Padepokan Eyang Djoego Blitar: Dari Jejak Perang Diponegoro hingga Ritual Ngalap Berkah
- Spiritual
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NusaSpirit.com – Di lereng perbukitan wilayah Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berdiri sebuah padepokan yang bagi sebagian orang tampak sederhana.
Tidak setiap hari tempat ini dipadati pengunjung. Pada hari-hari biasa, suasananya cenderung sepi dan tenang, jauh dari hiruk-pikuk destinasi wisata modern.
Namun di balik kesederhanaannya, padepokan yang dikenal sebagai Padepokan Eyang Djoego ini menyimpan kisah panjang yang menyatukan jejak sejarah perjuangan bangsa, spiritualitas, serta kepercayaan mistis yang masih melekat di tengah masyarakat.
Mereka yang datang ke tempat ini bukan sekadar pelancong biasa. Sebagian besar memiliki tujuan khusus, yakni melakukan ritual ngalap berkah, dengan harapan memperoleh kelancaran usaha, keberuntungan, ketenteraman batin, hingga petunjuk dalam mengambil keputusan hidup.
Para peziarah datang dari beragam latar belakang sosial, mulai dari pedagang kecil, pengusaha, petani, hingga masyarakat dari luar daerah. Tak sedikit pula yang mencoba peruntungan melalui ritual tradisional seperti djiamsie, sebagaimana yang lazim dilakukan di kawasan Gunung Kawi.
Menurut juru kunci padepokan, Arief Yulianto, lonjakan kunjungan biasanya terjadi pada malam Jumat Legi. Malam tersebut diyakini sebagai waktu yang baik untuk memanjatkan doa dan menjalankan ritual spiritual di kawasan ini.
“Biasanya peziarah paling ramai datang saat malam Jumat Legi. Mereka percaya waktu itu paling baik untuk berdoa dan ngalap berkah,” ujar Arief.
Selain dikenal sebagai lokasi aktivitas spiritual, Padepokan Eyang Djoego juga kerap dikaitkan dengan cerita yang berkembang di kalangan warga sekitar.
Sebagian masyarakat menyebut bahwa hasil pemungutan suara di TPS yang berada di sekitar kawasan padepokan, baik pada pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah, beberapa kali dinilai selaras dengan hasil akhir secara lebih luas. Informasi ini beredar dari pengalaman warga dan cerita yang disampaikan secara turun-temurun.

Tempat peristirahatan Eyang Djoego di kawasan padepokan, yang hingga kini masih diziarahi untuk berdoa dan ngalap berkah.

Add your first comment to this post