Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Spiritual » Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NusaSpirit.com – Mas Karebet, yang lebih dikenal dengan nama Joko Tingkir, adalah tokoh sentral yang dianggap berjasa sebagai pendiri sekaligus Raja Kesultanan Pajang. Kesultanan ini berada di sekitar wilayah Surakarta (Solo) pada abad ke-16, tepatnya antara tahun 1549 hingga 1582 M.

Keberadaan makam Mas Karebet sejak lama memunculkan perdebatan di kalangan sejarawan dan masyarakat. Sebagian meyakini makamnya berada di Lamongan, Jawa Timur, sementara yang lain bersikeras lokasinya ada di Sragen, Jawa Tengah.

Namun, keyakinan yang paling banyak diterima muncul dari Sukoharjo, di mana kompleks yang dikenal sebagai Benowo-Benawi diyakini sebagai pesarean Joko Tingkir. Berdasarkan arsip kebudayaan, kompleks ini terletak di Dusun Butuh, Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Tempat ini tidak hanya menjadi tujuan peziarah untuk menjalankan ritual spiritual, tetapi juga dikenal sebagai lokasi untuk meminta berkah. Beberapa versi sejarah menyebut bahwa Joko Tingkir memiliki peristirahatan terpisah dengan sang istri, sehingga terdapat dua kuburan utama di kompleks Benowo-Benawi.

Untuk melindungi identitasnya dari kerusakan politik dan persaingan kekuasaan di masa lalu, nama asli dan identitas makam sengaja disembunyikan, sehingga hanya dikenal sebagai Benowo-Benawi oleh masyarakat sekitar.

Dahulu, area ini dikelilingi pagar tembok setinggi sekitar tiga meter, memberi kesan seperti benteng keraton. Kini, sebagian pagar telah hilang akibat kerusakan.

Di dalam kompleks terdapat lima bangunan pemakaman utama, yaitu dua untuk Joko Tingkir dan istrinya, serta tiga lainnya yang diyakini milik Kyai Sanggar, Kyai Kandang, dan beberapa tokoh bangsawan lainnya. Panjang dan tinggi bangunan ini lebih besar dibanding makam biasa, menandakan status sosial dan spiritual pemiliknya di masa lampau.

Selain itu, di lokasi tersebut juga terdapat batu-batuan kotak kuno berbentuk cekung, yang konon digunakan sebagai alas duduk bagi sejumlah pejabat Kerajaan Mataram. Saat ini, batu-batu itu disimpan di salah satu rumah warga, dan hanya dapat dilihat serta dipelajari oleh sejarawan atau pihak yang berkompeten.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi 12 tanda Zodiak

    Ramalan Zodiak Hari Sabtu 7 Februari 2026: Asmara, Karier, dan Keuangan Lengkap

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Energi kosmik hari ini menghadirkan matahari di Aquarius, bulan bergerak di Libra, dan kombinasi planet-planet membawa suasana untuk memperkuat hubungan, komunikasi, dan keterbukaan ide. Saat Mercury baru saja memasuki Pisces, sensitivitas dan intuisi semakin meningkat, sementara Jupiter tetap retrograde di Cancer, mengajakmu untuk mengkaji ulang kebutuhan emosional pada keluarga. Uranus di Taurus memberikan […]

  • Ilustrasi hutan Alas Roban yang menyimpan banyak cerita mistis yang melegenda.

    Misteri Alas Roban Hutan Penuh Cerita Mistis hingga Diangkat ke Film Horor Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Terletak di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terdapat sebuah hutan belantara yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Dikatakan, kawasan ini tidak hanya terkenal karena rimbunnya pepohonan, tetapi juga aura mistis yang begitu kental menyelimuti wilayahnya. Alas Roban memiliki kisah keangkeran yang bukan sebatas cerita turun-temurun. Banyak penduduk lokal maupun pengendara yang melintasi […]

  • Prosesi pernikahan adat Jawa

    Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitung Weton Jodoh

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Hari baik pernikahan menurut primbon Jawa adalah perhitungan tradisional berdasarkan weton, neptu hari, dan pasaran untuk menentukan tanggal pernikahan yang dipercaya membawa keberkahan dan keharmonisan rumah tangga. Bagi sebagian masyarakat, menentukan hari baik untuk melangsungkan pernikahan masih menjadi tradisi yang dihormati hingga kini, terutama oleh para orang tua dari calon mempelai. Tradisi ini […]

  • ilustrasi 12 zodiak dalam astrologi barat

    Zodiak Sejarah, Makna, dan Cara Manusia Membaca Bintang Sejak Ribuan Tahun Lalu

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Selama berabad-abad lamanya, manusia telah mengenal istilah ramalan yang mulai menyebar dari mulut ke mulut dan merambah ke berbagai belahan dunia. Seiring berjalannya waktu, metode-metode untuk menafsirkan nasib seseorang pun semakin berkembang, mulai dari observasi pergerakan rasi bintang, fase bulan, hingga unsur alam yang dikenal dalam sistem zodiak. Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana sebenarnya […]

  • Area pesarean Candi Mleri, peninggalan Kerajaan Singosari yang berada di kaki Gunung Pegat, Blitar.

    Misteri Candi Mleri Blitar, Situs Kuno Singosari yang Dikeramatkan Warga dan Cerita Macan Putih

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Berjarak sekitar 15 kilometer dari Alun-Alun Kota Blitar, terdapat sebuah situs peninggalan masa lampau yang dikaitkan dengan Kerajaan Singosari. Situs ini diyakini sebagai tempat yang dikeramatkan oleh warga di sekitar kompleks tersebut. Candi yang dikenal dengan nama Candi Mleri ini memang belum terlalu familiar di kalangan masyarakat luas. Namun, di balik ketenangannya, candi […]

  • Ilustrasi suasana sungai sakral dalam tradisi kungkum masyarakat Jawa

    Ritual Kungkum di Sungai Complang Jejak Dewi Kilisuci dan Tradisi Sewindu Warga Kediri

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mandi kungkum merupakan sebuah ritual tradisional dalam budaya Jawa yang dipercaya memiliki manfaat spiritual. Biasanya, ritual ini dilakukan sebagai bentuk doa untuk mewujudkan keinginan atau harapan tertentu. Namun, proses mandi kungkum tidaklah semudah yang dibayangkan. Dalam keyakinan Jawa, mandi kungkum harus dilakukan di lokasi-lokasi khusus, salah satunya di Sungai Tempuran, tempat bertemunya empat […]

expand_less