Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Beranda » Spiritual » Mengenal KH Imam Faqih, Perintis Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Tlogo, Kanigoro, Blitar

Mengenal KH Imam Faqih, Perintis Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Tlogo, Kanigoro, Blitar

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NusaSpirit.com — Di balik berkembangnya ajaran Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Blitar, Jawa Timur, tersimpan sosok ulama yang namanya masih hidup dalam ingatan masyarakat setempat, yakni KH Imam Faqih.

Meski jejak tertulis tentang beliau tidak banyak ditemukan, kisah hidupnya terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita keluarga dan para sesepuh desa. Dari sanalah potret perjuangan seorang kiai yang dikenal zuhud, sabar, dan teguh dalam dakwah perlahan terangkai.

Tarekat Naqsyabandiyah merupakan salah satu cabang tasawuf yang berfokus pada upaya penyucian hati dan praktik zikir khafi (zikir hati). Ajaran ini terdokumentasikan dalam kitab Rashahât ‘Ayn al-Hayât karya Fakhruddin Ali al-Kasyifi, yang merangkum ajaran tokoh utamanya, Syekh Bahauddin Naqsyaband, yang berasal dari kawasan Bukhara (kini wilayah Uzbekistan).

KH Imam Faqih dikenal sebagai pendiri Masjid Al Faqih sekaligus perintis Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Kabupaten Blitar. Perjalanan hidupnya mencerminkan ketekunan seorang pencari ilmu yang tidak hanya menimba pengetahuan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat pada masanya, yang pengaruhnya masih terasa hingga kini.

Latar Belakang Keluarga dan Masa Muda

KH Imam Faqih lahir sekitar akhir abad ke-19 di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Ia merupakan putra dari KH Abdurrahman Setrontiko, seorang ulama yang dikenal alim dan zuhud. Dalam cerita keluarga, KH Abdurrahman disebut memiliki keahlian menulis Al-Qur’an dengan tangan sendiri. Bahkan, biaya perjalanan ibadah haji yang beliau lakukan kala itu berasal dari hasil menulis mushaf Al-Qur’an.

Latar belakang keluarga inilah yang membentuk karakter Imam Faqih sejak muda. Pada masa remajanya saat kondisi Nusantara masih berada dalam tekanan penjajahan ia memilih meninggalkan kampung halaman untuk mengembara menuntut ilmu agama. Dengan sarana transportasi yang sangat terbatas, perjalanan panjang ditempuhnya dari pesantren ke pesantren, dari satu kyai ke kyai lainnya.

Menimba Ilmu dari Pesantren ke Pesantren

Dalam pengembaraannya, Imam Faqih sempat mondok di wilayah Pare, Kediri, sebelum akhirnya menetap sebagai santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Jatinom, Blitar, di bawah asuhan KH Imam Bukhori. Jarak antara Purworejo dan Blitar yang mencapai ratusan kilometer tidak menyurutkan semangatnya.

Di pesantren Jatinom, Imam Faqih dikenal sebagai santri yang tekun dan disiplin. Kesungguhan tersebut membuatnya dipercaya menjadi lurah pondok sekaligus diangkat sebagai anak angkat oleh KH Imam Bukhori. Bahkan, ketika memasuki usia pernikahan, gurunya itu pula yang mencarikan jodoh untuknya.

Pernikahan dan Awal Dakwah

Imam Faqih kemudian menikah dengan Nyai Siti Maymanah, putri dari KH Abu Bakar Sekardangan, seorang kyai sepuh yang dihormati di wilayah Kanigoro, Blitar. Dalam cerita masyarakat, KH Abu Bakar disebut memiliki keterkaitan nasab dengan tokoh-tokoh ulama besar di Jawa pada masanya.

Setelah menikah, KH Imam Faqih mulai membuka lahan dakwah dengan melakukan babat alas di beberapa wilayah. Perjuangan tersebut berujung di sebuah kawasan di ujung selatan Desa Tlogo, Kanigoro, yang kemudian dikenal dengan nama Dukuh Bandung. Menurut cerita warga setempat, kawasan ini sebelumnya jarang dihuni hingga akhirnya berkembang setelah kehadiran KH Imam Faqih.

Berdirinya Masjid Al Faqih dan Pasulukan Naqsyabandiyah

Sekitar tahun 1892, KH Imam Faqih mendirikan Masjid Al Faqih bersama istrinya. Masjid ini menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus cikal bakal berkembangnya Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Blitar.

Dalam riwayat yang berkembang di kalangan jamaah, KH Imam Faqih memperoleh ijazah kemursyidan Tarekat Naqsyabandiyah saat menunaikan ibadah haji di Makkah. Sejak saat itu, tradisi keagamaan berbasis Tarekat Naqsyabandiyah mulai berkembang di sekitar Masjid Al Faqih dan menjadi bagian dari kehidupan religius masyarakat setempat.

Kisah-Kisah yang Hidup di Tengah Masyarakat

Sejumlah kisah tentang karomah KH Imam Faqih hidup dalam tutur lisan masyarakat dan keluarga. Salah satunya adalah cerita tentang perubahan perilaku seorang tokoh bernama Ky Mustaham, yang kemudian menjadi pengikut setia Tarekat Naqsyabandiyah setelah mendapat bimbingan spiritual dari KH Imam Faqih.

