

Selain Sungai Tempuran, Sungai Complang yang berada di kaki Gunung Kelud juga dianggap memiliki kekuatan magis turun-temurun oleh warga Desa Gondorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Setiap delapan tahun sekali, seluruh warga berkumpul untuk melaksanakan ritual Kungkum, di mana mereka mandi bersama sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan mencoba mengusir kesialan hidup.

Tradisi ini bukan acara tahunan, bukan pula agenda wisata rutin. Ia hanya hadir sewindu sekali, mengikuti penanggalan Jawa pada hari Langkir pasaran Legi.

Karena jarangnya digelar, setiap kali ritual berlangsung, Desa Gondorejo seakan memanggil pulang warganya yang sedang merantau jauh.

Mereka yang tinggal di kota lain, bahkan di luar pulau, berusaha pulang kampung demi ikut serta dalam ritual yang diyakini telah berlangsung sejak masa Kerajaan Kediri.

Sungai sebagai Ruang Sakral

Bagi masyarakat Gondorejo, Sungai Complang bukan sebatas aliran air. Ia diposisikan sebagai ruang sakral, tempat manusia menyucikan diri lahir dan batin. Dalam pandangan budaya Jawa, air adalah “tirta panguripan” atau media pembersih dan penghubung antara dunia manusia dan alam adikodrati.

Pada hari pelaksanaan Kungkum, sungai ini dipenuhi warga dari berbagai usia. Mulai dari laki-laki, perempuan, anak-anak hingga orang tua. Tidak ada rasa canggung. Semua larut dalam suasana khidmat, seolah kembali menjadi satu keluarga besar yang ditautkan oleh sejarah dan kepercayaan yang sama.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi lokasi Prapat Kurung Surabaya dengan pohon bidara dan teralis besi.

    Misteri Prapat Kurung Surabaya dan Sejarah Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tak jauh dari jantung Kota Surabaya, terdapat sebuah lokasi yang sejak lama diyakini keramat oleh warga setempat, tidak hanya oleh masyarakat umum, tetapi terutama oleh komunitas Muslim keturunan Tionghoa. Tempat itu bernama Prapat Kurung, terletak di sebuah taman kota di kawasan Prapat Tegal, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Lokasi ini tidak […]

  • Ragam jenis bambu petuk

    Bambu Petuk: Jenis, Khasiat, Ciri Asli

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi sebagian orang, tanaman bambu mungkin hanya dianggap sebagai tanaman biasa. Namun bagi masyarakat Jawa, khususnya mereka yang masih memegang erat nilai adat dan budaya, bambu justru diyakini memiliki khasiat tertentu. Tak sedikit orang yang mencarinya untuk dijadikan hiasan rumah. Bahkan, ada pula yang meyakini bambu memiliki “yoni” atau tuah khusus untuk berbagai […]

  • Suasana perayaan Imlek dengan lampion merah dan ornamen khas budaya Tionghoa

    Menuju Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Ini 6 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com –Memasuki bulan Februari 2026, perayaan Imlek tidak hanya menjadi momen berkumpul keluarga, tetapi juga waktu yang tepat bagi masyarakat Tionghoa untuk menilik peluang keberuntungan dan rezeki. Dalam astrologi Tionghoa, 2026 dikenal sebagai Tahun Kuda Api (Year of the Fire Horse), periode yang dipenuhi energi aktif, berani, dan penuh semangat. Unsur Api melambangkan sifat cepat […]

  • Ilustrasi perahu besar di laut saat matahari terbenam, menggambarkan perjalanan hidup dan rezeki menurut Primbon Jawa.

    7 Arti Mimpi Naik Perahu Besar Menurut Primbon Jawa, Simbol Perjalanan Hidup dan Rezeki

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mimpi sering kali hadir tanpa undangan, muncul di sela-sela tidur, lalu meninggalkan rasa penasaran saat seseorang terbangun. Salah satu mimpi yang cukup sering dialami dan memunculkan banyak pertanyaan adalah mimpi menaiki perahu besar, baik di laut maupun di sungai. Dalam Primbon Jawa, mimpi naik perahu besar sering dikaitkan dengan perjalanan hidup, rezeki, serta […]

  • Wanita memakai mahkota sebagai simbol kenaikan derajat hidup menurut primbon Jawa

    7 Tanda Seseorang Akan Dinaikkan Derajatnya Menurut Primbon Jawa, Kenali Sejak Awal

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Setiap orang tentu menginginkan kehidupan yang berkecukupan, baik dalam hal materi maupun kebahagiaan batin. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan proses panjang yang tidak selalu mudah. Ada fase-fase sulit yang harus dilalui, bisa berupa cobaan yang datang silih berganti, bahkan kegagalan yang terkadang membuat seseorang ingin menyerah. Dalam […]

  • Ilustrasi hutan Alas Roban yang menyimpan banyak cerita mistis yang melegenda.

    Misteri Alas Roban Hutan Penuh Cerita Mistis hingga Diangkat ke Film Horor Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Terletak di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terdapat sebuah hutan belantara yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Dikatakan, kawasan ini tidak hanya terkenal karena rimbunnya pepohonan, tetapi juga aura mistis yang begitu kental menyelimuti wilayahnya. Alas Roban memiliki kisah keangkeran yang bukan sebatas cerita turun-temurun. Banyak penduduk lokal maupun pengendara yang melintasi […]

expand_less