Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Spiritual » Golok Ciomas, Pusaka Keramat dari Tanah Banten

Golok Ciomas, Pusaka Keramat dari Tanah Banten

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NusaSpirit.com – Dalam berbagai film kolosal bertema laga era tahun 1980-an hingga 1990-an, terutama yang dibintangi oleh aktor-aktor legendaris seperti Barry Prima dan Advent Bangun, penonton tentu sudah sangat akrab dengan sosok pendekar yang membawa sebilah golok.

Senjata ini kerap digunakan oleh tokoh utama maupun lawannya dalam setiap adegan perkelahian untuk menunjukkan kelihaian seni bela diri.

Namun, tidak sedikit yang mengetahui bahwa dari sekian banyak daerah pembuat dan persebaran senjata tradisional tersebut, terdapat satu kawasan yang hingga kini sangat terkenal dan identik dengan golok, yakni Golok Ciomas.

Nama Golok Ciomas sendiri diambil dari nama sebuah kota kecil di Provinsi Banten, tepatnya di Kecamatan Ciomas, yang terletak sekitar 20 kilometer di sebelah selatan Kota Serang.

Sejak zaman dahulu, Banten dikenal memiliki budaya dan tradisi spiritual yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat setempat. Bahkan, banyak yang meyakini wilayah ini sebagai tempat lahirnya para jawara-jawara kondang yang tersohor akan kesaktian dan keberaniannya.

Proses Pembuatan yang Sarat Laku Spiritual

Berbeda dengan golok pada umumnya, Golok Ciomas tidak dibuat secara bebas. Dalam tradisi yang masih dijaga hingga kini, proses pembuatannya harus melalui tahapan khusus yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual.

Pandai besi pembuat Golok Ciomas, yang kerap disebut empu, wajib memperhatikan hari baik, menjalani tirakat tertentu, serta menjaga kesucian lahir dan batin sebelum proses penempaan dimulai. Kepercayaan ini diyakini menentukan “yoni” atau tuah spiritual yang kelak bersemayam dalam golok tersebut.

Keunikan Golok Ciomas sempat menjadi perhatian publik ketika beberapa tahun silam dibuat sebuah Golok Ciomas raksasa dengan berat mencapai sekitar 4 ton dan panjang lebih dari 7 meter. Golok tersebut tercatat dalam rekor MURI dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Ciomas atas warisan budaya mereka.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi simbol shio dalam astrologi Tionghoa. 3 Play Button

    Astrologi Tionghoa Ungkap 5 Shio yang Dinilai Paling Beruntung Secara Finansial di 2026

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tahun 2026 dikenal sebagai Tahun Kuda Api, sebuah periode yang diyakini membawa dominasi unsur api dan sifat Yang yang kuat. Energi ini sering dikaitkan dengan semangat tinggi, dorongan untuk bergerak maju, serta keberanian mengambil langkah penting dalam hidup. Dalam pandangan astrologi Tionghoa, shio tidak berdiri sebagai ramalan mutlak, melainkan sebagai simbol karakter dan […]

  • Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa saat ini, Jakarta, situs perdagangan penting pada era kerajaan Sunda. Foto: Pexels

    Menelusuri Jejak Sejarah Jakarta: Dari Sunda Kelapa hingga Jakarta Modern

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jakarta, dengan luas wilayah sekitar 664 km², merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa pada 2025–2026. Secara geografis, Jakarta terletak di pantai utara Pulau Jawa, berbatasan langsung dengan Provinsi Banten di barat, Jawa Barat di selatan dan timur, serta Laut Jawa di utara. Populasi masyarakat Jakarta […]

  • Ilustrasi tradisi Lawadan di Tulungagung: warga mengarak sesaji dan hasil bumi dalam upacara adat

    Ritual Lawadan Tulungagung: Jejak Sejarah, Mitos Buaya Putih, dan Tradisi Bersih Desa yang Terus Dilestarikan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tidak banyak daerah di Jawa Timur yang memiliki tradisi bersih desa dengan latar sejarah, mitos, dan ritual sekompleks Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Dalam penuturan masyarakat setempat, Desa Wates dikenal memiliki sebuah upacara adat yang dahulu digelar pada awal Bulan Suro dan disebut sebagai Ritual Lawadan. Bagi warga lokal, ritual ini bukan […]

  • Jejak sejarah Joko Tingkir, pendiri Kesultanan Pajang di Jawa Tengah.

    Makam Joko Tingkir: Sukoharjo, Sragen, atau Lamongan?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Mas Karebet, yang lebih dikenal dengan nama Joko Tingkir, adalah tokoh sentral yang dianggap berjasa sebagai pendiri sekaligus Raja Kesultanan Pajang. Kesultanan ini berada di sekitar wilayah Surakarta (Solo) pada abad ke-16, tepatnya antara tahun 1549 hingga 1582 M. Keberadaan makam Mas Karebet sejak lama memunculkan perdebatan di kalangan sejarawan dan masyarakat. Sebagian […]

  • Kang Suroso di kompleks makam Mbah Harjo, Blitar, Jawa Timur.

    Mbah Harjo, Sesepuh Blitar yang Diyakini Menguasai Ilmu Pancasona dan Hidup hingga 215 Tahun

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Pancasona merupakan salah satu ajian yang berasal dari tradisi mistik Jawa kuno, yang hingga kini masih kerap dibicarakan dalam kisah-kisah lisan masyarakat. Konon, ajian ini dikenal memiliki tingkatan hierarki yang tinggi dalam dunia keilmuan kebatinan Jawa dan sering disejajarkan dengan ajian Rawa Rontek. Dalam berbagai cerita turun-temurun, Pancasona diyakini memiliki daya magis luar […]

  • Ilustrasi budaya Jawa yang merefleksikan karakter dan nilai hidup dalam weton Senin Pon

    Karakter Weton Senin Pon: Sifat, Rezeki, dan Jalan Kesuksesan Menurut Primbon Jawa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dalam tradisi masyarakat Jawa, karakter seseorang dipercaya dapat diketahui melalui weton atau tanggal lahir berdasarkan kalender Jawa. Kepercayaan ini sudah mengakar sejak zaman dahulu dan terus diwariskan hingga kini. Namun, tidak banyak yang mengetahui dasar kepribadian mereka, mulai dari sifat, kelebihan, hingga potensi untuk meraih kesuksesan di masa depan. Tak hanya itu, setiap […]

expand_less