Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Spiritual » Mengapa Orang Tua Jawa Melarang Tidur Saat Magrib? Inilah Alasannya Menurut Petuah Leluhur

Mengapa Orang Tua Jawa Melarang Tidur Saat Magrib? Inilah Alasannya Menurut Petuah Leluhur

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NusaSpirit.com – Tidur di siang hari pada dasarnya berfungsi untuk mengembalikan kondisi tubuh yang lelah setelah menjalani aktivitas padat. Secara medis, istirahat singkat justru dapat membantu menjaga konsentrasi dan stamina.

Namun, berbeda halnya dengan tidur pada waktu menjelang malam, khususnya saat magrib.

Bagi sebagian masyarakat yang masih memegang erat tradisi dan nilai budaya, terutama yang berkaitan dengan ajaran agama, tidur menjelang magrib dipercaya dapat berdampak pada kondisi psikologis seseorang, bahkan sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.

Kepercayaan ini bukanlah hal yang dianggap tabu, melainkan keyakinan yang telah hidup sejak zaman dahulu dan terus diwariskan hingga sekarang.

Dalam tradisi Jawa, nasihat orang tua kepada anaknya agar tidak tidur saat magrib merupakan petuah yang sangat umum.

Ungkapan “ora ilok turu wayah magrib” bukan sebuah larangan tanpa makna. Secara harfiah, ungkapan ini menunjukkan perilaku yang dianggap tidak pantas menurut norma dan ajaran leluhur, dengan tujuan mendidik seseorang agar lebih memahami etika dan kesadaran diri.

Selain itu, waktu magrib juga dipandang sebagai masa peralihan, saat siang beranjak ke malam, terang berganti gelap. Dalam fase ini, seseorang dianjurkan untuk tetap sadar, waspada, dan menjaga batin.

Secara analogi, tidur di waktu magrib diibaratkan seperti mematikan lampu ketika senja mulai turun. Tubuh memang beristirahat, tetapi kesadaran ikut meredup.

Inilah sebabnya orang-orang terdahulu melarang anak-anak mereka tidur saat magrib. Ada keyakinan bahwa kebiasaan tersebut dapat membuat pikiran lebih mudah kosong, melamun, bahkan rentan mengalami gangguan psikis, seperti gelisah tanpa sebab, mimpi buruk, atau perasaan tidak nyaman setelah bangun.

Meskipun demikian, fenomena ini bukanlah sekadar mitos kosong. Banyak orang mengaku mengalami kejadian-kejadian aneh yang sulit dijelaskan secara nalar ketika tertidur di waktu senja, baik disengaja maupun tidak.

Sebagian di antaranya merasa kesadarannya seolah keluar dari tubuh, menjalani aktivitas tertentu, atau melihat hal-hal menakutkan hingga akhirnya terbangun.

Menurut cerita nenek moyang, waktu magrib dipercaya sebagai momen yang tepat bagi entitas astral untuk keluar dan menjalankan aktivitasnya.

Selain itu, dari sisi religius, waktu magrib merupakan waktu yang sakral, saat yang dianjurkan untuk berdoa, berzikir, dan berkumpul bersama keluarga.

Karena itulah, tidur pada waktu tersebut dianggap menghilangkan kesempatan untuk mengisi diri secara spiritual.

Bahkan, banyak yang mengaitkan larangan tidur saat magrib dengan ajaran para wali dalam proses penyebaran Islam di tanah Jawa, yang dikenal sebagai Wali Songo.

Dugaan ini diperkuat dengan munculnya tembang Jawa berjudul “Padang Bulan”, yang konon merupakan salah satu metode dakwah dari Sunan Giri, secara tersirat memuat pesan agar tidak tidur menjelang malam.

Lirik Tembang Padang Bulan

Yo pra kanca dolanan ing njaba

Padhang wulan padhange kaya rina

Rembulane sing awe-awe

Ngelingake aja padha turu sore

Lirik tersebut secara jelas memuat ajakan dan peringatan, terutama pada bagian “ngelingake aja padha turu sore”, yang berarti mengingatkan agar tidak tidur di waktu sore atau menjelang malam.

