Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Spiritual » Manfaat dan Tata Cara Puasa Mutih 7 Hari 7 Malam dalam Tradisi Kejawen

Manfaat dan Tata Cara Puasa Mutih 7 Hari 7 Malam dalam Tradisi Kejawen

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NusaSpirit.com – Jika menelisik kebudayaan Jawa dari masa ke masa, masyarakatnya dikenal memiliki beragam praktik spiritual yang berkembang secara turun-temurun. Hal ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh tradisi leluhur yang dijalani sejak zaman nenek moyang.

Salah satu laku spiritual yang hingga kini masih dijaga adalah puasa. Berbeda dengan puasa pada umumnya, tradisi Jawa menjelaskan bahwa bentuk puasa mempunyai beragam cara dan tujuan.

Di antaranya yang paling dikenal adalah puasa mutih, yang menurut kepercayaan masyarakat Jawa dipandang sebagai sarana pembersihan diri dari unsur-unsur negatif, baik secara fisik maupun metafisik.

Dalam perspektif ajaran leluhur, puasa mutih selama tujuh hari dan tujuh malam bukan sekadar laku spiritual, melainkan bagian dari tirakat yang telah lama dikenal dalam tradisi Kejawen. Laku ini dijalani sebagai bentuk pengendalian diri, penjernihan pikiran, serta upaya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bahkan, puasa mutih kerap dilakukan oleh mereka yang ingin menata kembali kehidupan, mencari ketenangan batin, serta memperbaiki sikap hidup agar lebih selaras dengan nilai-nilai spiritual.

Artikel ini membahas pengertian puasa mutih, manfaat yang dipercaya menyertainya, serta tata cara pelaksanaannya menurut tradisi yang berkembang di masyarakat.

Apa Itu Puasa Mutih?

Puasa mutih merupakan salah satu bentuk tirakat dalam tradisi Kejawen yang dilakukan dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman hanya pada yang berwarna putih, seperti nasi putih dan air putih.

Selain pembatasan fisik, puasa ini juga menekankan pengendalian hawa nafsu, ucapan, dan pikiran.

Puasa mutih biasanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu, salah satunya selama tujuh hari tujuh malam. Dalam pandangan spiritual Jawa, laku ini bertujuan untuk membersihkan batin, menenangkan pikiran, serta membangun kesadaran diri agar lebih peka terhadap nilai-nilai kehidupan.

Manfaat Puasa Mutih 7 Hari 7 Malam Menurut Kepercayaan Jawa

Ilustrasi laku tirakat dan pengendalian batin dalam tradisi spiritual Jawa.

Ilustrasi laku tirakat dan pengendalian batin dalam tradisi spiritual Jawa. Foto: Pexels

1. Meningkatkan Konsentrasi

Dalam situasi puasa dan tirakat, seseorang didorong untuk mengurangi gangguan dari dunia luar. Hal ini diyakini dapat membantu meningkatkan konsentrasi, menenangkan pikiran, serta memudahkan seseorang dalam merenungkan persoalan hidup dengan lebih bijak.

2. Memperkuat Kesadaran dan Kepercayaan Spiritual

Puasa mutih sering kali digunakan sebagai cara untuk melatih kesabaran dan keikhlasan. Dengan melaksanakan ibadah ini dengan sungguh-sungguh, seseorang diyakini dapat memperkuat kesadaran spiritual serta memperdalam hubungan batinnya dengan Tuhan.

3. Merapihkan Sikap Hidup dan Usaha Mencari Rezeki

Dalam tradisi masyarakat Jawa, keadaan batin yang lebih tenteram yang didapat dari puasa mutih diyakini dapat mempengaruhi sikap hidup seseorang. Sikap yang lebih sabar, fokus, dan rendah hati diyakini dapat membuka peluang untuk usaha yang lebih baik dalam mencari rejeki serta menjalani kehidupan.

4. Mendorong Keharmonisan dalam Rumah Tangga

Puasa mutih juga diyakini mampu membantu seseorang mengendalikan emosi dan pikiran negatif. Dengan batin yang lebih tenteram, komunikasi di dalam hubungan rumah tangga dapat menjadi lebih lancar, sehingga menciptakan hubungan yang lebih harmonis.

5. Meningkatkan Sensitivitas dan Pengendalian Emosi

Melaksanakan laku mutih dipercaya dapat melatih sensitivitas batin dan kemampuan mengendalikan emosi. Seseorang yang menjalankan puasa ini diharapkan menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan lebih mampu memahami perasaan diri sendiri serta orang lain.

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Mutih

Persiapan Sebelum Puasa

Sebelum memulai puasa mutih, dalam tradisi Jawa dianjurkan untuk meminta izin dan restu kepada orang tua, terutama ibu. Selanjutnya, melakukan mandi bersih sebagai simbol pembersihan diri lahir dan batin.

Niat Puasa Mutih

Niat puasa mutih biasanya dibaca pada pagi hari seusai sahur. Ada pula yang membacanya pada waktu magrib, sehingga puasa dilakukan selama 24 jam sebelum berbuka. Salah satu niat yang dikenal dalam tradisi lisan masyarakat Jawa adalah:

“Niat ingsun poso mutih pitung dina pitung bengi, mangastawya mugi putih batinku, putih lakuku, masucian kakang kawah, adi ari-ari, lan sedulur papat lima pancer kanthi ikhlas lillahi Ta’ala.”

Artinya:

“Saya berniat puasa mutih selama tujuh hari tujuh malam, semoga batin dan perilaku saya menjadi bersih, sekaligus membersihkan kakang kawah, adik ari-ari, dan saudara empat serta pusat diri, dengan ikhlas karena Allah Ta’ala.”