Ada pula kisah kebersamaan jamaah seusai kegiatan tarekat, di mana Nyai Siti Maymanah menyiapkan hidangan sederhana bagi para tamu. Dalam cerita keluarga, hidangan tersebut selalu terasa cukup untuk semua yang hadir. Kisah-kisah semacam ini hingga kini dipandang sebagai bagian dari memori spiritual masyarakat setempat.

Warisan Spiritual dan Keteladanan

KH Imam Faqih dikenang sebagai sosok yang sederhana, dermawan, dan sabar dalam berdakwah. Perjuangannya tidak hanya meninggalkan bangunan fisik berupa masjid dan pesantren, tetapi juga warisan nilai seperti mengedepankan ketekunan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

Hingga kini, Masjid Al Faqih dan tradisi Pasulukan Tarekat Naqsyabandiyah masih menjadi bagian penting kehidupan spiritual warga sekitar. Nama KH Imam Faqih tetap disebut sebagai salah satu ulama yang berjasa menanamkan ajaran tasawuf di Blitar.

 

Add your first comment to this post

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi tanda Zodiak

    Ramalan Zodiak Harian Minggu, 8 Februari 2026: Asmara, Keuangan, dan Karier

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Menurut astrologi, Hari Minggu tanggal 8 Februari 2026 akan dipenuhi dengan energi dramatis karena posisi Matahari berada di Aquarius dan Bulan berada di Scorpio, sementara Venus menuju ke Aquarius membentuk square dengan Uranus di Taurus. Kombinasi ini akan membawa momen kejutan, dorongan untuk keluar dari zona nyaman, serta dinamika tak terduga dalam bidang […]

  • Kang Suroso di kompleks makam Mbah Harjo, Blitar, Jawa Timur.

    Mbah Harjo, Sesepuh Blitar yang Diyakini Menguasai Ilmu Pancasona dan Hidup hingga 215 Tahun

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com — Pancasona merupakan salah satu ajian yang berasal dari tradisi mistik Jawa kuno, yang hingga kini masih kerap dibicarakan dalam kisah-kisah lisan masyarakat. Konon, ajian ini dikenal memiliki tingkatan hierarki yang tinggi dalam dunia keilmuan kebatinan Jawa dan sering disejajarkan dengan ajian Rawa Rontek. Dalam berbagai cerita turun-temurun, Pancasona diyakini memiliki daya magis luar […]

  • Wanita memakai mahkota sebagai simbol kenaikan derajat hidup menurut primbon Jawa

    7 Tanda Seseorang Akan Dinaikkan Derajatnya Menurut Primbon Jawa, Kenali Sejak Awal

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Setiap orang tentu menginginkan kehidupan yang berkecukupan, baik dalam hal materi maupun kebahagiaan batin. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan proses panjang yang tidak selalu mudah. Ada fase-fase sulit yang harus dilalui, bisa berupa cobaan yang datang silih berganti, bahkan kegagalan yang terkadang membuat seseorang ingin menyerah. Dalam […]

  • pasangan romantis sebagai ilustrasi tanda jodoh menurut primbon Jawa

    7 Tanda Segera Menemukan Jodoh Menurut Ilmu Titen dan Primbon Jawa

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    Nusaspirit.com – Menikahi seseorang yang dicintai merupakan impian banyak orang. Namun, bagi mereka yang masih sendiri, menantikan kehadiran sosok yang kelak dianggap sebagai jodoh bukanlah hal yang mudah dan sering kali sulit ditebak. Meski demikian, dalam tradisi Jawa dikenal salah satu warisan pengetahuan leluhur yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, yaitu ilmu titen. […]

  • Ilustrasi simbol shio dalam astrologi Tionghoa. 3 Play Button

    Astrologi Tionghoa Ungkap 5 Shio yang Dinilai Paling Beruntung Secara Finansial di 2026

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Tahun 2026 dikenal sebagai Tahun Kuda Api, sebuah periode yang diyakini membawa dominasi unsur api dan sifat Yang yang kuat. Energi ini sering dikaitkan dengan semangat tinggi, dorongan untuk bergerak maju, serta keberanian mengambil langkah penting dalam hidup. Dalam pandangan astrologi Tionghoa, shio tidak berdiri sebagai ramalan mutlak, melainkan sebagai simbol karakter dan […]

  • Makam Mumbul Sidoarjo, makam Mbah Sayyid ulama penyebar Islam

    Makam Mumbul Sidoarjo, Jejak Karomah Mbah Sayyid, Ulama Penyebar Islam yang Tak Pernah Terkubur

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    NusaSpirit.com – Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Sidoarjo. Di desa ini terdapat sebuah pesarean yang sejak lama dikenal menyimpan kisah spiritual dan menjadi bagian penting dari tradisi lokal masyarakat setempat, sebagaimana sejumlah situs wisata religi di Sidoarjo yang juga menyimpan jejak sejarah dan […]

expand_less