Pesan ini menunjukkan bahwa larangan tidur saat magrib tidak hanya disampaikan melalui nasihat lisan, tetapi juga ditanamkan lewat tembang dan budaya populer pada masanya, agar mudah diterima oleh masyarakat, terutama anak-anak.

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makam Mumbul Sidoarjo, makam Mbah Sayyid ulama penyebar Islam

    Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Sidoarjo. Di desa ini terdapat sebuah pesarean yang sejak lama dikenal menyimpan kisah spiritual dan menjadi bagian penting dari tradisi lokal masyarakat setempat, sebagaimana sejumlah situs wisata religi di Sidoarjo yang juga menyimpan jejak sejarah dan […]

  • Prosesi pernikahan adat Jawa

    Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa dan Cara Menghitung Weton Jodoh

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Hari baik pernikahan menurut primbon Jawa adalah perhitungan tradisional berdasarkan weton, neptu hari, dan pasaran untuk menentukan tanggal pernikahan yang dipercaya membawa keberkahan dan keharmonisan rumah tangga. Bagi sebagian masyarakat, menentukan hari baik untuk melangsungkan pernikahan masih menjadi tradisi yang dihormati hingga kini, terutama oleh para orang tua dari calon mempelai. Tradisi ini […]

  • Ilustrasi tradisi Lawadan di Tulungagung: warga mengarak sesaji dan hasil bumi dalam upacara adat

    Ritual Lawadan Tulungagung: Jejak Sejarah, Mitos Buaya Putih, dan Tradisi Bersih Desa yang Terus Dilestarikan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tidak banyak daerah di Jawa Timur yang memiliki tradisi bersih desa dengan latar sejarah, mitos, dan ritual sekompleks Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Dalam penuturan masyarakat setempat, Desa Wates dikenal memiliki sebuah upacara adat yang dahulu digelar pada awal Bulan Suro dan disebut sebagai Ritual Lawadan. Bagi warga lokal, ritual ini bukan […]

  • gambar zodiak lengkap

    Ramalan Zodiak Besok Kamis, 5 Februari 2026: Asmara, Keuangan, dan Karier Lengkap

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Besok, Kamis, 5 Februari 2026, bintang-bintang membawa energi yang berbeda untuk setiap zodiak. Ada yang terdorong untuk lebih banyak berpikir dan merenung, ada pula yang mendapat peluang keberuntungan tak terduga. Beberapa zodiak akan merasakan emosi yang lebih kuat dari biasanya, sementara yang lain mulai melihat sinyal positif dalam urusan keuangan. Namun, sebagian orang […]

  • Golok Ciomas, pusaka sakral asal Banten yang diyakini memiliki nilai spiritual tinggi dan hanya dibuat melalui laku adat tertentu.

    Golok Ciomas, Pusaka Keramat dari Tanah Banten

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dalam berbagai film kolosal bertema laga era tahun 1980-an hingga 1990-an, terutama yang dibintangi oleh aktor-aktor legendaris seperti Barry Prima dan Advent Bangun, penonton tentu sudah sangat akrab dengan sosok pendekar yang membawa sebilah golok. Senjata ini kerap digunakan oleh tokoh utama maupun lawannya dalam setiap adegan perkelahian untuk menunjukkan kelihaian seni bela […]

  • Gerbang masuk Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung dari kejauhan

    Misteri Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung di Sidoarjo dengan Keajaiban dan Doa yang Terkabulkan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, terdapat sebuah makam keramat yang dikenal luas sebagai Makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung. Tempat ini menjadi lokasi ziarah sekaligus menyimpan sejarah, misteri, dan keajaiban yang memikat banyak orang. Nama Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung sering terdengar di masyarakat setempat, tetapi kisah di […]

expand_less