Niat ini dibaca dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati.

Menghormati Tradisi Sedulur Papat Limo Pancer

Dalam tradisi Kejawen, penghormatan terhadap sedulur papat limo pancer (nama sendiri) merupakan cara untuk mempertahankan keseimbangan spiritual dan kesadaran diri. Praktik ini dilakukan sebagai bagian dari ibadah dan refleksi diri selama berpuasa.

Menjaga Konsistensi dan Keseriusan

Selama menjalankan puasa mutih, sangat penting untuk menjaga perkataan, perilaku, dan pikiran. Selain menahan lapar, praktik ini membantu melatih kesabaran, kejujuran, dan ketenangan batin.

Catatan

Artikel ini disajikan sebagai informasi budaya dan tradisi spiritual masyarakat Jawa. Pengalaman dan hasil yang dirasakan setiap individu dapat berbeda-beda, tergantung keyakinan, kondisi pribadi, dan usaha masing-masing. Tradisi ini tidak dimaksudkan sebagai jaminan hasil tertentu dan tidak menggantikan ikhtiar nyata dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ Puasa Mutih dalam Tradisi Kejawen

Apa itu puasa mutih?

Puasa mutih adalah laku tirakat dalam tradisi Kejawen yang dilakukan dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman sederhana, umumnya nasi putih dan air putih, serta disertai pengendalian diri.

Berapa lama puasa mutih biasanya dilakukan?

Durasi puasa mutih beragam, mulai dari satu hari hingga tujuh hari tujuh malam, tergantung niat dan kemampuan pelakunya.

Apa manfaat puasa mutih menurut kepercayaan Jawa?

Dalam tradisi Jawa, puasa mutih diyakini membantu melatih kesabaran, ketenangan batin, dan pengendalian emosi.

Apakah puasa mutih wajib dilakukan?

Puasa mutih bukan ibadah wajib dan tidak mengikat. Praktik ini merupakan bagian dari tradisi budaya dan spiritual masyarakat Jawa.

Apakah puasa mutih aman untuk semua orang?

Puasa mutih tidak dianjurkan bagi semua orang, terutama yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Pertimbangan kondisi fisik sangat dianjurkan sebelum menjalankannya.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makam Mumbul Sidoarjo, makam Mbah Sayyid ulama penyebar Islam

    Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Sidoarjo. Di desa ini terdapat sebuah pesarean yang sejak lama dikenal menyimpan kisah spiritual dan menjadi bagian penting dari tradisi lokal masyarakat setempat, sebagaimana sejumlah situs wisata religi di Sidoarjo yang juga menyimpan jejak sejarah dan […]

  • Jejak sejarah Joko Tingkir, pendiri Kesultanan Pajang di Jawa Tengah.

    Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mas Karebet, yang lebih dikenal dengan nama Joko Tingkir, adalah tokoh sentral yang dianggap berjasa sebagai pendiri sekaligus Raja Kesultanan Pajang. Kesultanan ini berada di sekitar wilayah Surakarta (Solo) pada abad ke-16, tepatnya antara tahun 1549 hingga 1582 M. Keberadaan makam Mas Karebet sejak lama memunculkan perdebatan di kalangan sejarawan dan masyarakat. Sebagian […]

  • Ubo rampe atau sesajen dalam tradisi Jawa

    Makna Ubo Rampe atau Sesajen Dalam Tradisi Jawa beserta Macam-macamnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Bagi masyarakat Jawa, istilah ubo rampe masih sangat familiar di kalangan tradisional. Namun, di era modern seperti sekarang, tidak sedikit masyarakat yang belum memahami sepenuhnya makna dari ubo rampe. Ubo rampe, merujuk dari naskah klasik Jawa Serat Centhini yang disusun pada abad ke-19, dikenal sebagai rangkaian sesaji atau hasil sedekah bumi. Ubo rampe […]

  • Prosesi pernikahan adat Jawa

    Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitung Weton Jodoh

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Hari baik pernikahan menurut primbon Jawa adalah perhitungan tradisional berdasarkan weton, neptu hari, dan pasaran untuk menentukan tanggal pernikahan yang dipercaya membawa keberkahan dan keharmonisan rumah tangga. Bagi sebagian masyarakat, menentukan hari baik untuk melangsungkan pernikahan masih menjadi tradisi yang dihormati hingga kini, terutama oleh para orang tua dari calon mempelai. Tradisi ini […]

  • Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa saat ini, Jakarta, situs perdagangan penting pada era kerajaan Sunda. Foto: Pexels

    Menelusuri Jejak Sejarah Jakarta: Dari Sunda Kelapa hingga Jakarta Modern

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jakarta, dengan luas wilayah sekitar 664 km², merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa pada 2025–2026. Secara geografis, Jakarta terletak di pantai utara Pulau Jawa, berbatasan langsung dengan Provinsi Banten di barat, Jawa Barat di selatan dan timur, serta Laut Jawa di utara. Populasi masyarakat Jakarta […]

  • Kalender Februari 2026 digunakan sebagai penentuan hari baik

    Hari Baik Memulai Usaha Februari 2026 Menurut Kalender Jawa

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Menentukan hari baik untuk memulai usaha merupakan salah satu strategi tepat untuk meningkatkan penghasilan dalam jangka panjang. Apalagi jika usaha tersebut adalah impian yang sudah lama diidamkan. Meski demikian, kesuksesan tetap dipengaruhi oleh hoki dan faktor rezeki. Pada Februari 2026, terdapat beberapa tanggal yang dianggap tepat untuk merintis usaha. Menurut kalender Jawa, periode […]

expand_less