Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Primbon » 7 Tanda Segera Menemukan Jodoh Menurut Ilmu Titen dan Primbon Jawa

7 Tanda Segera Menemukan Jodoh Menurut Ilmu Titen dan Primbon Jawa

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

5. Merasa Seolah Pernah Bertemu Sebelumnya

Perasaan akrab saat pertama kali bertemu seseorang sering dianggap sebagai tanda jodoh mendekat. Banyak orang merasa seolah sudah lama mengenal sosok tersebut, meski baru pertama kali bertemu.

Beberapa orang mengaitkan pengalaman ini dengan mimpi yang pernah dialami sebelumnya, seolah pertemuan tersebut sudah terjadi dalam alam bawah sadar. Dalam tradisi Jawa, fenomena ini disebut roso jodho, yaitu rasa batin yang sulit dijelaskan secara logika.

6. Pertanda Melalui Mimpi

Tafsir mimpi dalam Primbon Jawa juga memberikan simbol tertentu. Beberapa mimpi yang dialami seseorang dipercaya berkaitan dengan datangnya jodoh yang segera mendekat, di antaranya:

a) Bertemu orang asing atau lawan jenis yang memberikan perasaan menyenangkan

b) Melihat sepasang burung merpati, simbol kesetiaan dan pasangan

c) Digigit ular besar, yang dalam tafsir Primbon sering diartikan sebagai datangnya pasangan hidup

d) Bercermin atau melihat diri sendiri, melambangkan kesiapan menerima pasangan

7. Kejadian yang Terasa Aneh Saat Pertemuan Pertama

Beberapa orang mengalami peristiwa unik saat pertama kali bertemu calon pasangan, baik secara kebetulan maupun bertemu berulang tanpa disengaja.

Dalam tradisi Jawa dan ilmu titen, hal ini sering dianggap sebagai tanda roso tresna, yaitu rasa batin yang menunjukkan kecocokan dan keterikatan spiritual antara dua individu. Peristiwa seperti ini diyakini merupakan isyarat dari alam atau takdir, yang muncul melalui pengalaman sehari-hari dan kebetulan yang terasa signifikan.

Kejadian tersebut bisa berupa kebetulan yang terasa istimewa, perasaan nyaman dan akrab yang mendalam, atau momen kecil yang meninggalkan kesan emosional kuat. Dalam filosofi Jawa, pengalaman semacam ini dipercaya menandakan bahwa seseorang sedang memasuki fase pertemuan dengan jodoh yang sejati.

Itulah beberapa tanda yang bisa dialami seseorang yang diprediksi akan menemukan pasangan hidupnya. Dalam tradisi Jawa, jodoh tidak hanya ditentukan oleh cinta, tetapi juga oleh keselarasan batin. Konsep “sangkan paraning dumadi” mengajarkan bahwa setiap pertemuan dalam hidup memiliki makna dan pelajaran.

Oleh karena itu, tanda-tanda jodoh lebih dipahami sebagai simbol kesiapan diri, bukan kepastian takdir. Meski Primbon Jawa memberikan panduan simbolis, keberhasilan hubungan tetap ditentukan oleh faktor nyata, seperti komunikasi, kepercayaan, dan komitmen.

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerbang masuk Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung dari kejauhan

    Misteri Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Sidoarjo dengan Keajaiban dan Doa yang Terkabulkan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, terdapat sebuah makam keramat yang dikenal luas sebagai Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung. Tempat ini menjadi lokasi ziarah sekaligus menyimpan sejarah, misteri, dan keajaiban yang memikat banyak orang. Nama Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung sering terdengar di masyarakat setempat, tetapi kisah di […]

  • Ilustrasi simbol shio dalam astrologi Tionghoa. 3 Play Button

    Astrologi Tionghoa Ungkap 5 Shio yang Dinilai Paling Beruntung Secara Finansial di 2026

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tahun 2026 dikenal sebagai Tahun Kuda Api, sebuah periode yang diyakini membawa dominasi unsur api dan sifat Yang yang kuat. Energi ini sering dikaitkan dengan semangat tinggi, dorongan untuk bergerak maju, serta keberanian mengambil langkah penting dalam hidup. Dalam pandangan astrologi Tionghoa, shio tidak berdiri sebagai ramalan mutlak, melainkan sebagai simbol karakter dan […]

  • Gerbang utama Padepokan Eyang Djoego di Blitar, Jawa Timur, yang menjadi pintu masuk bagi peziarah dari berbagai daerah dan latar belakang.

    Padepokan Eyang Djoego Blitar: Dari Jejak Perang Diponegoro hingga Ritual Ngalap Berkah

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • 0Komentar

    Di balik nama besar Eyang Djoego, tersimpan kisah sejarah yang erat dengan Perang Diponegoro (1825–1830). Berdasarkan berbagai penuturan dan catatan sejarah, Eyang Djoego diyakini bernama asli Kiai Zakaria II, salah satu keturunan dari trah bangsawan Jawa yang masih memiliki garis hubungan dengan Pangeran Diponegoro dan keluarga kerajaan Mataram. Ketika Pangeran Diponegoro tertangkap oleh Belanda pada […]

  • Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa saat ini, Jakarta, situs perdagangan penting pada era kerajaan Sunda. Foto: Pexels

    Menelusuri Jejak Sejarah Jakarta: Dari Sunda Kelapa hingga Jakarta Modern

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Jakarta, dengan luas wilayah sekitar 664 km², merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa pada 2025–2026. Secara geografis, Jakarta terletak di pantai utara Pulau Jawa, berbatasan langsung dengan Provinsi Banten di barat, Jawa Barat di selatan dan timur, serta Laut Jawa di utara. Populasi masyarakat Jakarta […]

  • Replika uang kertas Indonesia emisi lama, Rp1.000 (1964) dan Rp1 (1960).

    Deretan Uang Kuno yang Diyakini Membawa Keberuntungan, dari Tiongkok hingga Nusantara

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    3. Uang Kertas Kuno Republik Indonesia Uang kertas kuno Republik Indonesia memiliki nilai historis yang penting karena merupakan saksi dari perjuangan dan awal pembentukan bangsa. Beberapa jenis uang lama, seperti ORI (Oeang Republik Indonesia) dan uang Rp1.000 tahun 1964 dengan gambar Presiden Soekarno, masih ada yang tersimpan oleh sebagian kecil masyarakat hingga saat ini. Bagi […]

  • Ilustrasi Sumur Tiban di Bulukidul, Boyolali, yang konon dijaga oleh entitas gaib Raden Ayu Sri Raharjo

    Misteri Lima Sumur Tiban di Lereng Gunung Merapi, Konon Dijaga Raden Ayu Sri Raharjo

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • 0Komentar

    Seiring waktu, banyak orang datang ke sumur tersebut untuk melakukan ritual ngalab berkah. Sebagian bahkan menginap berhari-hari dengan harapan memperoleh keberuntungan. Namun suatu hari, seorang warga yang merasa terganggu menutup sumur tersebut menggunakan ranting dan rerumputan. Beberapa hari setelah penutupan itu, orang tersebut ditemukan meninggal secara mendadak. Bersamaan dengan itu, sumur tiban tersebut juga menghilang […]

expand_less